Karir

Benarkah Kerja Lembur Bisa Menyebabkan Seseorang Meninggal Dunia?

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Senin, 29 April 2019
Benarkah Kerja Lembur Bisa Menyebabkan Seseorang Meninggal Dunia?

Kerja lembur berlebih bisa menyebabkan kematian (Foto: Pixabay/Free-Images)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DI kota metropolitan ini, para pekerja kantoran memiliki jam kerja yang cukup padat dan terkadang tidak sesuai dengan porsi pekerjaan yang sudah menjadi tanggung jawab mereka. Salah satu kiat yang sering dilakukan para pekerja untuk masalah tersebut adalah melakukan pekerjaan melebihi jam kantor. Lembur kerja mungkin bisa menjadi solusi, terlebih jika perusahaan menyediakan tunjangan tambahan untuk ini.

Tapi faktanya, banyak pekerja yang meninggal akibat kerja lembur lho. Untuk itu, kita akan membahas lebih jauh beberapa hal terkait tentang melakukan pekerjaan melebihi jam kantor atau lembur. Yuk kita simak!

1. Karoshi, Kematian Karena Bekerja Lembur

Benarkah Kerja Lembur Bisa Menyebabkan Seseorang Meninggal Dunia?
Aksi Protes pada Tahun 2018 untuk Menghentikan Karoshi (Foto: Wikipedia)

Jepang adalah negara yang sangat terkenal disiplin dalam melakukan pekerjaan. Begitu pula dengan karyawan di setiap perusahaan yang dikenal gigih dalam mencari nafkah.

Apakah kamu tahu? Banyak pekerja yang meninggal akibat kerja lembur di negara tersebut. Karoshi dalam bahasa jepang yang berarti "Meninggal Akibat Kerja Lembur", di mana rata-rata fenomena itu terjadi akibat serangan jantung dan stroke yang disebabkan oleh stres dan kelaparan.

Kasus Karoshi pertama kali dilaporkan pada tahun 1969 yang dialami oleh pria berusia 29 tahun, ia meninggal akibat stroke ketika sedang kerja lembur. Sudah banyak aksi protes yang dilakukan untuk mengurangi korban dari Karoshi di Jepang.

Pada tahun 1988, survei dari buruh di Jepang melaporkan bahwa pekerja pria di sana bekerja hingga 60 jam per minggu, 50% lebih lama daripada waktu kerja pada umumnya.

2. Fakta Penting Tentang Buruknya Sistem Kerja Lembur

Benarkah Kerja Lembur Bisa Menyebabkan Seseorang Meninggal Dunia?
Tiga Hal Penting Tentang Buruknya Kerja Lembur (Foto: Pixabay/Pexels)

Ada tiga fakta penting yang dipercaya tentang buruknya sistem kerja lembur. Pertama, kerja lembur akan membuat pekerja cenderung melakukan kesalahan. Jika kamu ingin menyelesaikan pekerjaan di waktu lembur cobalah untuk berfikir sekali lagi, mengerjakannya saat lembur tapi hasilnya kurang bagus, atau menyelesaikannya lain waktu dengan hasil memuaskan.

Kedua, lembur tidak akan membuatmu lebih efisien atau serius dalam bekerja. Jika kamu melakukan kerja lembur dengan maksud ingin menyelesaikan pekerjaan, bukan hanya pekerjaanmu tidak terselesaikan dengan sempurna, energi dalam tubuh kamu juga akan terkuras habis.

Ketiga, kerja lembur juga mempengaruhi kesehatanmu. Berbagai penyakit seperti terganggunya waktu istirahat atau tidur kamu, depresi, dan turunnya imunitas dalam tubuh ketika kamu menghabiskan waktu untuk bekerja lebih lama.

3. Cobalah Untuk Hidup Sehat saat Bekerja

Benarkah Kerja Lembur Bisa Menyebabkan Seseorang Meninggal Dunia?
Cobalah Untuk Hidup Sehat Jika Terpaksa Lembur (Foto: Unsplash/Ben White)

Jika kamu terpaksa harus kerja lembur, ingat untuk selalu menjaga kondisi tubuh, jangan lupa untuk memikirkan asupan nutrisi pada makanan. Misalnya dengan membuat bekal atau memilih makanan sehat, mengatur jam tidur, dan jangan sampai lupa untuk minum cukup air agar tubuh tetap terhidrasi. Jika hari libur kerja, usahakan untuk melakukan olahraga. (dnz)

#Pekerjaan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Berita Foto
Pemerintah Siapkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2026, Penerima Dapat Rp900 Ribu
Aktivitas pekerja saat membersihkan kaca gedung apartemen di kawasan Sudirman-Thamrin, Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 30 Oktober 2026
Pemerintah Siapkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2026, Penerima Dapat Rp900 Ribu
Indonesia
1,4 Juta Tenaga Kerja Sudah Terserap hingga Agustus 2026, Kemnaker Perkuat Career Day untuk Talenta Muda
Sebanyak 1.411.857 tenaga kerja mendapat penempatan hingga Agustus 2026. Kemnaker memperkuat Career Day dan You RISE untuk talenta muda.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 20 Agustus 2026
1,4 Juta Tenaga Kerja Sudah Terserap hingga Agustus 2026, Kemnaker Perkuat Career Day untuk Talenta Muda
Indonesia
Kemenaker Akan Ubah Regulasi Ketenagakerjaan, Akomodir Gig Economy
Model kerja berbasis platform membuka peluang ekonomi yang semakin luas, tetapi pada saat yang sama memerlukan pendekatan regulasi yang mampu mengakomodasi karakter hubungan kerja
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 07 Agustus 2026
Kemenaker Akan Ubah Regulasi Ketenagakerjaan, Akomodir Gig Economy
Indonesia
DPR Kritik Pembentukan Karakter Pegawai BPJS Ketenagakerjaan Dengan Cara Berjalan di Atas Bara Api
Kualitas insan BPJS Ketenagakerjaan diuji melalui kinerja nyata di lapangan, bukan sekadar ketahanan fisik melintasi rintangan ekstrim.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 03 Agustus 2026
DPR Kritik Pembentukan Karakter Pegawai BPJS Ketenagakerjaan Dengan Cara Berjalan di Atas Bara Api
Berita Foto
Angka Pekerja Informal di Jakarta Sentuh 1,98 Juta Orang
Sejumlah pekerja melintas dekat badut yang tertidur di Kawasan JPO Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (20/7/2026).
Didik Setiawan - Senin, 20 Juli 2026
Angka Pekerja Informal di Jakarta Sentuh 1,98 Juta Orang
Indonesia
BPS: Pengangguran di Solo Masih 6.943 Orang, Didominasi Lulusan SMA/SMK
Angka pengangguran di Solo kini masih menembus 6.943 orang. Jumlah itu didominasi oleh lulusan SMA/SMK.
Soffi Amira - Sabtu, 27 Juni 2026
BPS: Pengangguran di Solo Masih 6.943 Orang, Didominasi Lulusan SMA/SMK
Indonesia
4 Tips Negosiasi Naik Gaji di Perusahaan, 83 Persen Karyawan Berhasil dengan Cara Ini
Salary Pulse Indonesia 2026 mencatat 83 persen pekerja berhasil mendapat kenaikan gaji setelah negosiasi. Simak empat tips mengajukan kenaikan gaji ini.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 26 Juni 2026
4 Tips Negosiasi Naik Gaji di Perusahaan, 83 Persen Karyawan Berhasil dengan Cara Ini
Fun
Konten Kreator Kini Wajib Punya NIB? Begini Penjelasan Lengkap dan Aturan Terbarunya
Konten kreator kini wajib punya NIB. Lalu, apa itu NIB dan bagaimana cara mendaftarnya? Berikut adalah penjelasan lengkapnya.
Soffi Amira - Jumat, 19 Juni 2026
Konten Kreator Kini Wajib Punya NIB? Begini Penjelasan Lengkap dan Aturan Terbarunya
Indonesia
Denny JA Ungkap Fenomena DVC, Kelas Sosial Baru di Era Kapitalisme Algoritma
Pendiri LSI, Denny JA mengatakan, bahwa Indonesia sedang menyaksikan kemunculan kelas sosial baru, yaitu Digitally Vulnerable Class (DVC).
Soffi Amira - Minggu, 14 Juni 2026
Denny JA Ungkap Fenomena DVC, Kelas Sosial Baru di Era Kapitalisme Algoritma
Indonesia
PHK 2026 Meningkat, DPR Desak Pemenuhan Hak Pekerja dan Pengawasan Ketat
PHK 2026 kini sudah menembus 23.470 orang. Komisi IX DPR pun mendesak hak pekerja segera dipenuhi.
Soffi Amira - Rabu, 10 Juni 2026
PHK 2026 Meningkat, DPR Desak Pemenuhan Hak Pekerja dan Pengawasan Ketat
Bagikan