Begini Komentar Direktur PT BTS Terkait Ledakan Pabrik Nikel
Direktur PT Bintang Timur Steel (BTS) Roy Frans menyebut, berasal dari bak atau kolam tempat penampungan limbah bekas peleburan nikel (Foto: Merahputih/Widi Hatmoko)
MerahPutih Megapolitan — Direktur PT Bintang Timur Steel (BTS) Roy Frans mengatakan, ledakan yang terjadi di perusahaan peleburan nikel di Kawasan Pergudangan Millenium, Panongan, Kabupaten Tangerang tersebut berasal dari bak, atau kolam tempat penampungan limbah bekas peleburan nikel.
"Ledakannya dari sini (sambil menunjukkan TKP-red), karena tidak kuat menahan panas," ujar Roy kepada merahputih.com, Senin (19/12).

Ia juga mengklaim, tidak ada korban dalam peristiwa tersebut. Hanya saja, ada beberapa dinding yang jebol karena terkena semburan limbah. Semburan limbah berbentuk batu kerikil dan bongkahan ini sebagian menyembur ke jalan, dan lahan kosong yang ditumbuhi semak ilalang. Semburan kerikil panas tersebut mencapai hampir seratus meter.
"Kita sudah cek semua, tidak ada korban. Paling hanya ini yang jebol (dinding pemisah ruang produksi dengan bak penampungan limbah-red)," katanya. Namun, akibat dari ledakan tersebut, pabrik peleburan nikel yang para pekerjanya sebagian adalah orang asing dari Tiongkok ini, sementara berhenti beroperasi. (Widi)
BACA JUGA:
Bagikan
Berita Terkait
Kebakaran di Area PT Antam, Basarnas Siap Siaga Membantu
Kebakaran Besar Landa Australia, Warga Diminta Bersiap Hadapi Kehilangan Properti
Kebakaran Bar di Swiss, Pejabat Akui Kegagalan Inspeksi Sebabkan Insiden Mematikan
Kebakaran di Resor Ski Swiss, Manajer Bar Resor Ski Diperiksa dalam Kasus Pidana
Kebakaran Mematikan di Bar Swiss, Kembang Api di Botol Sampanye Diduga Jadi Penyebab
Kebakaran Bar di Alpen, Swiss, Saksi Sebut Ada Ledakan di Lokasi
Bar di Pegunungan Alpen, Swiss, Terbakar saat Perayaan Tahun Baru, Puluhan Orang Tewas dan Sekitar 100 Luka-Luka
Kebakaran Minggu Malam, Sarinah Tetap Beroperasi
RS Bhayangkara Polda Sulut Lakukan Identifikasi 16 Korban Kebakaran Panti Werda Damai
Insiden Kebakaran di Sarinah, Manajemen Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa dan Tetap Beroperasi Normal