Begini Cara Menteri Basuki Kendalikan Banjir di Hilir Citarum

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Kamis, 25 Februari 2021
Begini Cara Menteri Basuki Kendalikan Banjir di Hilir Citarum

Banjir di Bekasi. (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Penanganan banjir di suatu wilayah sungai harus dikerjakan secara sistemik dari hulu sampai ke hilir. Termasuk penanganan banjir di hulu sungai Citarum, Bekasi, Jawa Barat.

"Penanganan banjir di suatu wilayah sungai tidak bisa dilakukan secara parsial lokasi per lokasi, tetapi harus dikerjakan secara sistemik dari hulu sampai ke hilir," ujar Menteri Basuki dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (25/2).

Baca Juga:

BMKG: Jawa Barat dan Jawa Tengah Berpotensi Banjir Bandang

Menurut Menteri PUPR, untuk hulu Sungai Citarum sudah ditangani dengan selesainya Terowongan Nanjung dan Sudetan Cisangkuy, lalu akan dilanjutkan dengan pembangunan lima polder di Citarum Hulu.

Menteri Basuki sendiri mencontohkan misalnya di wilayah Dayeuhkolot dampak banjir sudah menurun signifikan.

Untuk tahap selanjutnya Menteri PUPR mengatakan, telah menyampaikan kepada Gubernur Jawa Barat dan para Bupati untuk memulai penanganan Citarum Hilir, yakni dengan pembangunan Bendungan Cibeet dan Cijuray di Kabupaten Bogor.

Ia memaparkan, di Citarum Hilir terdapat Sungai Cibeet, dimana kontribusi alirannya 900 meter kubik/ detik dan bertemu dengan Sungai Citarum yang debitnya 400 meter kubik/detik sehingga total debit di hilir ini mencapai 1.300 meter kubik/detik. Sedangkan daya tampungnya hanya 1.100 meter kubik/ detik, sehingga sungai meluap.

Perbaikan tanggung Citarum di Bekasi. (Foto: Sekretariat Presiden)
Perbaikan tanggung Citarum di Bekasi. (Foto: Sekretariat Presiden)

Selain itu, pemerintah akan melanjutkan penyelesaian pembangunan tanggul di hilir Sungai Citarum. Tanggulnya sendiri dari Bendung Curug sampai ke Muara panjangnya 150 km yang terbangun baru 20 km karena melintasi kawasan permukiman, ini juga akan kita perkuat.

Banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Citarum berdampak pada 4.867 KK dengan jumlah pengungsi mencapai 9.438 jiwa. Para pengungsi tersebut kini berada di 17 titik pengungsian yang tersebar di sembilan desa yang terdampak, yakni Desa Karangsegar, Desa Sumberurip, Desa Karangharja, Desa Sumbereja, Desa Karangpatri, Desa Bantarsari, Desa Karanghaur, Desa Sumbersari, dan Desa Bantarjaya. (Asp)

Baca Juga:

Vaksinasi COVID-19 di Daerah Banjir Tetap Akan Dilaksanakan

#Bencana Alam #Sungai Citarum #Kementerian PUPR
Bagikan
Ditulis Oleh

Asropih

Berita Terkait

Indonesia
Gempa M 6,4 Guncang Pacitan, Warga Panik Berhamburan Keluar Rumah
Gempa berkekuatan 6,4 Magnitudo mengguncang Pacitan. Getaran pun terasa hingga Soloraya. Warga pun panik hingga keluar rumah.
Soffi Amira - Jumat, 06 Februari 2026
Gempa M 6,4 Guncang Pacitan, Warga Panik Berhamburan Keluar Rumah
Indonesia
Pemerintah Resmikan 1.300 Hunian Sementara Bagi Korban Banjir Sumatera, Diperuntukan Bagi Korban Rumah Hilang
penyediaan hunian sementara merupakan bagian dari skema perlindungan dasar agar warga tidak terlalu lama tinggal di tenda pengungsian.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 05 Februari 2026
Pemerintah Resmikan 1.300 Hunian Sementara Bagi Korban Banjir Sumatera, Diperuntukan Bagi Korban Rumah Hilang
Indonesia
68 Korban Longsor Cisarua Bandung Terindetifikasi, Tinggal 17 Jenazah Masih Diperiksa Tim DVI
Operasi SAR akan terus dilaksanakan secara terukur, hati-hati, dan profesional, dengan mempertimbangkan situasi lapangan
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 04 Februari 2026
68 Korban Longsor Cisarua Bandung Terindetifikasi, Tinggal 17 Jenazah Masih Diperiksa Tim DVI
Indonesia
Awal Februari Ini, Berbagai Daerah Dilanda Longsor, Banjir, Karhutla dan Cuaca Ekstrem
BNPB juga meminya masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana, khususnya bantaran sungai dan pesisir, untuk rutin memantau kondisi lingkungan,
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 01 Februari 2026
Awal Februari Ini, Berbagai Daerah Dilanda Longsor, Banjir, Karhutla dan Cuaca Ekstrem
Indonesia
PDIP Dorong Anggaran MBG Diefisiensikan untuk Dana Darurat Bencana di Daerah
DPP PDI Perjuangan (PDIP) mendesak pemerintah pusat untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap postur anggaran negara demi memperkuat kesiapsiagaan bencana di tingkat daerah.
Frengky Aruan - Sabtu, 31 Januari 2026
PDIP Dorong Anggaran MBG Diefisiensikan untuk Dana Darurat Bencana di Daerah
Indonesia
Banjir Bidara Cina: Ciliwung Meluap, Warga Mulai Garuk-Garuk Karena Gatal Masal
Petugas memberikan pemeriksaan rutin, suplai obat-obatan, serta edukasi kebersihan lingkungan meskipun fasilitas sanitasi masih terbatas
Angga Yudha Pratama - Jumat, 30 Januari 2026
Banjir Bidara Cina: Ciliwung Meluap, Warga Mulai Garuk-Garuk Karena Gatal Masal
Indonesia
DPR Kritik Pemotongan Anggaran Basarnas di Tengah Risiko Bencana Nasional yang Meningkat
Komisi V DPR RI menegaskan bahwa dukungan anggaran harus berbanding lurus dengan dampak nyata bagi publik
Angga Yudha Pratama - Kamis, 29 Januari 2026
DPR Kritik Pemotongan Anggaran Basarnas di Tengah Risiko Bencana Nasional yang Meningkat
Indonesia
Tanggul Darurat Petogogan Hancur Diterjang Arus, Karung Pasir Tak Kuasa Bendung Luapan Kali Krukut
Luapan Kali Krukut menjadi biang keladi utama genangan di Kelurahan Petogogan
Angga Yudha Pratama - Kamis, 29 Januari 2026
Tanggul Darurat Petogogan Hancur Diterjang Arus, Karung Pasir Tak Kuasa Bendung Luapan Kali Krukut
Indonesia
Pemda Siapkan Dana Rp 7,3 Miliar Buat Korban Longsor Cisarua Bandung
Kepastian kebutuhan penanganan lanjutan masih menunggu hasil penetapan zonasi kawasan dari Badan Geologi.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 29 Januari 2026
Pemda Siapkan Dana Rp 7,3 Miliar Buat Korban Longsor Cisarua Bandung
Indonesia
Siang Ini Banjir di Jakarta Rendam 10 Ruas Jalan, Ketinggian Sampai 50 Centimeter
Banjir tersebar di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Jakarta Utara.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 29 Januari 2026
Siang Ini Banjir di Jakarta Rendam 10 Ruas Jalan,  Ketinggian Sampai 50 Centimeter
Bagikan