Beberapa Kebiasaan di Pagi Hari yang Bisa Buat Berat Badan Bertambah

annehsannehs - Senin, 21 Februari 2022
Beberapa Kebiasaan di Pagi Hari yang Bisa Buat Berat Badan Bertambah

Jangan tidur terlalu lama. (Foto pixabay/CDD20)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEBAGAI bagian dari resolusi 2022, kamu mulai bangun lebih pagi dan tidak begadang demi menjaga kesehatan tubuh dan kulit. Meski begitu, ada masalah baru yang timbul. Ketika menimbang berat badan pagi ini, kamu naik satu sampai dua kilogram. Lantas, apa yang menjadi masalahnya?

"Kesalahan terbesar yang dilakukan orang-orang ketika mencoba menurunkan berat badan adalah dengan mulai melangkahkan kaki dengan cara yang salah pada awal hari," ungkap president dari Institute for Sustainable Weight Loss, Susan Peirce Thompson, Ph.D., kepada Woman's Health Magazine.

Rentang usia dan waktu tidur idealnya. (Foto Insider)
Rentang usia dan waktu tidur idealnya. (Foto Insider)

Ritual pagi hari adalah langkah yang penting untuk memulai hari. Maka dari itu, penting untuk menyingkirkan kebiasaan pagi hari yang malah bisa membuat berat badanmu bertambah, salah satunya adalah kebanyakan tidur.

Baca juga:

Coba Malam Ini, 3 Posisi Tidur Ini Sangat Menyehatkan

Kita mungkin sering mendengar bahwa kurang tidur bisa membuat berat badanmu semakin naik. Di sisi lain, kebanyakan tidur juga bisa membuat berat badanmu bertambah lo! Dikutip dari Woman's Health Magazine, hal ini disebabkan oleh peningkatan kadar hormon kortisol yang merangsang nafsu makan dalam tubuh.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan pada jurnal PLOS One menemukan bahwa tidur lebih dari sepuluh jam per malam berisiko memilii BMI lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidur tujuh hingga sembilan jam semalam. Maka dari itu, pastikan untuk mendapatkan tidur berkualitas selama tujuh sampai sembilan jam.

Survei yang dilakukan oleh National Sleep Foundation juga menunjukkan bahwa 19% dari mereka yang merapikan tempat tidurnya mendapatkan tidur yang lebih nyenyak. Lantas, apa hubungannya membereskan tempat tidur dengan berat badan?

Baca juga:

Semakin Gemuk Semakin Susah Tidur, Apa Iya?

Penulis buku The Power of Habit Charles Duhigg menulis dalam bukunya bahwa merapikan tempat tidur di pagi hari biasanya diikuti dengan perilaku baik lainnya seperti menyiapkan sarapan atau bekal yang sehat.

Duhigg juga menjelaskan bahwa mereka yang merapikan tempat tidur biasanya lebih pandai mengatur keuangan, sehingga cenderung lebih pandai mengatur jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh.

Tidak hanya itu, kebiasaan menimbang berat badan setiap pagi juga penting untuk menjaga berat badan. Para peneliti dari Cornell University, New York, AS, melakukan studi yang melibatkan 162 perempuan dan laki-laki obesitas selama dua tahun, dan mereka menemukan bahwa orang yang menimbang berat badan setiap hari lebih sukses menjaga dan menurunkan berat badan.

Waktu terbaik menimbang adalah ketika baru bangun tidur, yang mana saat berat badanmu berada pada titik terendah.

Buat jam tidurmu normal lagi. (Foto Unsplash/Gregory Pappas)
Yuk rapikan tempat tidurmu. (Foto Unsplash/Gregory Pappas)

Selanjutnya, jangan menunda sarapan. Para peneliti dari Tel Aviv University di Israel menemukan bahwa orang yang sarapan seimbang sebesar 600 kalori protein tanpa lemak, karbohidrat, dan sedikit gula mampu menahan rasa lapar lebih lama sepanjang hari. Tidak hanya itu, mereka juga memiliki kadar hormon kelaparan yakni ghrelin yang lebih rendah setelah sarapan.

Para peneliti berpendapat bahwa memuaskan hasrat makan di pagi hari diperkirakan bisa membantu mencegah rasa lapar dan menjadi ugal-ugala makan sepanjang hari. (SHN)

Baca juga:

Jenis-jenis Teh Terbaik Beserta Khasiatnya untuk Masalah Kesehatan

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Bagikan