Relationship

Kembali ke Dunia Kencan, Perhatikan Hal-Hal Penting Ini

annehsannehs - Senin, 11 Oktober 2021
Kembali ke Dunia Kencan, Perhatikan Hal-Hal Penting Ini

Perhatikan hal ini ketika baru pacaran lagi setelah sekian laama. (Foto pixabay/StockSnap)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SETELAH beberapa tahun lamanya, akhirnya kamu menemukan lagi seseorang yang bisa membuatmu semangat menjalani hari. Rasanya kamu selalu tersenyum sendiri di depan ponsel ketika chatting-an berjam-jam dengannya, selalu senang berada di dekatnya, bahkan kamu juga sudah membayangkan untuk membangun bahtera rumah tangga bersamanya.

BACA JUGA:

Pria, Jaga Mentalmu Sehat, jangan Terjebak Toxic Masculinity

Fase lovey-dovey yang menggemaskan ini pun seringkali membuatmu jadi tidak mengenal dirimu sendiri. Kamu yang biasanya tidak jealous-an, kini mulai kesal tiap kali melihat pasangan ngobrol dengan lawan jenis. Kamu yang biasanya tidak suka bertelepon malah ngambek ketika pacarmu tidak menelepon di malam hari.

Baru pacaran lagi setelah sekian lama membuatmu lupa cara berkencan. (Foto pixabay/StockSnap)
Baru pacaran lagi setelah sekian lama membuatmu lupa cara berkencan. (Foto pixabay/StockSnap)

Masa-masa awal pacaran memang menyenangkan, apalagi jika kamu baru memulai hubungan romantis setelah sekian lama. Meski begitu, lama tidak berpacaran seringkali membuatmu sedikit kagok dan lupa bagaimana caranya menjalin hubungan asmara yang ideal dan sehat. Demi ketahanan hubungan, berikut merupakan beberapa hal penting yang harus diperhatikan.

Pertama-tama, jangan menghindar untuk berdiskusi mengenai masa lalu. Memang, membahas tentang kisah cinta yang sudah lama seringkali menjadi pemicu pertengkaran. Meski begitu, bukan berarti kamu harus selamanya mengubur cerita lama dalam-dalam. Keterbukaan menjadi salah satu kunci dari hubungan percintaan yang sehat. Cari kata-kata yang sesuai untuk menceritakan tentang masa lalumu, dan jelaskan bahwa saat ini hatimu hanya untuknya. Hindari menyembunyikan masa lalu, dan sebaliknya, hargai ketika pacarmu menceritakan masa lalunya.

Jangan memendam masa lalu. (Foto pixabay/gershoots)
Jangan memendam masa lalu. (Foto pixabay/gershoots)

Kemudian, jangan terlalu banyak mengubah kebiasaanmu ketika baru berpacaran lagi. Memang, rasanya kamu ingin berpergian tiap hari dengan kekasih barumu. Meski begitu, tetap luangkan waktu untuk kegiatan rutinmu dengan teman-teman dekat dan keluarga. Tetaplah jadi diri sendiri dan tetap lakukan hal-hal yang membuatmu nyaman selama ini. Dengan begini, kamu dan dia juga bisa jadi saling menghargai kegiatan satu sama lain dan itu merupakan salah satu tanda hubungan yang sehat dan ideal.

Untuk bisa mengelola hubungan yang sehat dan langgeng, kamu juga harus bisa saling menghargai privasi masing-masing. Kamu tidak seharusnya tahu segalanya tentang pasanganmu, karena hal ini bisa mengarah pada perilaku controlling. Hindari mengecek ponsel, inbox e-mail, atau online history pasangan. Ketika sudah berkomitmen berdua, berikan kepercayaan padanya. Sebaliknya, kamu juga harus menjaga kepercayaannya. (SHN)

#Kesehatan Mental #Relationship
Bagikan
Ditulis Oleh

annehs

Berita Terkait

ShowBiz
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Yacko merilis 'Unbreakable Me', anthem tentang pemulihan kesehatan mental perempuan. Lagu ini juga jadi bagian kampanye di Sydney Marathon 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 April 2026
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Lifestyle
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Psikiater mengungkap stigma dan ejekan saat menstruasi bisa memicu tekanan mental. Perempuan didorong berani membela diri dan memahami kondisi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Lifestyle
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
PMDD adalah gangguan menjelang haid yang lebih berat dari PMS. Psikiater ingatkan gejalanya bisa picu depresi hingga butuh penanganan serius.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
Indonesia
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Menurut pihak Kemenkes, baliho itu berpotensi memicu peniruan tindakan bunuh diri, terutama di tengah tren kenaikan signifikan angka kematian di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Indonesia
Promosi Film Horor "Aku Harus Mati" Dinilai Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Mental Anak dan Remaja P
Sekitar 10 persen remaja mengalami gangguan kesehatan mental. Pada remaja dengan kerentanan psikologis seperti mereka, baliho film semacam "Aku Harus Mati" bisa memunculkan gagasan yang membahayakan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 April 2026
Promosi Film Horor
Indonesia
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Saat ini pemerintah juga mempercepat pemenuhan tenaga psikolog klinis di Puskesmas yang jumlahnya masih terbatas,
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 09 Maret 2026
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Dunia
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Sekitar 2 persen orang dewasa di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Olahraga
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Raphael Varane mengaku dirinya mengalami depresi saat masih membela Real Madrid. Ia menceritakan itu saat wawancara bersama Le Monde.
Soffi Amira - Rabu, 03 Desember 2025
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Indonesia
2 Juta Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kemenkes Buka Layanan healing 119.id Cegah Potensi Bunuh Diri
Kemenkes membuka layanan healing 119.id bagi warga yang mengalami stres, depresi atau memiliki keinginan bunuh diri.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Oktober 2025
2 Juta Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kemenkes Buka Layanan healing 119.id Cegah Potensi Bunuh Diri
Indonesia
Hasil Cek Kesehatan Gratis: 2 Juta Anak Indonesia Alami Gangguan Kesehatan Mental
Tercatat, ada sekitar 20 juta rakyat Indonesia didiagnosis mengalami gangguan kesehatan mental dari data pemeriksaan kesehatan jiwa gratis yang dilakukan.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Oktober 2025
Hasil Cek Kesehatan Gratis: 2 Juta Anak Indonesia Alami Gangguan Kesehatan Mental
Bagikan