Banyak Siswa Takut Cek Kesehatan Gratis, Dokter Spesialis Anak Sebut Peran Guru Diperlukan
Dokter spesialis anak Rinawati Rohsiswatmo. (foto: Merahputih.com/Asropih)
MERAHPUTIH.COM - PEMERINTAH melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) resmi memulai pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi peserta didik di seluruh Indonesia. Program ini menargetkan sekitar 53 juta anak sekolah di seluruh Indonesia pada 2025. Pelaksanaannya berbeda dari kegiatan serupa sebelumnya, seperti saat peringatan hari ulang tahun, yang cakupannya lebih beragam.
Beragam aspek kesehatan diperiksa, mulai dari kebugaran fisik, penglihatan, tekanan darah, hingga status imunisasi. Dalam pelaksanaannya, anak kelas 1 SD menerima imunisasi MR (measles-rubella), sedangkan anak kelas 5 mendapatkan vaksinasi HPV sebagai upaya pencegahan kanker serviks.
Sayangnya, dalam pelaksanaanya, masih banyak siswa yang takut untuk diperiksa.
Dokter Spesialis Anak Rinawati Rohsiswatmo mengatakan peran guru sangat diperlukan dalam program Cek Kesehatan Gratis ini. Hal itu mengingat rata-rata pelajar mau mendengarkan omongan guru.
Baca juga:
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Layani 12,5 Juta Siswa Semua Agama, Menag: Sehat Bagian dari Iman
"Kalau yang saya lihat nih ya, pengalaman, anak itu sangat mendengar guru loh," kata Rina di Medan Room, The Westin Jakarta, H Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (6/8).
Ia menyesalkan orangtua yang kerap menakut-nakuti anaknya saat ingin diperiksa dokter di layanan kesehatan. "Harusnya dari kecil tidak boleh ditekankan 'kamu nakal suntik, dokter'. Nah, itu yang enggak boleh," ucapnya.
Hal serupa pun membuat anak-anak jadi takut untuk diperiksa dalam program Cek Kesehatan Gratis.
"Jadi harus diisi bahwa 'kamu mau sehat kan, kamu mau jadi jagoan'. Itu tuh, gitu. Suntik, supaya itu penjahatnya hilang. Jadi jangan takut, ya kan," tegasnya.(Asp)
Baca juga:
Mulai 4 Agustus 2025, 53,8 Juta Anak Sekolah Bakal Ikut Cek Kesehatan Gratis
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Desak Negara Hadir Selamatkan Pendidikan 700 Ribu Anak Papua
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Kasih Bantuan Sembako Selain Uang untuk Membeli Perlengkapan Sekolah
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Detik-Detik Tembok Sekolah Ambruk Timpa 4 Motor, Warga Kehilangan Mata Pencaharian dan Tempat Istirahat