Bantah Incar Jabatan Menteri, Gerindra Tawarkan Konsep Pembangunan Indonesia ke Jokowi

Andika PratamaAndika Pratama - Selasa, 08 Oktober 2019
Bantah Incar Jabatan Menteri, Gerindra Tawarkan Konsep Pembangunan Indonesia ke Jokowi

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad di Bawaslu RI, Jakarta, Jumat. (MP/Rangga)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco menegaskan partainya tidak mengincar jabatan tertentu dan hanya ingin menawarkan konsep saja kepada pemerintah Jokowi-Ma'ruf. Menurut Sufmi, partainya hanya menawarkan konsep pembangunan bangsa ke pemerintah.

"Kami ditawarkan membantu pemerintah, kami juga menawarkan konsep ke pemerintah," ujanya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (7/10).

Baca Juga

Nasdem Tolak Oposisi Masuk Kabinet, Gerindra: Jokowi Tak Bisa Sendirian Bangun Indonesia

Dasco menjelaskan konsep yang ditawarkan oleh Partai Gerindra yakni mengenai ketahanan pangan, ekonomi, dan keamanan.

"Itu kami tawarkan konsepnya ke pemerintah. Ketika pemerintah setuju mana yang mereka setuju, bidangnya apa baru ngomong orang. Jadi kalau dari awal incer ini itu enggak ada deh," ucapnya.

Direktur Advokasi dan Hukum BPN Prabowo-Sandi Sufmi Dasco Ahmad (Facebook/Sufmi Dasco Ahmad)
Direktur Advokasi dan Hukum BPN Prabowo-Sandi Sufmi Dasco Ahmad (Facebook/Sufmi Dasco Ahmad)

Ia mengatakan akan mengirimkan perwakilan kadernya untuk mengisi kursi menteri tersebut "Bisa juga begitu, ini tergantung pemerintah. Kami sedang komunikasi dengan pemerintah terkait konsep itu," jelas dia

Baca Juga

Isu Gerindra Gabung Koalisi Jokowi, PKS Keukeuh di Barisan Oposisi

Sementara itu, Wakil Ketua MPR, Ahmad Muzani Partai Gerindra akan mempertimbangkan bergabung ke pemerintahan, jika konsep yang diajukan diterima oleh pemerintah. Namun jika tidak, partai besutan Prabowo Subianto itu akan mengambil posisi di luar pemerintahan.

Tak hanya itu, Muzani juga menegaskan Prabowo Subianto sebagai ketua umum belum mengajukan nama menteri ke Presiden Jokowi. Konsep yang diajukan itu sebagai langkah awal Gerindra mengoptimalkan sumber daya pangan, energi, dan air.

Selain itu, Muzani juga mengomentari isu yang beredar mengenai sikap legawa Gerindra melepas kursi Ketua MPR. Ia mengaku tak tahu-menahu mengenai hal itu.

“Saya tidak tahu, tapi sudah diambil kesimpulan. Bisa terkait, bisa tidak. Tapi yang pasti beliau (Prabowo) memberi keputusan dan saya menurut,” kata dia.

Baca Juga

Gerindra Pastikan Belum Ajukan Nama Menteri ke Jokowi

Namun, Ahmad Muzani juga mengaku, ada perasaan kurang nyaman dengan pada saat tak berhasil duduk di pucuk pimpinan MPR.

”Ada kecewa, karena katanya kita mau rekonsiliasi. Tapi kita minta hanya sekedar ketua MPR, ga ada yang setuju. Kira-kira begitu,” ucapnya. (Knu)

#Partai Gerindra #Presiden Jokowi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Gerindra Klaim Kinerja Pemerintahan Prabowo Oke, Kepuasan Publik Capai 63 Persen
Gerindra mengklaim kinerja pemerintahan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang dinilai oke.
Soffi Amira - Senin, 10 Agustus 2026
Gerindra Klaim Kinerja Pemerintahan Prabowo Oke, Kepuasan Publik Capai 63 Persen
Indonesia
Gerindra soal Safari Politik Jokowi: Kami Fokus Kawal Pemerintahan Prabowo
Gerindra menegaskan, bahwa pihaknya belum membahas Pilpres. Mereka masih fokus menyukseskan program Presiden RI, Prabowo Subianto.
Soffi Amira - Rabu, 01 Juli 2026
Gerindra soal Safari Politik Jokowi: Kami Fokus Kawal Pemerintahan Prabowo
Indonesia
Gerindra Beri Sanksi Keras ke Anggota DPRD Jember Achmad Syahri yang Asyik Merokok dan Main Game Saat Rapat
Partai Gerindra memberikan peringatan keras bahwa tidak ada ruang bagi pelanggaran serupa di masa depan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 15 Mei 2026
Gerindra Beri Sanksi Keras ke Anggota DPRD Jember Achmad Syahri yang Asyik Merokok dan Main Game Saat Rapat
Indonesia
Ketahuan Main Game dan Merokok saat Rapat, Anggota DPRD Jember Bakal Disidang Gerindra
Partai Gerindra akan menggelar sidang terhadap anggota DPRD Jember, Ahmad Syahri Assidqi. Ia ketahuan main game sambil merokok saat rapat.
Soffi Amira - Jumat, 15 Mei 2026
Ketahuan Main Game dan Merokok saat Rapat, Anggota DPRD Jember Bakal Disidang Gerindra
Indonesia
Survei NRI: Elektabilitas Gerindra Meroket 27,25 Persen, Dampak Kepuasan Publik pada Prabowo-Gibran
Survei yang berlangsung pada 13–22 April 2026 ini melibatkan 1.200 responden di 38 provinsi melalui metode multi-stage random sampling
Angga Yudha Pratama - Rabu, 06 Mei 2026
Survei NRI: Elektabilitas Gerindra Meroket 27,25 Persen, Dampak Kepuasan Publik pada Prabowo-Gibran
Indonesia
DPW NasDem Jatim Sampaikan Sikap Resmi Terkait Isu Merger
DPW Partai Nasdem Jawa Timur menegaskan tetap menghormati kebebasan pers sebagai salah satu pilar demokrasi.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 15 April 2026
DPW NasDem Jatim Sampaikan Sikap Resmi Terkait Isu Merger
Indonesia
Fusi Partai NasDem dan Gerindra Bukan Perkara Mudah, Saan Mustopa: Belum Menjadi Pembicaraan Internal
Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa menanggapi munculnya isu mengenai kemungkinan fusi atau penggabungan antara Partai NasDem dengan Partai Gerindra.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Fusi Partai NasDem dan Gerindra Bukan Perkara Mudah, Saan Mustopa: Belum Menjadi Pembicaraan Internal
Indonesia
Kelakar saat RDP Komisi XIII DPR RI di Tengah Isu Merger NasDem-Gerindra: dari Gondangdia ke Kertanegara
Candaan disampaikan Ketua Komisi XIII DPR Willy Aditya melihat anggota DPR Fraksi NasDem Muslim Ayub duduk bersebelahan dengan anggota DPR Fraksi Gerindra Anwar Sadad dalam ruang rapat.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Kelakar saat RDP Komisi XIII DPR RI di Tengah Isu Merger NasDem-Gerindra: dari Gondangdia ke Kertanegara
Indonesia
Willy Aditya Kelakar Soal Merger Gerindra-NasDem di Rapat DPR
Willy Aditya berkelakar soal merger Gerindra dan NasDem dalam rapat DPR. Candaan ini muncul di tengah isu politik yang tengah berkembang.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 April 2026
Willy Aditya Kelakar Soal Merger Gerindra-NasDem di Rapat DPR
Indonesia
Prabowo Undang Para Mantan Presiden ke Istana, Bahas Situasi Global dan Konsolidasi Nasional
Presiden Prabowo mengundang para mantan presiden dan wakil presiden RI ke Istana Kepresidenan, bahas situasi nasional dan geopolitik global.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 Maret 2026
Prabowo Undang Para Mantan Presiden ke Istana, Bahas Situasi Global dan Konsolidasi Nasional
Bagikan