MerahPutih.com - Kabar mengejutkan datang dari Partai Gerindra yang meminta jatah menteri kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tidak tanggung- tanggung, partai besutan Prabowo Subianto ini dikabarkan meminta jatataah tiga kursi menteri.
Menanggapi hal itu, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mempersilakan jika Gerindra ingin masuk ke dalam barisan pemerintah. Menurutnya, setiap partai mempunyai strategi masing-masing.
Baca Juga:
"Haknya Partai Gerindra mau bergabung dengan Pak Jokowi. Walau kami tetap berharap dan berdoa, Gerindra dapat bersama kami dalam barisan #KamiOposisi," kata Mardani kepada wartawan, Senin (7/10).
Mardani menegaskan, PKS akan tetap menjadi oposisi. Pasalnya, kata Mardani, negeri ini perlu kekuatan penyeimbang untuk menyuarakan kepentingan publik.
"Tentu kita berharap dapat membangun kekuatan oposisi bersama-bersama dengan partai lain. Karena pemerintahan yang kuat memerlukan oposisi yang kuat," tegas Mardani.
Mardani menambahkan, jika tidak ada partai lain yang menjadi oposisi, partai dakwah ini siap memikul beban tersebut untuk menjaga kepentingan publik.
Baca Juga:
"Tentunya bersama para aktivis kemanusian dan civil society, termasuk para mahasiswa dan pelajar," pungkas Mardani.
Sebelumnya, Waketum Gerindra Arief Poyouno menyatakan bahwa partainya meminta tiga menteri untuk Edhy Prabowo, Fadli Zon, dan Sandiaga Uno.
Akan tetapi, pernyataan itu langsung dibantah Juru Bicara Prabowo Dahnil Anzar Simanjuntak. Menurutnya, setiap Prabowo bertemu dengan Jokowi atau Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, tak ada pembicaraan soal jatah kabinet.
“Pada prinsipnya, Pak Prabowo siap membantu bangsa dan negara di mana pun posisinya, yang jelas beliau aktif menyampaikan pemikiran-pemikirannya untuk kepentingan rakyat kebanyakan,” katanya melalui pesan singkat. (Pon)
Baca Juga: