Gerindra Bantah Ketum Projo Budi Arie, Sebut Analogi Patahan Sejarah Ahistoris

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 26 Agustus 2026
Gerindra Bantah Ketum Projo Budi Arie, Sebut Analogi Patahan Sejarah Ahistoris

Gerindra Bantah Ketum Projo Budi Arie, Sebut Analogi Patahan Sejarah Ahistoris

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - PERNYATAAN Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi mengenai kemungkinan terjadinya percepatan dinamika politik sebelum Pemilu 2029 menjadi sorotan. Dalam video yang beredar, Budi Arie menyinggung kemungkinan situasi politik bergerak lebih cepat daripada jadwal Pemilu 2029. Budi menyebut istilah patahan sejarah. Pernyataan itu kemudian mendapat respons dari sejumlah pihak, termasuk Partai Gerindra.


Di tengah polemik tersebut, Wasekjen Partai Gerindra Kawendra Lukistian menyampaikan pandangannya. Dia menegaskan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berjalan berdasarkan konstitusi dan mandat rakyat yang sah.


“Pemerintahan Presiden Prabowo berdiri di atas fondasi konstitusi dan mandat rakyat yang sah. Analogi 'patahan sejarah' yang mempercepat usianya pemerintahan merupakan bentuk analisis latar yang ahistoris," kata Kawendra, Rabu (26/8).


Menurut Kawendra, pemerintahan tidak semestinya dinilai hanya berdasarkan spekulasi mengenai perubahan politik yang mungkin terjadi. Kawendra menekankan ia bersama Gerindra akan tetap fokus mendampingi dan mengawal Presiden Prabowo dalam menjalankan pemerintahan.


“Kami di Gerindra fokus mengawal Presiden Prabowo bekerja keras dengan segala daya upayanya, dan pasti akan terus membersamai beliau,” ujarnya.

Baca juga:

Pasbata Minta Pernyataan Budi Arie Dibaca Utuh, Tidak Sepotong-potong




Sikap tersebut sejalan dengan respons resmi Gerindra terhadap pernyataan Budi Arie. Juru Bicara Gerindra Sugiat Santoso juga mengatakan partainya belum membahas Pemilu 2029 dan saat ini masih berfokus pada program pemerintahan Presiden Prabowo. Gerindra juga menegaskan tidak terpengaruh oleh wacana percepatan pemilu yang disampaikan Budi Arie.


Sugiat bahkan mempersilakan publik menanyakan langsung kepada Budi Arie mengenai maksud pernyataannya. Menurutnya, Gerindra tidak ingin terseret ke dalam spekulasi politik yang masih terlalu dini untuk dibahas.


Kawendra kemudian menyinggung perjalanan politik yang menurutnya penuh dengan tantangan. Ia mengatakan perjuangan untuk mendukung Prabowo bukan sesuatu yang baru dilakukan setelah berada di pemerintahan. “Bukan baru sekarang, tapi sejak dulu. Ya, sejak kalah berkali-kali dan tetap terus bangkit lagi,” kata Kawendra.


Kawendra atau yang akrab disapa Mas Kawe juga menyampaikan pesan tentang pentingnya keyakinan dalam menghadapi ketidakpastian.


“Keyakinan itu bukan tentang tahu cuaca esok, melainkan tentang berdiri di tengah badai dengan jas hujan yang kau jahit sendiri,” pungkasnya.(Pon)

Baca juga:

Ketua DPC Solo Terang-terangan Tolak Rencana Budi Arie Mau Masuk Gerindra







#Gerindra #Budi Arie Setiadi #Projo
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Gerindra Ogah Kometari Mendalam Soal Jokowi Pamer KTA PSI
setiap warga negara, termasuk mantan presiden, memiliki hak politik yang sama.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Gerindra Ogah Kometari Mendalam Soal Jokowi Pamer KTA PSI
Indonesia
Gerindra Setuju Parliamentary Threshold 5 Persen
Sugiono menyatakan bakal ada pertemuan lanjutan antara ketua-ketua umum partai koalisi pemerintah untuk menentukan keputusan yang diambil bersama.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 September 2026
Gerindra Setuju Parliamentary Threshold 5 Persen
Indonesia
Gerindra Klaim Partai Koalisi Prabowo Solid, Sepakat Ambang Batas Parlemen 5%
Partai Koalisi Pemerintahan Prabowo Subianto sepakat mengusulkan ambang batas parlemen 5 persen dalam revisi UU Pemilu. Simak poin kesepakatan koalisi di sini!
Wisnu Cipto - Rabu, 16 September 2026
Gerindra Klaim Partai Koalisi Prabowo Solid, Sepakat Ambang Batas Parlemen 5%
Indonesia
Adi Prayitno Baca Gejala Sinyal Keretakan di Koalisi Prabowo
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai manuver AHY jadi sinyal instabilitas politik di koalisi Prabowo.
Wisnu Cipto - Rabu, 09 September 2026
Adi Prayitno Baca Gejala Sinyal Keretakan di Koalisi Prabowo
Indonesia
Gerindra Bantah Ketum Projo Budi Arie, Sebut Analogi Patahan Sejarah Ahistoris
Wasekjen Partai Gerindra Kawendra Lukistian menegaskan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berjalan berdasarkan konstitusi dan mandat rakyat yang sah.
Dwi Astarini - Rabu, 26 Agustus 2026
Gerindra Bantah Ketum Projo Budi Arie, Sebut Analogi Patahan Sejarah Ahistoris
Berita
Pasbata Minta Pernyataan Budi Arie Dibaca Utuh, Tidak Sepotong-potong
David menegaskan bahwa wacana soal presiden yang tidak bisa merampungkan masa jabatannya adalah isu yang sangat sensitif
Angga Yudha Pratama - Selasa, 25 Agustus 2026
Pasbata Minta Pernyataan Budi Arie Dibaca Utuh, Tidak Sepotong-potong
Indonesia
Gerindra akan Kaji Hasil Survei SMRC, Jadikan Masukan bagi Pemerintah
Dasco mengatakan Gerindra tidak hanya mencermati survei SMRC, tetapi juga hasil survei dari lembaga lain yang dipublikasikan ke publik.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
Gerindra akan Kaji Hasil Survei SMRC, Jadikan Masukan bagi Pemerintah
Indonesia
Gerindra Sebut Presiden Prabowo dan Gibran Saling Melengkapi, Jangan Dramatisasi
Prabowo selama ini selalu memberikan Gibran ruang untuk bekerja.
Dwi Astarini - Rabu, 22 Juli 2026
Gerindra Sebut Presiden Prabowo dan Gibran Saling Melengkapi, Jangan Dramatisasi
Indonesia
Prasetyo Hadi: Tidak Ada Instruksi Gerindra untuk Menguasai Dapur MBG atau SPPG
Ketua DPP Partai Gerindra Prasetyo Hadi menegaskan tidak ada instruksi kepada kader partainya untuk membangun atau menguasai SPPG maupun dapur program MBG.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 11 Juni 2026
Prasetyo Hadi: Tidak Ada Instruksi Gerindra untuk Menguasai Dapur MBG atau SPPG
Indonesia
Gerindra Balas Dino Patti Djalal, Diplomasi Presiden tak Bisa cuma lewat Zoom
Pertemuan tatap muka memiliki nilai diplomatik yang jauh lebih besar ketimbang komunikasi jarak jauh.
Dwi Astarini - Selasa, 02 Juni 2026
Gerindra Balas Dino Patti Djalal, Diplomasi Presiden tak Bisa cuma lewat Zoom
Bagikan