Gerindra Balas Dino Patti Djalal, Diplomasi Presiden tak Bisa cuma lewat Zoom

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 02 Juni 2026
Gerindra Balas Dino Patti Djalal, Diplomasi Presiden tak Bisa cuma lewat Zoom

Mantan Dubes Indonesia untuk AS Dino Patti Djalal / Instagram Dino Patti Djalal

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - JURU Bicara Partai Gerindra Bahtra Banong menanggapi kritik mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal terkait dengan frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto. Bahtra menilai diplomasi kepala negara tidak bisa disederhanakan hanya melalui sambungan telepon atau pertemuan virtual.

Menurut Bahtra, pihaknya menghormati setiap kritik dan masukan yang disampaikan kepada pemerintah. Namun, ia tidak sependapat dengan usul yang menyarankan Presiden mengurangi kunjungan luar negeri dan lebih banyak memanfaatkan teknologi komunikasi untuk berinteraksi dengan para pemimpin dunia.

“Kami menghargai semua masukan, termasuk yang disampaikan Pak Dino Patti Djalal. Namun, kami kurang sependapat kalau harus disederhanakan bahwa kunjungan presiden itu tidak perlu bertemu langsung dengan kepala-kepala negara lain,” kata Bahtra dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (2/6).

Bahtra menjelaskan pertemuan tatap muka memiliki nilai diplomatik yang jauh lebih besar ketimbang komunikasi jarak jauh. Menurutnya, kehadiran Presiden secara langsung menunjukkan penghormatan kepada negara mitra sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam berbagai negosiasi strategis.

Baca juga:

Eks Dubes RI untuk AS Dino Patti Djalal Kritik Kinerja Menlu, Sulit Berkomunikasi hingga Minim Arahan untuk Diplomat



Ia mengatakan setiap kunjungan Presiden biasanya juga melibatkan delegasi dari berbagai sektor, termasuk dunia usaha. Kehadiran Presiden dinilai dapat mempercepat pembahasan kerja sama ekonomi dan investasi yang membutuhkan komitmen tingkat tinggi.

Kalau negosiasi bertemu langsung kan bisa segera ditindaklanjuti, apalagi Presiden juga membawa delegasi yang berkaitan dengan investasi.

Juru Bicara Partai Gerindra Bahtra Banong



Bahtra juga meminta agar kunjungan luar negeri Presiden tidak hanya dilihat dari sisi biaya yang dikeluarkan negara. Menurut dia, yang lebih penting yakni dampak ekonomi dan diplomatik yang dihasilkan dari setiap lawatan tersebut. Wakil Ketua Komisi II DPR ini mengutip pernyataan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang menyebut kunjungan Presiden telah menghasilkan komitmen investasi senilai sekitar Rp 2.430 triliun untuk Indonesia.

Selain itu, Bahtra juga menilai diplomasi aktif Presiden turut memperkuat hubungan Indonesia dengan negara-negara mitra strategis. Ia mencontohkan hubungan bilateral Indonesia dengan Prancis yang semakin erat, termasuk kunjungan Presiden Emmanuel Macron ke Indonesia dan keterlibatan Prabowo dalam sejumlah agenda penting di Prancis.

Menurut Bahtra, di tengah dinamika geopolitik dan geoekonomi global, diplomasi langsung tetap menjadi instrumen penting untuk mengamankan kepentingan nasional.

“Jangan hanya melihat intensitasnya. Hal yang paling penting yakni melihat dampak dan manfaat yang dihasilkan dari setiap kunjungan Presiden Prabowo ke luar negeri,” tegasnya.(Pon)

Baca juga:

Disorot Sering Dinas ke Luar Negeri, Seskab Teddy Tegaskan Kelebihan Biaya Ditanggung Pribadi Presiden














#Dino Patti Djalal #Gerindra #Presiden Prabowo
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
51,9 Persen Publik Ingin Prabowo Reshuffle Kabinet, Terutama Menteri Ekonomi dan Hukum
Penurunan tingkat kepuasan tersebut menjadi sinyal bagi pemerintah untuk segera mengevaluasi kinerja kabinet.
Dwi Astarini - Senin, 31 Agustus 2026
51,9 Persen Publik Ingin Prabowo Reshuffle Kabinet, Terutama Menteri Ekonomi dan Hukum
Indonesia
Poltracking Indonesia Ungkap Kepuasan ke Prabowo-Gibran Turun, Bidang Ekonomi Paling Tak Memuaskan
Poltracking mencatat adanya tren penurunan tingkat kepuasan pada Agustus 2026 jika dibandingkan dengan survei pada Maret, Mei, dan Juli 2026.
Dwi Astarini - Senin, 31 Agustus 2026
Poltracking Indonesia Ungkap Kepuasan ke Prabowo-Gibran Turun, Bidang Ekonomi Paling Tak Memuaskan
Indonesia
Presiden Prabowo Terima Kartu Tanda Anggota NU, Berlaku Seumur Hidup
Prabowo terkesan karena kartu tersebut memiliki masa berlaku seumur hidup.
Dwi Astarini - Senin, 31 Agustus 2026
Presiden Prabowo Terima Kartu Tanda Anggota NU, Berlaku Seumur Hidup
Indonesia
Presiden Prabowo Peringatkan Menteri yang tak Sanggup Kerja untuk Mundur, PAN: itu Peringatan Serius
Seluruh kinerja menteri juga berada dalam pengawasan langsung Presiden Prabowo.
Dwi Astarini - Kamis, 27 Agustus 2026
Presiden Prabowo Peringatkan Menteri yang tak Sanggup Kerja untuk Mundur, PAN: itu Peringatan Serius
Indonesia
7 Tokoh Jateng Diajukan Calon Pahlawan Nasional, Ada Nama Kakek Prabowo
pengusul Raden Mas Margono Djojohadikusumo berasal dari Seruan Eling Banyumasan, sebuah paguyuban masyarakat yang memiliki keterkaitan dengan Banyumas.
Dwi Astarini - Kamis, 27 Agustus 2026
7 Tokoh Jateng Diajukan Calon Pahlawan Nasional, Ada Nama Kakek Prabowo
Indonesia
Presiden Prabowo Sentil Daerah soal Bencana: Gubernur dan Bupati Harus Punya Lumbung Cadangan
Prabowo mengatakan pemerintah daerah seharusnya sudah memiliki gudang dan persediaan makanan untuk menghadapi kondisi darurat.
Dwi Astarini - Rabu, 26 Agustus 2026
Presiden Prabowo Sentil Daerah soal Bencana: Gubernur dan Bupati Harus Punya Lumbung Cadangan
Indonesia
Gerindra Bantah Ketum Projo Budi Arie, Sebut Analogi Patahan Sejarah Ahistoris
Wasekjen Partai Gerindra Kawendra Lukistian menegaskan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berjalan berdasarkan konstitusi dan mandat rakyat yang sah.
Dwi Astarini - Rabu, 26 Agustus 2026
Gerindra Bantah Ketum Projo Budi Arie, Sebut Analogi Patahan Sejarah Ahistoris
Indonesia
6 Lokasi Kopdes Merah Putih yang Unik, Mulai dari di Pinggir Kaki Gunung Sampai di Samping TPU
Presiden Prabowo Subianto meresmikan program kopdes pada 21 Juli 2025.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
6 Lokasi Kopdes Merah Putih yang Unik, Mulai dari di Pinggir Kaki Gunung Sampai di Samping TPU
Indonesia
Komeng Puji Pidato Prabowo, Soroti Ketahanan Pangan dan Program MBG
Dia menilai ketersediaan stok pangan dalam negeri menjadi hal penting bagi Indonesia.
Dwi Astarini - Jumat, 14 Agustus 2026
Komeng Puji Pidato Prabowo, Soroti Ketahanan Pangan dan Program MBG
Indonesia
Presiden Prabowo Minta Anak SD sudah Belajar Bahasa Rusia, Prancis, dan Mandarin, Biar Gampang Dapat Kerja
Prabowo beralasan bahasa asing harus diajarkan sejak dini karena anak-anak lebih mudah menyerap pelajaran.
Dwi Astarini - Jumat, 14 Agustus 2026
Presiden Prabowo Minta Anak SD sudah Belajar Bahasa Rusia, Prancis, dan Mandarin, Biar Gampang Dapat Kerja
Bagikan