Bank Indonesia Tahan Suku Bunga 6 Persen Buat Kendalikan Inflasi
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo (kiri) mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Bulan Maret 2024. (Foto: Antara)
MerahPutih.com - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 19-20 Maret 2024 kembali mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 6 persen, sama dengan RDG BI sebelumnya pada 20-21 Februari 2024.
Bank Indonesia memutuskan, suku bunga deposit facility juga tetap ditahan di level 5,25 persen, dan suku sunga lending facility dipertahankan sebesar 6,75 persen.
Baca juga:
Tekanan Inflasi Bikin Suku Bunga Bank Indonesia Bakal Turun
"Keputusan mempertahankan BI-Rate pada level 6 persen tetap konsisten dengan fokus kebijakan moneter yang pro-stability yaitu untuk menjaga stabilisasi nilai tukar rupiah," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur BI Bulan Maret 2024 di Jakarta, Rabu (20/3).
Keputusan untuk mempertahankan BI-Rate tersebut mendukung langkah pre-emptive dan forward looking untuk memastikan inflasi tetap terkendali dalam sasaran 2,5 plus minus satu persen pada 2024.
Di samping itu, kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran tetap pro-growth untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
BI menegaskan, inflasi saat ini tetap terjaga dalam kisaran sasaran 2,5 plus minus satu persen. inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Februari 2024 tercatat sebesar 2,75 persen secara year on year (yoy).
Kondisi itu, ditopang oleh inflasi inti yang rendah sebesar 1,68 persen (yoy) dan inflasi administered prices (AP) yang menurun menjadi 1,67 persen (yoy).
Sementara itu, inflasi volatile food meningkat menjadi 8,47 persen (yoy) dari 7,22 persen pada bulan sebelumnya, dipengaruhi oleh dampak El-Nino, faktor musiman, dan pergeseran musim tanam, yang terutama terjadi pada komoditas beras dan cabai merah.
Di sisi lain, kredit perbankan tumbuh 11,28 persen secara year on year (yoy) pada Februari 2024 terutama pada sektor pertanian, pertambangan, konstruksi, perdagangan, jasa sosial, dan jasa dunia usaha.
Pertumbuhan kredit didukung oleh kinerja rumah tangga dan korporasi yang diprakirakan terus meningkat setelah pemilihan umum (pemilu). Pertumbuhan kredit 2024 diperkirakan meningkat dan berada pada kisaran 10-12 persen. (*)
Baca juga:
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
Gerindra Pastikan Thomas Djiwandono Keponakan Prabowo Sudah Tidak Pegang KTA Partai
Thomas Djiwandono Dikabarkan Keluar dari Gerindra, Demi Posisi Deputi Gubernur BI
Sinyal Tukaran Posisi Deputi Gubernur BI Juda Agung dengan Wamenkeu Thomas Djiwandono
Deputi Gubernur BI Juda Agung Mundur, Keponakan Prabowo Mencuat Jadi Pengganti
Keponakan Prabowo Masuk Bursa Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia
Ternyata Penempatan Duit Rp 200 Triliun ke Himbara Tidak Signifikan Turunkan Bunga Kredit
Cadangan Devisa Indonesia Cukup Buat 6 Bulan Ekspor
Warga Makin Mudah Lakukan Pembayaran Digital, Transfer Capai Rp 25 Kuadriliun
Target RUU Redenominasi Rupiah Rampung 2027, BI Tegaskan Butuh Persiapan Matang
Surat Utang Global Bikin Cadangan Devisa Meningkat