Bandwagon Effect, Ketika Seseorang Suka Ikut-ikutan Tren
Jangan paksakan diri untuk mengikuti tren. (Foto: The Verge)
KAMU suka ikut-ikutan tren di TikTok atau Instagram? Atau mengikuti gaya selebgram yang lagi naik daun? Mungkin kamu bisa dibilang mengalami bandwagon effect. Meski umumnya tidak berbahaya, namun perilaku ini bisa menimbulkan dampak buruk bagi kehidupanmu.
Mengutip laman Alodokter, bandwagon effect adalah istilah untuk menggambarkan fenomena ketika seseorang cenderung mengikuti tren. Mulai dari gaya hidup, perilaku, cara berpakaian, cara berbicara, atau konten di media sosial. Dalam dunia psikologi, bandwagon effect termasuk dalam bias kognitif, yakni kondisi ketika pemikiran dipengaruhi oleh sesuatu yang sering dilakukan banyak orang.
Contohnya adalah mengikuti pola diet yang sedang dijalani oleh selebgram, mengikuti model berpakaian para influencer, atau membuat konten media sosial yang ramai diperbincangkan.
Baca juga:
TikTok 'Skullbreaker Challange', Tren Viral yang Berujung Fatal!
Salah satu penyebab bandwagon effect adalah perasaan ingin diterima atau diakui dalam kelompok. Contohnya orang-orang dalam kelompok tersebut memiliki pakaian dengan merek tertentu. Ini bisa membuatmu juga membeli merek pakaian yang serupa agar kamu bisa diterima di kelompok itu.
Mungkin masih ada beberapa orang yang memandang aneh dan mengucilkan orang yang tidak mengikuti tren. Nah, terkadang seseorang ikut melakukan tren agar tidak menerima perlakukan yang tidak menyenangkan atau agar tidak dikucilkan.
Baca juga:
Perilaku ikut-ikutan tren memang tidak ada salahnya. Ini juga sudah menjadi hal yang umum bagi manusia untuk meniru tren, baik secara sengaja mau pun tidak. Tapi bandwagon effect bisa merugikanmu jika tidak selektif dalam memilih tren.
Contoh tren yang tidak layak ditiru adalah tantangan yang bisa melukai dan membahayakan diri hanya untuk mendapatkan jumlah penonton yang banyak. Termasuk saat kamu berada di suatu kelompok yang percaya tentang tidak perlunya vaksinasi COVID-19. Nah agar tidak dipandang berbeda, kamu pun ikut-ikutan menolak untuk vaksinasi.
Tapi di sisi lain bandwagon effect bisa jadi positif kok. Misalnya saat kamu ikut berolahraga dengan temanmu. Hal ini bisa membuatmu terdorong untuk melakukannya secara rutin dan berdampak bagi bagi kesehatanmu. Ingat, jangan sampai kamu kehilangan dirimu sendiri demi bisa ikut orang lain. (and)
Baca juga:
Tren Seru Media Sosial yang Ramai Dilakukan saat #DiRumahAja
Bagikan
Andreas Pranatalta
Berita Terkait
Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta