Merahputih.com - Penutupan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) diperpanjang hingga pukul 09.30 WIB, Minggu (6/9). Penghentian sementara penerbangan dilakukan menyusul meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik.
Sebelumnya, operasional Bandara Soekarno-Hatta dijadwalkan dihentikan hingga pukul 05.30 WIB. Namun, otoritas bandara kemudian memperpanjang penutupan hingga pukul 09.30 WIB.
Sehubungan dengan meningkatnya aktivitas Erupsi Anak Gunung Krakatau Bandara Internasional Soekarno-Hatta melakukan penghentian operasional penerbangan pada pukul 05.30 sd 09.30 WIB,
tulis otoritas Bandara Soetta melalui akun Instagramnya, Minggu (6/9).
Penumpang yang memiliki jadwal penerbangan dari maupun menuju Bandara Soekarno-Hatta diminta mengecek kembali status dan jadwal penerbangan kepada maskapai masing-masing.
Baca juga:
Bandara Soekarno-Hatta Ditutup Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau, 33 Penerbangan Terdampak
Pihak bandara juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat penghentian sementara operasional tersebut.
170 Pesawat Tetap Aman di Area Bandara
Meski operasional penerbangan dihentikan sementara, pihak bandara memastikan seluruh pesawat yang sedang Remain Over Night (RON) berada dalam kondisi aman.
Sebanyak 170 pesawat disiagakan di area apron. Rinciannya, 66 pesawat berada di Terminal 1, 51 pesawat di Terminal 2, 49 pesawat di Terminal 3, dan empat pesawat berada di terminal kargo.
Penghentian operasional dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi abu vulkanik yang dapat mengganggu keselamatan penerbangan.
Baca juga:
209 Pergerakan Penerbangan Terdampak
Berdasarkan Notice to Airmen (NOTAM) terkait penutupan wilayah udara pada periode pukul 01.30 hingga 09.30 WIB, tercatat sebanyak 209 pergerakan penerbangan terdampak.
Dampak tersebut juga dirasakan oleh ribuan pengguna jasa penerbangan. Total terdapat 22.798 penumpang yang terdampak selama periode penutupan operasional.
Pihak terkait terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan kondisi sebaran abu vulkanik. Penyesuaian operasional penerbangan akan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi terbaru demi memastikan keselamatan penerbangan dan penumpang.