Bakom Klaim PLTS 100 GWp Bangun Kemandirian Energi Sekaligus Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 01 September 2026
Bakom Klaim PLTS 100 GWp Bangun Kemandirian Energi Sekaligus Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi

Ilustrasi PLTS. (Dok. PLN)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - PROGRAM Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) bukan sekadar target di atas kertas, melainkan langkah nyata pemerintah membangun kemandirian energi sekaligus memperkuat perekonomian nasional. Demikian disampaikan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari.

Qodari menjelaskan dimulainya program PLTS 100 GWp bukan sekadar penetapan target, melainkan langkah nyata untuk membangun sumber energi baru yang lebih kuat, mandiri, dan berkelanjutan bagi Indonesia.

“Dimulainya program Pembangkit Listrik Tenaga Surya atau PLTS 100 Gigawatt Peak (GWp) bukan sekadar penetapan target. Ini merupakan langkah nyata untuk membangun sumber energi baru yang lebih kuat, lebih mandiri, dan berkelanjutan bagi Indonesia,” ujar Qodari dalam keterangannya di Jakarta, Senin (31/8).

Langkah tersebut, kata Qodari, telah mulai diwujudkan. Pada 25 Agustus 2026, Presiden Prabowo Subianto melakukan groundbreaking pembangunan PLTS dengan total kapasitas 5,3 GWp yang tersebar di 14 lokasi di enam provinsi, dengan kegiatan utama dipusatkan di Jembrana, Bali.

“Ini menunjukkan pemerintah tidak berhenti pada wacana tentang kemandirian energi. Kita mulai membangunnya secara nyata, bertahap, dan terukur,” kata Qodari.

Baca juga:

Prabowo Siapkan 30 GW PLTS Gantikan PLTD, Negara Bisa Hemat Rp 73,9 Triliun



Ia menjelaskan program PLTS 100 GWp menjadi bagian penting dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Dengan memanfaatkan potensi energi matahari yang dimiliki Indonesia, kebutuhan energi nasional diharapkan semakin dapat dipenuhi dari sumber daya yang tersedia di dalam negeri. “Namun, bagi pemerintah, peralihan menuju energi bersih bukan hanya soal mengurangi emisi. Lebih daripada itu, transisi energi harus membawa manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional,” ujar Qodari.

Kementerian ESDM mencatat program ini diproyeksikan memiliki potensi penghematan hingga Rp 73,9 triliun setiap tahun. Di saat yang sama, emisi dapat ditekan hingga 140,16 juta ton CO2, dan sekitar 5,5 juta lapangan kerja berpotensi tercipta, terutama melalui pembangunan dan penguatan industri pendukungnya. “Oleh karena itu, pembangunan PLTS 100 gigawatt peak tidak akan berhenti pada pembangunan pembangkit listrik. Kita ingin membangun ekosistem energi surya nasional yang tumbuh dari hulu hingga hilir,” kata Qodari.

Lebih jauh, energi surya juga akan diperluas untuk menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar, sekaligus mendukung berbagai kegiatan produktif masyarakat. Dengan kebutuhan investasi sekitar Rp1.140 triliun, program ini turut membuka peluang besar bagi industri dalam negeri. “Akan tumbuh kebutuhan baru, investasi baru, lapangan kerja baru, dan pada akhirnya, kekuatan ekonomi baru,” ujar Qodari.

Qodari menegaskan pembangunan PLTS 100 GWp merupakan bagian dari upaya membangun energi yang lebih mandiri, ekonomi yang semakin kuat, dan manfaat pembangunan yang semakin luas. "Inilah semangat yang ingin kita bangun, energi yang lebih mandiri, ekonomi yang semakin kuat, dan manfaat pembangunan yang semakin luas,” kata Qodari.

Ia menutup dengan menyebut pembangunan PLTS 100 GWp sebagai langkah besar yang telah mulai diwujudkan pemerintah.

"PLTS 100 Gigawatt Peak adalah langkah besar. Dan hari ini, langkah besar itu sudah dimulai,” tutup Qodari.(Pon)

Baca juga:

Kerja Sama dengan Danantara, Gubernur Pramono Malah Takut Kekurangan Sampah untuk PLTS

#PLTS #M Qodari #Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Ba
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Bakom Klaim PLTS 100 GWp Bangun Kemandirian Energi Sekaligus Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
Program PLTS 100 GWp bukan sekadar penetapan target, melainkan langkah nyata membangun sumber energi baru yang lebih kuat, mandiri, dan berkelanjutan.
Dwi Astarini - Selasa, 01 September 2026
Bakom Klaim PLTS 100 GWp Bangun Kemandirian Energi Sekaligus Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
Indonesia
Guru PPPK Bisa Ikut CPNS Mulai 2027, Bakom Sebut Pemerintah Ingin Memberi Kepastian Status
Guru berstatus PPPK akan diberikan kesempatan mengikuti seleksi menjadi CPNS guru dengan proses yang dimulai pada awal 2027.
Dwi Astarini - Selasa, 01 September 2026
Guru PPPK Bisa Ikut CPNS Mulai 2027, Bakom Sebut Pemerintah Ingin Memberi Kepastian Status
Indonesia
Perlinsos Digital Pangkas Proses Pendaftaran Bansos dari 200 Hari Jadi 5 Menit
Perlinsos Digital merupakan sistem perlindungan sosial digital terintegrasi.
Dwi Astarini - Rabu, 19 Agustus 2026
Perlinsos Digital Pangkas Proses Pendaftaran Bansos dari 200 Hari Jadi 5 Menit
Indonesia
Prabowo Siapkan 30 GW PLTS Gantikan PLTD, Negara Bisa Hemat Rp 73,9 Triliun
Prabowo menargetkan pembangunan 30 GW PLTS tahun ini untuk menggantikan 13 GW PLTD, terutama di pulau terpencil dan daerah perdesaan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 14 Agustus 2026
Prabowo Siapkan 30 GW PLTS Gantikan PLTD, Negara Bisa Hemat Rp 73,9 Triliun
Indonesia
Kepuasan Jemaah Haji 2026 Melonjak, Ini Layanan dengan Nilai Tertinggi Menurut BPS
Survei BPS mencatat Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia 2026 mencapai 83,28 dan masuk kategori sangat memuaskan. Layanan bandara tertinggi 84,76.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 11 Agustus 2026
Kepuasan Jemaah Haji 2026 Melonjak, Ini Layanan dengan Nilai Tertinggi Menurut BPS
Indonesia
Qodari Tanggapi Survei Kepuasan Publik terhadap Prabowo, Minta Indikator Lebih Detail
Kepala Bakom RI Muhammad Qodari menanggapi survei SMRC terkait kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 31 Juli 2026
Qodari Tanggapi Survei Kepuasan Publik terhadap Prabowo, Minta Indikator Lebih Detail
Indonesia
Pemerintah Usulkan Pendanaan Haji 2027 60:40 Persen
Demi meringankan beban calon jemaah haji dalam membayar BPIH.
Dwi Astarini - Rabu, 15 Juli 2026
Pemerintah Usulkan Pendanaan Haji 2027 60:40 Persen
Indonesia
Bakom RI Ungkap Presiden Prabowo Minta Masa Tunggu Haji Dipersingkat
Pemerintah telah memangkas dan menyamaratakan masa tunggu keberangkatan jemaah haji reguler, dari semula rata-rata 40 tahun menjadi rata-rata 26 tahun.
Dwi Astarini - Rabu, 15 Juli 2026
Bakom RI Ungkap Presiden Prabowo Minta Masa Tunggu Haji Dipersingkat
Indonesia
Kabakom M Qodari Berharap Prabowo Lebih Sering Gunakan Teks saat Pidato Kenegaraan
Kepala Badan Komunikasi RI Muhammad Qodari berharap Presiden Prabowo Subianto lebih sering menggunakan teks saat pidato kenegaraan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 07 Juli 2026
Kabakom M Qodari Berharap Prabowo Lebih Sering Gunakan Teks saat Pidato Kenegaraan
Indonesia
Qodari Ungkap Presiden Ingin Himbara Menjadi Perbankan Patriotik
Presiden Prabowo menekankan sektor perbankan memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi yang manfaatnya harus semakin dirasakan masyarakat luas.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Juni 2026
Qodari Ungkap Presiden Ingin Himbara Menjadi Perbankan Patriotik
Bagikan