Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Benci-Rindu Macet-Macetan Mudik

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Jumat, 22 April 2022
Benci-Rindu Macet-Macetan Mudik

Diprediksi akan ada peningkatan volume kendaraan saat mudik. (Foto: Unsplash/Alexander Popov)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MUDIK tahun ini mau ke mana? Yogyakarta, Solo, Palembang, Surabaya, atau Semarang? Antusiasme masyarakat terutama umat muslim semakin membara menjelang perayaan Lebaran. Terlebih di tahun ini pemerintah sudah memperbolehkan mudik, tidak seperti dua tahun lalu karena tingginya angka COVID-19.

Presiden Joko Widodo dalam unggahan video di akun resmi Instagramnya mengatakan, mengutip survei Kementerian Perhubungan, akan ada 23 juta mobil dan 17 juta sepeda motor digunakan para pemudik pada arus mudik tahun 2022. Tentu angka tersebut jumlah sangat besar dan diperkirakan akan terjadi kemacetan parah. Oleh karena itu, Jokowi mengimbau untuk menghindari puncak arus mudik erjadi pada 28-30 April 2022.

Lampu hijau mudik di tahun ini menjadi pelunasan rindu lantaran dua tahun Lebaran tak kembali kampung. Dua tahun lalu pemerintah menganjurkan agar masyarakat tak mudik karena bisa menjadi mata rantai penyebaran COVID-19 bagi keluarga di kampung halaman. Meski begitu, masih ada saja orang-orang nekat mudik.

Banyak cara dilakukan pemudik, mulai dari naik truk sayur, menggunakan atribut ojekdaring, naik ambulans, sampai menyewa towing.

Baca juga:

Seberapa Antusias Warga +62 Ingin Mudik Mengobati Rindu Kampung Halaman

Bakalan Kangen Macet-Macetan di Mudik Tahun Ini
Akan ada 23 juta mobil yang digunakan saat mudik. (Foto: Unsplash/William Bout)

Di 2020 lalu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia Luhut Panjaitan mulai melakukan pelarang mudik per 24 April 2020, sedangkan penerapan saksi terkait pelarangan mudik mulai ditegakkan pada 7 Mei 2020. Hal tersebut terjadi mengingat pandemi COVID-19 masih tinggi-tingginya di Indonesia maupun dunia.

Namun, bukan tanpa sebab para pemudik nekat kembali ke kampung halamannya. Terutama, di tahun pertama pandemi, mereka memang tak ada pilihan karena hidup di ibukota semakin sulit setelah tak lagi bekerja atau dirumahkan imbas pandemi. Maka, mereka pulang kampung benar-benar tinggal di kampung karena tak ada lagi pekerjaan di kota.

Di tahun ini, nampaknya harapan untuk bisa bertemu keluarga dan flexing ke teman-teman di grup bisa tercapai. Beberapa orang bahkan sudah membeli tiket dari jauh-jauh hari lewat berbagai pilihan transportasi.

Berdasarkan survei preferensi mudik Lebaran 2022 Pegipegi melibatkan 600 responden pada tanggal 18-30 Maret 2022 diketahui hanya sebanyak 25 persen melakukan mudik pada tahun lalu, namun pada tahun ini meningkat mencapai 80 persen bersiap pulang kampung.

Hasil survei Pegipegi tersebut juga menunjukkan sebanyak 35 persen responden memilih pesawat sebagai transportasi mudik, disusul 35 persen lainnya memilih mobil pribadi.

Para pemudik, lanjut survei tersebut, sebanyak 41 persen memilih berangkat mudik pada tiga hari jelang Lebaran, sedangkan 19 persen responden memilih mudik pada tujuh hari jelang lebaran. Disusul sebanyak 14 persen akan mudik pada satu hari jelang Lebaran. Sementara untuk arus balik, 37 persen orang memilih untuk kembali pada tujuh hari setelah lebaran, dan sebanyak 27 persen memilih tiga hari sesudah Lebaran.

Mudik pastinya identik dengan macet-macetan. Tak heran jika Presiden Joko Widodo mengimbau masyarakat jangan mudik di puncak arus mudik agar tidak terjadi kepadatan. Meski macet bikin jengkel dan kesal, tapi macet tahun ini punya makna sangat berarti, paling tidak jadi pengobat rindu setelag dua tahun Lebaran tak mudik.

Baca juga:

Tetap Asyik Menulis Diary di Era 'A Day In My Life'

Bakalan Kangen Macet-Macetan di Mudik Tahun Ini
Jangan lupa membawa gitar untuk bernyanyi di tengah kemacetan. (Foto: Unsplash/Hannah Busing)

Macet di masa mudik ibarat benci-rindu bagi kebanyakan pemudik. Mereka tentu jengkel haru berlama-lama di jalan karena ingin segera bertemua sanak saudara di kampung halaman. Namun, macet-macet memang tak bisa dihindari saat mudik apalagi tahun ini sudah leluasa pulang kampung. Bahkan, kalau ingat macet-macetan jadi ingat pula kebiasaan unik para pemudik mengisi waktu luang di saat macet.

Pemudik biasanya sudah mempersiapkan perlengkapan ketika berada di tengah kemacetan, mulai dari membawa tikar, snack, gitar untuk nyanyi-nyanyi, speaker bluetooth, hingga stok rokok supaya enggak asam. Ketika melihat pemudik lain di depan keluar dari mobil, tak jarang ada juga mengikutinya dengan menggelar tikar di samping mobil.

Beberapa orang juga lebih memilih untuk stay di dalam mobil sambil bermain gawai dan menikmati dinginnya AC mobil. Namun, apa bisa bertahan sampai berjam-jam? Mereka akhirnya keluar mobil atau at least berdiri di sun roof mobil jika ada. (and)

Baca juga:

Mengenang Tempat Tamasya Masa Kecil Sekaligus Ajang Ngabuburit

#Mudik #Wisata #April Tematik +62 Bicara Kangen
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Stasiun Yogyakarta Kini Punya Lelana Gallery, Ruang Kreatif untuk UMKM Berbasis Budaya
Stasiun Yogyakarta kini memiliki Lelana Gallery yang menampilkan produk UMKM berbasis budaya dan keberlanjutan. Inisiatif KAI Wisata ini mendukung ekonomi kreatif lokal.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 Juli 2026
Stasiun Yogyakarta Kini Punya Lelana Gallery, Ruang Kreatif untuk UMKM Berbasis Budaya
Indonesia
Wong Kito Pemburu Kuliner-Belanja Langsung Gas, Dibuka Rute Baru Pelembang-Bandung!
Bandara Husein Sastranegara Bandung buka rute baru ke Bandar Lampung dan Palembang mulai Agustus 2026. Wings Air melayani penerbangan langsung dengan pesawat ATR 72 berkapasitas 72 kursi.
Wisnu Cipto - Selasa, 14 Juli 2026
Wong Kito Pemburu Kuliner-Belanja Langsung Gas, Dibuka Rute Baru Pelembang-Bandung!
Travel
Jalan-Jalan ke Arab Saudi Lebih Mudah dengan Package Visa, Bisa Fokus ke Pengalaman Wisata
Package Visa merupakan inisiatif digital yang mengintegrasikan penerbitan visa wisata secara langsung ke dalam pemesanan paket perjalanan yang telah dikurasi.
Dwi Astarini - Jumat, 10 Juli 2026
Jalan-Jalan ke Arab Saudi Lebih Mudah dengan Package Visa, Bisa Fokus ke Pengalaman Wisata
Travel
Aktivitas Menarik saat Liburan ke Candi Prambanan, Pastikan Nonton Sendratari 'Ramayana'
Beragam aktivitas menarik dapat dinikmati wisatawan dari berbagai kalangan di Candi Prambanan.
Dwi Astarini - Jumat, 10 Juli 2026
Aktivitas Menarik saat Liburan ke Candi Prambanan, Pastikan Nonton Sendratari 'Ramayana'
Travel
Kisah Relief Candi Prambanan, Media Pengajaran Hindu di Masanya
Setiap panel relief menghadirkan cerita yang sarat akan nilai moral, keagamaan, hingga kebudayaan.
Dwi Astarini - Jumat, 10 Juli 2026
Kisah Relief Candi Prambanan, Media Pengajaran Hindu di Masanya
Indonesia
5 Hal Yang Bikin Orang Asing Berwisata di Indonesia
Keberhasilan Desa Wisata Penglipuran yang meraih penghargaan Best Tourism Village dari UN Tourism pada 2023 harus terus dijaga melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 09 Juli 2026
5 Hal Yang Bikin Orang Asing Berwisata di Indonesia
Indonesia
Ingin Wisatawan Berkualitas, Imigrasi Minta Evaluasi Negara Penerima Bebas Visa Kunjungan
Pemberian bebas visa kunjungan tersebut mencakup 8+1 negara antara wilayah Asia Timur dan Selatan seperti Korea Selatan, Jepang, dan India. Kemudian negara di Australia, Selandia Baru
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 22 Juni 2026
Ingin Wisatawan Berkualitas, Imigrasi Minta Evaluasi Negara Penerima Bebas Visa Kunjungan
Indonesia
Spring Airlines Buka Rute Jakarta Shenzhen dan Guangzhou dari Bandara Soetta
Penambahan rute-rute internasional ini mencerminkan tingginya minat maskapai global untuk memperluas jaringan penerbangan menuju Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 17 Juni 2026
Spring Airlines Buka Rute Jakarta Shenzhen dan Guangzhou dari Bandara Soetta
Fun
Pilihan Asik Short Escape di PIK, Liburan Panjang Tetap Seru Tanpa Harus Keluar Jakarta
Kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) menawarkan banyak pilihan lokasi berlibur singkat tanpa harus bepergian terlalu jauh, tetapi tetap seru dan asik.
Wisnu Cipto - Kamis, 28 Mei 2026
Pilihan Asik Short Escape di PIK, Liburan Panjang Tetap Seru Tanpa Harus Keluar Jakarta
Indonesia
Jelang Libur Panjang Iduladha 2026, Kemenhub Fokus Pengawasan Keselamatan Bus AKAP
Kemenhub memperketat ramp check bus AKAP di 115 Terminal Tipe A menjelang libur Iduladha 2026. Penumpang diminta cek kelaikan armada lewat aplikasi Mitra Darat.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 23 Mei 2026
Jelang Libur Panjang Iduladha 2026, Kemenhub Fokus Pengawasan Keselamatan Bus AKAP
Bagikan