Bahaya, Jangan Sampai Anak Merasa Terbatasi

P Suryo RP Suryo R - Kamis, 10 November 2022
Bahaya, Jangan Sampai Anak Merasa Terbatasi

Anak yang bermain dapat menunjukan minatnya pada sesuatu. (freepik/jcomp)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SANGAT penting untuk memberikan aktivitas yang mampu membuat anak-anak mengeksplorasi berbagai hal baru. Dengan demikian anak-anak yang dapat mengeksplorasi dengan bebas apa yang disukai, cenderung lebih mudah bergaul dengan orang-orang yang memiliki minat yang sama.

Berbanding terbalik jika kamu membatasi keinginan anak-anak. Mereka cenderung memberontak dan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan.

Berilah kegiatan yang memang disukai oleh sang anak. Jangan memaksa melakukan kegiatan yang tidak disukainya. Itu berdampak timbulnya perasaan negatif terhadap aktivitasnya. Parahnya hubungan antara orang tua dan anak dapat terganggu. Begini yang dapat orangtua lakukan untuk menggali bakat dan minat anak.

Baca Juga:

Penyebab Anak Berbohong dan Cara Menyikapinya

anak
Jangan batasi kegiatan anak-anak sejauh itu masih dalam koridor aman. (Pixabay/devanocturno)


Memberi perhatian


Hal pertama yang dapat kamu lakukan untuk mengetahui keinginan anak adalah dengan memperhatikan apa yang dilakukannya ketika bermain. Ini akan membantumu dalam memahami minatnya. Misalnya apakah dia lebih suka berlarian atau duduk diam? Suka bermain di dalam ruangan atau luar?


Mendorong ekspresi


Maksudnya adalah membantu dia dalam mengekspresikan diri di rumah. Dengan memberikan mainan-mainan yang mampu mengeksplorasi kegiatan anak. Misalnya dengan memberikan mainan menggambar atau melukis, siapa tahu dia memiliki bakat di bidang itu. Mainan-mainan lainnya yang membantu mengekspresikan diri.

Baca Juga:

Bagaimana Berhubungan Baik dengan Anak Remajamu

anak
Kegiatannya membuat anak-anak mengembangkan kreativitasnya. (Pexels/Kindel Media)


Memberikan pujian


Mungkin bagi sebagian orang, pujian merupakan hal yang biasa. Namun, hal ini berbeda dengan yang dirasakan oleh anak-anak. Berilah setiap apresiasi dari apa yang telah dicapainya. Itu membuat anak lebih berani dalam mengekspresikan diri dan jujur tentang kegiatan yang disukai dan tidak disukai olehnya.


Jangan egois


Sangatlah penting untuk dipahami bahwa sebagai orang tua kita tidak boleh untuk egois hanya demi memenuhi hasrat dan keinginanmu. Ini akan membuat anak menjadi tertekan, jadi tidak ada salahnya jika kamu mengikuti apa yang anak kamu impikan. Kamu hanya perlu memberikan pengarahan baik dan buruk tentang pilihan yang diinginkannya. (nbl)

Baca Juga:

Dukung Kemauan Anak Berolahraga Tanpa Keluar Banyak Biaya

#Lipsus November Anak-anak #Parenting #Kesehatan #Kesehatan Mental #Anak
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Sekitar 2 persen orang dewasa di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Olahraga
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Raphael Varane mengaku dirinya mengalami depresi saat masih membela Real Madrid. Ia menceritakan itu saat wawancara bersama Le Monde.
Soffi Amira - Rabu, 03 Desember 2025
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Bagikan