Bagaimana Nama "Karen" Menjadi Nama yang Melambangkan Kebencian

P Suryo RP Suryo R - Selasa, 04 Agustus 2020
Bagaimana Nama

Berkembang istilah Karen yang diambil dari nama perempuan. (Foto: Unsplash/Dane Deaner)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BERAWAL dari meme, nama "Karen" tidak lagi menjadi nama cantik tapi menjadi istilah yang merendahkan. Padahal, pada tahun 1951 hingga 1968, nama "Karen" ini sangat populer dan menempati posisi 10 teratas di Amerika Serikat. Sekarang, nama ini berada di posisi yang ke 635 nama yang populer.

"Karen adalah nama yang tidak akan dipakai untuk menamai seorang akan lagi," ucap Lisa Nakamura, direktur Institut Studi Digital di Universitas Michigan, tulis CNN.

Baca Juga:

Mukbang Membawa Kebiasaan Pola Makan yang Buruk

karen
Karen adalah perempuan kulit putih yang arogan. (Foto: Unsplash/Tim Gouw)

Melansir laman CNN, rupanya tidak hanya "Karen", nama "Susan", "Becky", dan "Chad" digunakan oleh masyarakat berkulit hitam untuk mengolok orang berkulit putih yang rasis. "You are such a Karen, don't be a Karen." Saat ini, nama "Karen" lah yang paling sering digunakan untuk mendeskripsi perempuan paruh baya berkulit putih yang sok, egois, rasis, suka mengeluh, dan hal-hal negatif lainnya.

Melansir laman The Conversation, meskipun banyak analisis media tentang apa arti Karen yang sebenarnya, penggunaannya sederhana. Sebagai contoh, dilihat bahwa orang-orang yang menyangkal adanya rasisme, panik membeli tisu, atau menyerukan diakhirinya PSBB disebut sebagai “Karens”

Bahkan, saat ini arti dan penggunaan nama "Karen" sudah berevolusi. Yang awalnya hanya digunakan untuk perempuan paruh baya, kamu bisa saja seorang lelaki, dan warna kulit apapun. Donald Trump bahkan kerap disebut sebagai seorang "Karen."

Lalu bagaimana ya perasaan orang-orang bernama “Karen” yang mungkin tidak berkepribadian buruk seperti para “Karens” yang menjadi meme itu?

Baca Juga:

Karakter Kamu dapat Terlihat dari Tanda Tangan

donald
Donald trump saat ini dipanggil Karen pula. (Foto: Pixabay/geralt)

Walau istilah ini sangat dikenal, Karen Sun mengatakan kepada CNN bahwa walaupun terkadang teman-temannya mengejek, semua hanya lelucon saja. “Tidak ada penindasan sistemik yang nyata. Itu tidak akan mencegahmu untuk menikah, atau mendapatkan perawatan kesehatan. Kamu akan dipanggil seorang “Karen” kalau kamu bertindak kasar,” ucap Sun.

Karen Shim juga mengatakan bahwa ia merasakan hal yang sama kepada CNN. Walaupun dia tahu meme atau komentar-komentar yang berhubungan dengan nama “Karen” tidak ditujukan padanya secara spesifik, “It feels personal, because it’s my name.”

Bagaimanapun, ini membuat mereka susah untuk merasa nyaman terbuka dalam situasi tertentu. (lev)

Baca Juga:

Lakukan Detoks Media Sosial dengan 4 Cara Ini

#Rasis #Rasisme
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love

Berita Terkait

Indonesia
Polri Diminta Jangan Lindungi Anak Perwira Polisi Pembuat Konten Lomba Rasis, Bisa Dijerat Pakai UU ITE dan KUHP
Tindakan menormalisasi rasisme demi konten dan popularitas sangat berbahaya karena berpotensi merusak harmoni sosial dan memicu konflik horizontal di tengah masyarakat
Angga Yudha Pratama - Senin, 11 Mei 2026
Polri Diminta Jangan Lindungi Anak Perwira Polisi Pembuat Konten Lomba Rasis, Bisa Dijerat Pakai UU ITE dan KUHP
Olahraga
Penyerang Bhayangkara FC Tetap pada Pernyataan soal Dugaan Rasis Gelandang Persib Marc Klok, Tidak Mau Berkomentar Lagi di Publik
“Saya ingin menegaskan bahwa saya berdiri pada pernyataan saya - saya yakin dengan apa yang saya dengar dan saya lidak akan mengangkat hal seperti ini tanpa alasan yang serius," tulis Henry Doumbia soal dugaan rasis Marc Klok.
Frengky Aruan - Rabu, 06 Mei 2026
Penyerang Bhayangkara FC Tetap pada Pernyataan soal Dugaan Rasis Gelandang Persib Marc Klok, Tidak Mau Berkomentar Lagi di Publik
Olahraga
Ricky Kambuaya Dapat ‘Serangan’ Rasisme Usai Laga Dewa United Banten FC Vs Persib Bandung, Beri Respons Berkelas
Gelandang Dewa United Banten FC menjadi sasaran serangan rasisme di akun media sosial.
Frengky Aruan - Selasa, 21 April 2026
Ricky Kambuaya Dapat ‘Serangan’ Rasisme Usai Laga Dewa United Banten FC Vs Persib Bandung, Beri Respons Berkelas
Olahraga
Komentar Pedas Sneijder Soal Dugaan Rasisme Prestianni Berujung 5 Ribu Teror Maut dari Netizen Argentina
Kemarahan publik Argentina disinyalir berakar dari sikap Sneijder mendukung langkah tegas otoritas sepak bola Eropa
Angga Yudha Pratama - Jumat, 27 Februari 2026
Komentar Pedas Sneijder Soal Dugaan Rasisme Prestianni Berujung 5 Ribu Teror Maut dari Netizen Argentina
Olahraga
UEFA Bertindak, Gianluca Prestianni Absen Lawan Real Madrid di Leg 2 Playoff Liga Champions
Gianluca Prestianni absen lawan Real Madrid di leg kedua playoff Liga Champions. Ia terancam dilarang main 10 pertandingan.
Soffi Amira - Selasa, 24 Februari 2026
UEFA Bertindak, Gianluca Prestianni Absen Lawan Real Madrid di Leg 2 Playoff Liga Champions
Olahraga
Ratchaburi FC Kampanyekan Anti Rasisme Usai Leg Kedua 16 Besar Melawan Persib Bandung di GBLA
Laga Persib vs Ratchaburi FC diwarnai sejumlah insiden dan pelanggaran yang dilakukan suporter. Seperti penyalaan suar dan petasan, pelemparan benda, hingga invasi ke lapangan
Frengky Aruan - Kamis, 19 Februari 2026
Ratchaburi FC Kampanyekan Anti Rasisme Usai Leg Kedua 16 Besar Melawan Persib Bandung di GBLA
Olahraga
Prestianni Bantah Ucapkan Kalimat Rasis, Benfica Pasang Badan
Pemain muda Argentina, Gianluca Prestianni, bergerak cepat menangkis tudingan yang menyebut dirinya melontarkan hinaan rasis
Angga Yudha Pratama - Kamis, 19 Februari 2026
Prestianni Bantah Ucapkan Kalimat Rasis, Benfica Pasang Badan
Olahraga
Gianluca Prestianni Bantah Tuduhan Rasis ke Vinicius, Sebut Cuma Salah Dengar
Pemain Benfica, Gianluca Prestianni, membantah tuduhan rasis ke Vinicius Junior. Ia mengatakan, bahwa Vinicius salah dengar.
Soffi Amira - Rabu, 18 Februari 2026
Gianluca Prestianni Bantah Tuduhan Rasis ke Vinicius, Sebut Cuma Salah Dengar
Olahraga
Insiden Rasisme Warnai Laga Benfica vs Real Madrid, Vinicius Junior Geram
Vinicius Junior menjadi korban rasisme di laga Benfica vs Real Madrid. Hal itu dilakukan oleh Gianluca Prestianni.
Soffi Amira - Rabu, 18 Februari 2026
Insiden Rasisme Warnai Laga Benfica vs Real Madrid, Vinicius Junior Geram
Indonesia
Transjakarta Pasang Badan Lindungi Korban Rasisme, Manajemen Sediakan Hotline Jika Darurat
Transjakarta sangat menyesalkan adanya kejadian yang dilakukan oleh salah satu pelanggan terhadap pelanggan lain, seperti yang terekam pada video
Angga Yudha Pratama - Selasa, 17 Februari 2026
Transjakarta Pasang Badan Lindungi Korban Rasisme, Manajemen Sediakan Hotline Jika Darurat
Bagikan