MerahPutih.com - Real Madrid unggul di menit ke-50 berkat tendangan spektakuler dari Vinicius. Sejak saat itu, suasana laga Benfica vs Real Madrid berubah total.
Pemain Brasil itu mendapat kartu kuning setelah mencetak gol. Lalu, ketegangan meningkat antara kedua tim, yang menyebabkan pertengkaran sengit di lapangan. Situasi memanas hingga wasit mengaktifkan protokol anti-rasisme.
Vinicius menuduh Gianluca Prestianni memanggilnya "mono" (monyet). Namun, tuduhan tersebut belum terbukti kebenarannya.
Pemain sayap Argentina itu tampak menutupi mulutnya dengan jersey saat dugaan ucapan tersebut, sehingga tidak ada bukti jelas tentang apa yang dikatakan.
Pertandingan dihentikan selama 10 menit, kemudian para ofisial berdiskusi dengan para pemain dan staf. Setelah diskusi panjang, kedua tim kembali ke lapangan untuk menyelesaikan pertandingan playoff Liga Champions tersebut.
Baca juga:
Insiden Rasisme Warnai Laga Benfica vs Real Madrid, Vinicius Junior Geram
Instagram Gianluca Prestianni Dibanjiri Kritik dan Komentar Pedas
View this post on Instagram
Kontroversi dengan cepat menyebar ke luar stadion. Akun Instagram Prestianni dibanjiri kritik dan hinaan, sementara para penggemar mendukung Vinicius dan menyebut pemain Benfica itu rasis.
Lalu, kecaman menjadi begitu luar biasa, sehingga Prestianni akhirnya menonaktifkan komentar di unggahannya.
Ia juga memberikan tanggapan melalui Instagram Story, yang menyampaikan versinya tentang kejadian tersebut.
“Saya ingin memperjelas bahwa saya sama sekali tidak melontarkan hinaan rasis kepada Vinicius Junior, yang sayangnya salah menafsirkan apa yang ia dengar. Saya tidak pernah bersikap rasis terhadap siapa pun, dan saya menyesali ancaman yang saya terima dari para pemain Real Madrid," jelasnya.
Prestianni dijadwalkan akan bermain di Bernabeu pada 25 Februari 2026 dalam leg kedua babak play-off 16 besar Liga Champions. (sof)
Baca juga:

