MerahPutih.com - Wali Kota Solo sekaligus wakil presiden (Wapres) terpilih Gibran Rakabuming Raka menanggapi adanya kritikan dari para pakar yang menyebut, pembentukan Badan Penerimaan Negara (BPN) akan membuat kabinet Prabowo-Gibran gemuk.
Putra sulung presiden Jokowi ini mengungkapkan saat ini terkait menteri dan nama lembaga negara masih dilakukan pembahasan.
“Itu nanti saja ya, nanti aja. Masih dilakukan pembahasan,” kata Gibran di Balai Kota Solo, Jumat (5/4).
Baca juga:
Gibran Bantah Pernyataan Hasto tentang Jokowi Ingin Rebut PDIP dari Megawati
Dia mengatakan kalau sudah ada kepastian dibentuknya lembaga itu akan ada penjelasan lebih lanjut.
“Kalau sudah ada kepastian semuanya nggih, makasih ya,” pungkasnya.
Diketahui, Pasangan terpilih presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka bertekad untuk meningkatkan penerimaan negara usai resmi dilantik.
Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah dengan mendirikan Badan Penerimaan Negara (BPN).
Anggota Dewan Pakar TKN Drajad Wibowo mengatakan bahwa saat ini pembentukan BPN masih dalam pembahasan. Hanya saya dirinya belum membeberkan kapan implementasi BPN akan dilakukan.
Baca juga:
Guru Besar IPB Sebut Prabowo-Gibran Menang Dibantu Bansos, Gibran: Buktikan Saja
Menurutnya BPN akan didirikan segera usai Prabowo-Gibran resmi dilantik guna meningkatkan penerimaan negara.
“Pembahasan tentu sudah ada. Untuk implementasinya idealnya si segera mungkin karena penerimaan negara perlu naik cukup besar," ujar Drajad, Kamis (4/4).
Nantinya, pembentukan BPN akan langsung dibawahi oleh Presiden terpilih yakni Prabowo Subianto. Hal ini berbeda dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang berada dalam lingkup Kementerian Keuangan.
"BPN langsung di bawah presiden. Peran Kemenkeu seperti treasury di berbagai negara," katanya. (Ismail/Jawa Tengah)
Baca juga:
Cetak Sejarah Dilantik IKN, Gibran Ngaku Ikuti Aturan MPR RI