Awas! Terlalu Lama Sendiri Berisiko Terkena Demensia

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Jumat, 02 November 2018
Awas! Terlalu Lama Sendiri Berisiko Terkena Demensia

Terlalu lama sendiri dan kesepian dapat meningkakan risiko terkena demensia (Foto: Pixabay/geralt)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DEMENSIA merupakan sebuah sindrom yang berakitan dengan penuruan kemampuan fungsi otak. Gejala dimensia meliputi berkurangnya daya ingat, penurunan kemampuan berpikir, seperti sulit memahami sesuatu, banyak melakukan pertimbangan, sulit memahami bahasa, serta menurunnya kecerdasan mental.

Bagi kamu yang telah melajang terlalu lama, risiko terkena demensia akan meningkat. Kendati kamu bisa survive dengan kesendirianmu, fakta mengungkapkan bahwa kesendirian akan memengaruhi kualitas otak kamu.

Seperti yang dilansir laman Daily Mail, sebuah studi belum lama ini menjelaskan bahwa terlalu lama sendiri akan meningkatkan risiko demensia sebanyak 40%, meskipun kamu merasa dikelilingi orang-orang yang menyayangimu.

Terlalu lama sendiri dapat tingkatkan risiko demensia sebanyak 40%. (Foto: pixabay/free-photos)

Studi itu dilakukan selama 10 tahun. Salah satu alasan terkuat dari hasil tersebut ialah kesendirian memengaruhi terjadinya peradangan di otak. Selain itu, kesendirian memungkinan seseorang untuk menjalani sebuah gaya hidup yang tak sehat.

Kendati demikian, penyebab demensia sendiri masih belum diketahui, tapi bukti yang ada saat ini menjelaskan bahwa diet serta olahraga yang cukup dapat memperkecil risiko sindrom yang mengganggu memori otak tersebut.

Dalam hal ini, kamu harus sadar bahwa bersosialisasi sangat penting guna menjaga pikiran kamu agar tetap aktif. Caranya ialah dengan meningkatkan kesehatan kognitif. Para peneliti juga menganalisis 12.030 orang di atas usia 50 tahun dan menekanan bahwa kesepian atau kesendirian dapat meningkatkan risiko demensia.

Meski berada ditengah keramaian, bukan berati seseorang tak merasa kesepian.(Foto: pixabay/antranias)

Studi tersebut turut melibatkan para peserta yang melaporkan tentang kesepian dan isolasi sosial yang mereka rasakan. Dimana hal itu dibandingkan dengan banyaknya kontak sosial yang mereka jalani.

"Hal ini termasuk juga dengan perasan jika kamu tidak cocok atau tak termasuk orang-orang disekitarmu," ucap Dr Angelina Sutin dari Universitas Negeri Florida

Disamping itu, fakta lain menjelaskan jika kamu dapat berada disekitar banyak orang dan berinteraksi dengan mereka, tapi beberapa orang merasa kesepian.

"Dari luar sepertinya mungkin seseorang memiliki interaksi atau keterlibatan sosial yang tinggi, namun perasaan subjektifnya ialah dia bukan bagian dari grup dan tetap merasa sendirian" lanjut Sutin.

Status kognitif para orang-orang yang jadi objek penelitian, dinilai pada awal penelitian dan setiap dua tahun selama satu dekade melalui wawancara telepon. Selama penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Gerontology: Psychological Sciences, 1.104 orang yang menjadi objek penelitian terbukti menderita demensia.

Risiko demensia tak memandang suku, agama, ras, jenis kelamin ataupun tingkat pendidikan. (Foto: pixabay/duy_ittn)

Hasil menunjukkan kesepian meningkatkan risiko demensia seseorang lebih besar 40%. Dalam hal ini tanpa memandang Suku, Agama, Ras, Jenis Kelamin dan tingkat pendidikan mereka. Bahkan telah disesuaikan seperti orang yang kesepian menjadi kurang aktif ataupun lebih suka merokok, risiko demensia mereka tetaplah tinggi.

"Kami bukan orang pertama yang menunjukan jika kesepian dikaitkan dengan peningkatan risiko demensia, akan tetapi sejauh ini penelitian ini melibatkan sampel terbesar, tindak lanjut yang panjang dan penduduknya yang lebih beragam" ucap Sutin.

Dalam kasus ini Dr Sutin pun menyarankan mereka yang merasa terkucil secara sosial untuk tak menyalahkan diri sendiri. (ryn)

Baca juga yuk artikel menarik yang lainnya Usia Paling Aman Hadiahi Anak Smartphone Versi Bill Gates

#Tips Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fun
6 Tips Menjaga Kesehatan Anak saat Liburan Sekolah di Tengah Cuaca Ekstrem
Cuaca ekstrem saat liburan sekolah dapat meningkatkan risiko dehidrasi, ISPA, hingga DBD pada anak.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 25 Juni 2026
6 Tips Menjaga Kesehatan Anak saat Liburan Sekolah di Tengah Cuaca Ekstrem
Fun
Opor, Rendang, Kue Kering: Berapa Kalori Ideal yang Dikonsumsi saat Lebaran?
Berapa kalori makanan Lebaran seperti opor ayam, rendang, dan kue kering? Simak tips mengatur pola makan agar tetap sehat saat Lebaran.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 17 Maret 2026
Opor, Rendang, Kue Kering: Berapa Kalori Ideal yang Dikonsumsi saat Lebaran?
Fun
Cara Menikmati Hidangan Lebaran Tanpa Khawatir Berat Badan Naik, Simak 6 Tips Ini
Simak 6 tips menjaga berat badan saat Lebaran tanpa harus menahan makan. Tetap bisa menikmati opor, rendang, dan kue kering dengan bijak.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 17 Maret 2026
Cara Menikmati Hidangan Lebaran Tanpa Khawatir Berat Badan Naik, Simak 6 Tips Ini
Indonesia
Dokter Spesialis Beberkan Beda Serangan Jantung dengan Kematian Jantung Mendadak
Gangguan irama jantung atau aritmia menjadi aktor intelektual di balik sekitar 26,3 persen kasus kematian jantung
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 14 Februari 2026
Dokter Spesialis Beberkan Beda Serangan Jantung dengan Kematian Jantung Mendadak
Indonesia
Menu Makanan Penangkis Flu Musim Hujan Rekomendasi Dietisien RSCM
Tak kalah penting, kandungan zinc yang ditemukan dalam daging merah, susu, dan olahan kedelai berperan besar dalam meningkatkan fungsi sel imun
Angga Yudha Pratama - Rabu, 07 Januari 2026
Menu Makanan Penangkis Flu Musim Hujan Rekomendasi Dietisien RSCM
Lifestyle
Air Kelapa Lebih dari Sekadar Segar! Ini Manfaatnya yang Vital untuk Ibu Hamil dan Pembentukan Air Ketuban
Dokter Dara menyarankan bahwa konsumsi rutin air kelapa diperbolehkan karena manfaat positifnya yang kaya antioksidan dan elektrolit
Angga Yudha Pratama - Senin, 21 April 2025
Air Kelapa Lebih dari Sekadar Segar! Ini Manfaatnya yang Vital untuk Ibu Hamil dan Pembentukan Air Ketuban
Fun
Resolusi Kesehatan Zodiak di 2025: Sagitarius Rutin Olahraga, Capricorn Perlu Banyak Meditasi, dan Aquarius Perbaiki Pola Tidur
Sagitarius, Aquarius, dan Capricorn punya catan penting soal kesehatan saat memulai 2025.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 03 Januari 2025
Resolusi Kesehatan Zodiak di 2025: Sagitarius Rutin Olahraga, Capricorn Perlu Banyak Meditasi, dan Aquarius Perbaiki Pola Tidur
Fashion
Tanda Skin Barrier Kamu Rusak dan Cara Memperbaikinya
Sejumlah faktor bisa merusak skin barrier.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 06 November 2024
Tanda Skin Barrier Kamu Rusak dan Cara Memperbaikinya
Lifestyle
Mengapa IShowSpeed Selalu Energik saat Streaming? ini Jawabannya
Mengapa IShowSpeed selalu energik saat streaming? Mungkin beberapa tips ini bisa menjadi jawabannya.
Soffi Amira - Sabtu, 21 September 2024
Mengapa IShowSpeed Selalu Energik saat Streaming? ini Jawabannya
Lifestyle
Mencuci Buah tak Selalu Efektif Kurangi Pestisida
Pestisida bisa masuk jauh ke buah.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Agustus 2024
Mencuci Buah tak Selalu Efektif Kurangi Pestisida
Bagikan