Awas, Beredar Pembalut Mengandung Klorin Berkadar Tinggi

Fredy WansyahFredy Wansyah - Selasa, 07 Juli 2015
 Awas, Beredar Pembalut Mengandung Klorin Berkadar Tinggi

Ilustrasi: kampanye pembalut (Foto: Elitedaily)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional - Pembalut wanita mengandung zat klorin tinggi beredar luas di pasaran. Temuan ini berdasarkan uji lab Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dalam pengujian kadar klorin.

"Ada sembilan merek pembalut wanita yang mengandung klorin yang bersifat racun," papar Arum Dinta, peneliti di YLKI, di Jakarta, Selasa (7/7).

Berdasarkan hasil uji lab tersebut, YLKI menyatakan bahwa pembalut berklorin tertinggi ialah merek Charm, dengan 54,73 ppm. Secara berturut, setelah Charm, ada Nina Anion dengan klorin 39,2 ppm, My Lady dengan klorin 24,4 ppm, dan VClass Ultra dengan klorin 17,74 ppm. Sementara Kotex, Laurier, Softex, Hers Protex, dan SOFTNESS juga masuk dalam daftar pembalut mengandung klorin 6-8 ppm.

YLKI menjelaskan, efek klorin tinggi tersebut dapat menimbulkan gangguan kesehatan, seperti gangguan alat reproduksi, keputihan, gatal-gatal, iritasi bahkan dapat menyebabkan kanker.

YLKI juga menganalisis label produk pembalut. Hasilnya, YLKI menemukan produk yang tidak mencantumkan komposisi kemasan sebanyak 52 persen dan tidak mencantumkan tanggal kedaluarsa sebanyak 57 persen.

YLKI menyatakan, pembalut berklorin melanggar Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. "Konsumen harus berhati-hati memilih produk pembalut karena menyangkut kesehatan reproduksi," kata Ketua Harian YLKI Tulus Abadi. (fre)

Baca Juga:

Jusuf Kalla: Produksi Batik Tahun Ini Rp6 Triliun

BPOM Sita Produk-Produk Ilegal Senilai Rp27,6 Miliar

Target Ekspor Produk Kecantikan Dinaikkan US$3,6 Miliar

#YLKI #Pembalut Wanita
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita
DJP Ungkap Fakta Pajak Pembalut: Masih Kena PPN Efektif 11 Persen, Ini Alasannya
DJP menegaskan pembalut masih dikenai PPN efektif 11 persen. Simak aturan pajak pembalut 2026, alasan belum bebas PPN, dan penjelasan pemerintah.
ImanK - 6 menit lalu
DJP Ungkap Fakta Pajak Pembalut: Masih Kena PPN Efektif 11 Persen, Ini Alasannya
Indonesia
Viral Pembalut Kena PPN 12 Persen, Indonesia Masih Tertinggal dari Negara Lain?
Pembalut masih kena PPN di Indonesia. Namun, sejumlah negara menggratiskan produk menstruasi.
Soffi Amira - 2 jam, 14 menit lalu
Viral Pembalut Kena PPN 12 Persen, Indonesia Masih Tertinggal dari Negara Lain?
Indonesia
Mengapa Pembalut Belum Bebas PPN? Ini Penjelasan dan Aturan yang Berlaku
DJP menegaskan pembalut masih dikenai PPN di Indonesia. Tarif resmi 12 persen, tetapi beban efektifnya setara 11 persen. Simak aturan dan wacana pembebasannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 29 Oktober 2026
Mengapa Pembalut Belum Bebas PPN? Ini Penjelasan dan Aturan yang Berlaku
Indonesia
Hak Konsumen Terganggu Imbas Listrik Padam, YLKI Minta Prabowo Turun Tangan
YLKI mendesak Prabowo turun tangan atas pemadaman listrik bergilir di Indonesia. Gangguan listrik dinilai merugikan konsumen dan perlu evaluasi menyeluruh.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 22 Juni 2026
Hak Konsumen Terganggu Imbas Listrik Padam, YLKI Minta Prabowo Turun Tangan
Indonesia
Mati Listrik Sumatra, Konsumen Merugi, YLKI Minta PLN Tanggung Jawab
Gangguan kelistrikan tentu menyebabkan kerugian, baik dari PLN maupun masyarakat sebagai konsumen.
Dwi Astarini - Senin, 25 Mei 2026
Mati Listrik Sumatra, Konsumen Merugi, YLKI Minta PLN Tanggung Jawab
Indonesia
YLKI Kritik Penonaktifan PBI BPJS Kesehatan, Dinilai Rugikan Pasien Penyakit Kronis
YLKI mengkritik penonaktifan PBI BPJS Kesehatan. Hal itu dinilai merugikan pasien penyakit kronis.
Soffi Amira - Selasa, 10 Februari 2026
YLKI Kritik Penonaktifan PBI BPJS Kesehatan, Dinilai Rugikan Pasien Penyakit Kronis
Indonesia
Aqua Dianggap Bohongi Konsumen soal Sumber Air, YLKI Minta Pemerintah Lakukan Audit
Aqua kini dianggap membohongi konsumen soal sumber air. YLKI pun meminta pemerintah untuk melakukan audit terhadap produsen air minum tersebut.
Soffi Amira - Jumat, 24 Oktober 2025
Aqua Dianggap Bohongi Konsumen soal Sumber Air, YLKI Minta Pemerintah Lakukan Audit
Indonesia
Harga Beras di Retail Moderen Bisa Capai Rp 130 Per 5 Kilogram, YLKI Pertanyakan Stok Beras Melimpah
YLKI mencatat soal polemik beras, pada sisi konsumen definisi stok beras melimpah seharusnya bukan hanya berada di hulu/gudang saja melainkan harus tersedia di pasaran.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 06 September 2025
Harga Beras di Retail Moderen Bisa Capai Rp 130 Per 5 Kilogram, YLKI Pertanyakan Stok Beras Melimpah
Indonesia
Soal Penyesuaian Tarif Air, YLKI: Kualitas Layanan dan Distribusi Harus Baik
Survei YLKI menunjukkan bahwa mayoritas pelanggan PAM Jaya merasa tarif air yang ada sudah cukup wajar.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 14 Januari 2025
Soal Penyesuaian Tarif Air, YLKI: Kualitas Layanan dan Distribusi Harus Baik
Bagikan