Kesehatan

Atasi Kondisi Preeklampsia yang Bisa Berakibat Fatal

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 02 November 2020
Atasi Kondisi Preeklampsia yang Bisa Berakibat Fatal

Waspadai gejala preeklampsia. (Foto: Unsplash/Alicia Petresc)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MESKI kerap tak disadari, kondisi preeklampsia pada ibu hamil bisa cukup mengkhawatirkan. Preeklampsia dapat menyebabkan kompikasi kehamilan serius seperti kerusakan pada organ vital sampai malformasi pada bayi yang belum lahir. Preeklampsia disebabkan kenaikan tekanan darah secara drastis atau terdapat kandungan protein pada urine. Gejalanya berupa kelelahan, mual, sesak napas, dan mudah mengalami memar.

Seperti dilansir Mayoclinic, preeklampsia umumnya terjadi pada kehamilan pertama. Biasanya penyakit ini menyerang ibu yang memang sebelumnya mengidap hipertensi. Namun, preeklampsia juga bisa terjadi pada ibu yang sudah melahirkan banyak anak. Bagaimana cara pencegahan dan mengobati kondisi preeklampsia? Simak ulasan berikut.

BACA JUGA:

Mengapa Kita Kelelahan di Sore Hari?

1. Prioritaskan istirahat

ibu hamil
Ibu hamil wajib istirahat. (Foto: Pixabay/alessandraamendess)

Karena preeklampsia berbahaya bagi janin, sebaiknya ibu lebih banyak istirahat saja di rumah. Ibu hamil yang memiliki riwayat preeklampsia baru boleh melakukan olahraga ringan setelah kandungan dianggap kuat oleh dokter.


2. Minum suplemen yang mengandung antioksidan

vitamin
Konsumsi suplemen tinggi vitamin. (Foto: Pixabay_stevepb)

Kadar vitamin C dan E di dalam tubuh seorang ibu hamil yang mengidap preeklampsia sangat rendah. Tak heran dokter akan menyarankan untuk rutin konsumsi suplemen yang mengandung vitamin C dan E atau antioksidan tinggi. Selain untuk mengurangi gejala preeklampsia, suplemen yang mengandung antioksidan juga bagus untuk perkembangan janin.

3. Jangan malas check-up

dokter
Rutin cek ke dokter. (Foto: Pixabay_voltamax)

Nah ini dia penyakit ibu hamil apalagi kalau sudah punya beberapa anak. Biasanya akan semakin malas untuk check up karena menganggap diri sendiri sudah berpengalaman. Baik ibu dengan kehamilan normal atau memiliki riwayat preeklampsia wajib untuk rutin cek kandungan sesuai waktu yang telah ditentukan oleh dokter. Dengan begitu, dokter bisa mengantisipasi jika ternyata ada sesuatu selama proses kehamilan.

4. Kurangi konsumsi garam

garam
Hindari konsumsi makanan gurih. (Foto: Pixabay_andreas160578)

Makanan yang gurih dan asin bisa memicu preeklampsia pada ibu hamil karena meningkatkan tekanan darah. Untuk itu sebaiknya kurangi kadar garam pada masakan selama proses kehamilan.(mar)

BACA JUGA:

Satu Hit Penyelamat Grup Idola K-Pop dari Kegagalan Total

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Maria Theresia

Your limitation -- it's only your imagination.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fun
Apa Itu Nutri-Level? Kenali Arti Warna Label Gizi dan Kaitannya dengan Pencegahan Diabetes
Kenali Nutri-Level, sistem label gizi dengan empat kategori warna untuk membantu masyarakat memahami kandungan gula, garam, dan lemak pada produk.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 November 2026
Apa Itu Nutri-Level? Kenali Arti Warna Label Gizi dan Kaitannya dengan Pencegahan Diabetes
Lifestyle
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Pria ini membutuhkan prosedur kolonoskopi untuk mengeluarkan perangkat tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Bagikan