Kesehatan Mental

Atasi Kecemasan Selama Pandemi, Mudah

P Suryo RP Suryo R - Selasa, 29 Juni 2021
Atasi Kecemasan Selama Pandemi, Mudah

Atasi kecemasan selama pandemi COVID-19 dengan hal-hal yang baik. (Foto: Unsplash/Nick Fewings)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

HARUS diakui bahwa pandemi COVID-19 bukan hanya masalah kesehatan fisik saja, juga kesehatan mental. Kecemasan adalah hal yang umumnya terjadi pada masyarakat selama pandemi berlangsung.

Kecemasan adalah hal yang nyata. Ini yang termasuk membuat level imun menurun. Sudah seharusnya kecemasan dapat dikontrol oleh seseorang. Sebenarnya sangat mudah untuk dapat mengontrol kecemasan dan hidup lebih sehat.

Baca Juga:

Survei Alvara: Masyarakat Cemas Tertular COVID-19 Setelah New Normal

1. Protokol kesehatan

cemas
Ketahui protokol kesehatan (Foto: Pexels/Burst)

Himbauan menjalakan protokol kesehatan sangat banyak berserakan di sekitar kita. Di TV, media sosial atau spanduk-spanduk sepanjang jalan. Pahami bahwa protokol kesehatan itu dijalankan untuk memutuskan rantai penyebaran dan penularan virus ini. Selalu memakai masker, mencuci tangan di air mengalir , menjaga jarak, dan menyediakan disinfektan. Tak hanya itu prokes lainnya adalah tidak menyentuh hidung, mata dan mulut selama berada di area publik.

2. Berita COVID-19

cemas
Cari berita yang lain. (Foto: Unsplash/the blowup)

Terkadang berita yang ada memberikan tingkat kecemasan berlebihan. Apalagi dalam jangka waktu yang panjang seperti saat ini. Ada baiknya alihkan perhatian pada berita-berita lainnya yang tidak memuat COVID-19. Masih banyak berita yang layak untuk dibaca, didengar dan ditonton. Tapi kalau toh ingin mengetahui berita tentang COVID-19 coba pilah berita yang dekat dengan kamu. Misalnya di wilayah kamu tinggal saat ini. Bukannhya tidak peduli namun ini akan membantu kamu menurunkan tingkat kecemasan.

3. Vaksin

cemas
Vaksin untuk mendorong teewujudnya kekebalan massa. (Foto: Unsplash/Daniel Schludi)

COVID-19 memang virus yang menakutkan. Tapi penting untuk mengetahui bahwa sudah ada solusi-solusi untuk mengatasinya, salah satunya ada vaksin yang disuntikan untuk mendapatkan kekebalan tubuh. Dengan mendapatkan vaksin kamu dapat mengurangi kecemasan itu. Memang vaksin bukanlah obat, namun dapat mendorong terwujudnya kekebalan massa. Tentunya dengan tetap disiplin menjalankan prokes.

Baca Juga:

Lakukan Teknik Pernapasan ini untuk Atasi Rasa Cemas

4. Hidup sehat

cemas
Lakukan kebiasaan hidup sehat (Foto: Pexels/nathan cowley)

Salah satu cara untuk tetap sehat di masa pandemi adalah menjalankan pola hidup sehat. Ini dengan memperhatikan asupan makanan, berolahraga dan mengurangi mobilitas yang tidak perlu. Imun tubuh dapat diperoleh dengan memperhatikan dan menjalankan himbauan-himbauan yang diberikan oleh pemerintah.

5. Tetap positif

cemas
Ingatkan diri kamu bahwa kamu sudah melakukan yang terbaik di masa pandemi ini. (Foto: Pexels/Andrea Piacquadio)

Selalu positif adalah jalan terbaik untuk mengurangi kecemasan yang melanda diri kamu. Dengan bersikap positif membuat tubuh akan tetap terjaga kesehatannya. Salah satu yang harus kamu tanamkan adalah pandemi ini akan berakhir pada waktunya. Namun kamu juga tidak boleh terlalu pede dengan meremehkan prokes yang ada. (jhn)

Baca Juga:

Atasi Panik dan Cemas saat Meeting Virtual

#Kesehatan Mental
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
Selama ini, kesehatan mental masih belum ditempatkan sebagai salah satu prioritas dalam sistem membangun kesehatan daera
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
ShowBiz
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Yacko merilis 'Unbreakable Me', anthem tentang pemulihan kesehatan mental perempuan. Lagu ini juga jadi bagian kampanye di Sydney Marathon 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 April 2026
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Lifestyle
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Psikiater mengungkap stigma dan ejekan saat menstruasi bisa memicu tekanan mental. Perempuan didorong berani membela diri dan memahami kondisi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Lifestyle
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
PMDD adalah gangguan menjelang haid yang lebih berat dari PMS. Psikiater ingatkan gejalanya bisa picu depresi hingga butuh penanganan serius.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
Indonesia
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Menurut pihak Kemenkes, baliho itu berpotensi memicu peniruan tindakan bunuh diri, terutama di tengah tren kenaikan signifikan angka kematian di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Indonesia
Promosi Film Horor "Aku Harus Mati" Dinilai Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Mental Anak dan Remaja P
Sekitar 10 persen remaja mengalami gangguan kesehatan mental. Pada remaja dengan kerentanan psikologis seperti mereka, baliho film semacam "Aku Harus Mati" bisa memunculkan gagasan yang membahayakan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 April 2026
Promosi Film Horor
Indonesia
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Saat ini pemerintah juga mempercepat pemenuhan tenaga psikolog klinis di Puskesmas yang jumlahnya masih terbatas,
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 09 Maret 2026
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Dunia
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Sekitar 2 persen orang dewasa di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Olahraga
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Raphael Varane mengaku dirinya mengalami depresi saat masih membela Real Madrid. Ia menceritakan itu saat wawancara bersama Le Monde.
Soffi Amira - Rabu, 03 Desember 2025
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Indonesia
2 Juta Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kemenkes Buka Layanan healing 119.id Cegah Potensi Bunuh Diri
Kemenkes membuka layanan healing 119.id bagi warga yang mengalami stres, depresi atau memiliki keinginan bunuh diri.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Oktober 2025
2 Juta Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kemenkes Buka Layanan healing 119.id Cegah Potensi Bunuh Diri
Bagikan