Kesehatan

Lakukan Teknik Pernapasan ini untuk Atasi Rasa Cemas

P Suryo RP Suryo R - Senin, 14 September 2020
Lakukan Teknik Pernapasan ini untuk Atasi Rasa Cemas

Latihan pernapasan dapat meredam stres, kecemasan dan depresi. (Foto: Unsplash/Simona Andreas)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TAHUN 2020 adalah tahun yang mengejutkan bagi sebagian orang. Semua peristiwa menggelisahkan, menjengkelkan, dan memicu kecemasan terjadi di tengah pandemi COVID-19. Jika kamu tengah diliputi perasaan kecemasan, ada cara untuk mengatasi rasa cemas. Salah satunya latihan teknik pernapasan.

"Pernapasan adalah alat yang hebat untuk mengurangi fokus pikiran atau oleh sebab eksternal yang mungkin menyebabkan Anda cemas," kata Jasmine Marie, praktisi meditasi pernapasan, seperti dikutip Refinery29.

Baca Juga:

Stres dan Cemas Berlebihan Bisa Menimbulkan Penyakit? Ini Kata Dokter

Menurut praktisi tersebut, manusia kini hidup pada masa di mana sangat normal untuk mengalami serangan depresi, kecemasan, dan stres. Latihan teknik pernapasan, jelas dia, tidak untuk melepaskan seseorang dari emosi yang datang, tapi membantu memproses emosi dan tidak merasa terbebani oleh emosi.

Latihan teknik pernapasan salah satu cara efektif untuk menenangkan diri dan meredakan perasaan cemas. Studi yang diterbitkan secara online di Journal of Psychiatric Practice mendukung hal ini. Para peneliti di Fakultas Kedokteran Universitas Boston menemukan bahwa latihan pernapasan dapat memperbaiki gejala depresi dan kecemasan, baik dalam jangka pendek maupun secara kumulatif dalam jangka panjang.

Kamu dapat melakukan latihan pernapasan kapanpun membutuhkannya. Seperti saat beristirahat sejenak pada waktu istirahat kerja atau menjelang malam hari. Sementara durasinya disesuaikan dengan kebutuhan. "Dalam sesi intensif, kamu bisa bernapas selama 35 menit dengan pola tertentu. Kamu juga bisa melakukan ini hanya selama dua menit," katanya.

Baca Juga:

Mengatasi Kecemasan Berlebih Selama Pandemi COVID-19, Begini Kiatnya!

Praktisi pernapasan Marie memandu tiga teknik pernapasan yang kerap dia gunakan pada kliennya untuk membantu menenangkan pikiran, menenangkan rasa cemas, dan menurunkan tingkat stres.

Latihan 1

cemas
Hembuskan napas sambil mendesah. (Foto: Pexels/Ingrid Santana)

Hirup udara melalui mulut yang terbuka lebar, lalu hembuskan napas sambil mendesah. Ketika ada sesuatu yang membuat frustrasi,kamu cenderung akan mendesah. Ini adalah pelepasan tubuh yang alami, dan latihan pernapasan berhubungan dengan bagaimana tubuh secara alami melepaskan energi yang terpendam. Kamu tidak perlu hanya menghela napas dengan tenang, bahkan bisa menghembuskan napas dengan menjerit.

Latihan 2

cemas
Buang napas melalui mulut. (Foto: Pexels/Karolina Grabowska)

Bagi mereka yang lebih banyak bekerja memakai otak kanan. Bernapas lewat hidung merupakan solusi ampuh. Tekan lubang hidung kiri dan tarik napas melalui hidung kanan, lalu buang napas melalui mulut. Kemudian, tekan lubang hidung kanan kamu, tarik napas melalui kiri, dan buang napas melalui mulut. Begitu seterusnya selama yang kamu inginkan.

Latihan pernapasan ini adalah teknik yang baik bagi si pemikir yang terlalu aktif sepanjang hari. Di dalamnya terdapat sentuhan juga memberikan suatu fokus pada pikiran.

Latihan 3

cemas
Hirup udara melalui mulut. (Foto: Pexels/VisionPic.net)

Latihan ketiga serupa dengan yang pertama, yaitu bernapas melalui mulut, dengan sedikit perbedaan. Hirup udara melalui mulut lalu keluarkan juga lewat mulut, tetapi semuanya terhubung. Tidak ada perhentian di antara setiap napas. Mulut sebaiknya tetap terbuka lebar saat kamu menyelesaikan teknik latihan ini hingga merasa rileks. (ahmad dhani)

Baca Juga:

Memulai Berkebun untuk Mengobati Anxiety

#Kesehatan #Depresi #Stres #COVID-19 #Virus Corona
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Bagikan