Asabri Tiarap, Anggota Polri Paling Banyak Kena Dampaknya
Menko Polhukam Mahfud MD. ANTARA/Zuhdiar Laeis/aa.
MerahPutih.Com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyatakan anjloknya portoflolio Asabri sudah dijelaskan oleh Menteri BUMN Erick Thohir.
Menurut dia, meski portofolio investasi Asabri anjlok, keuangan perseroan itu masih aman.
Baca Juga:
FKPPI Desak Kasus Jiwasraya dan Asabri Diselesaikan Lewat Jalur Politik
“Artinya dari dana yang melorot sejauh itu masih bisa menjamin (prajurit TNI-Polri) dan ini (masalah akan) diselesaikan secara baik,” kata Mahfud kepada wartawan, Kamis (16/1).
Personel kepolisian (Polri) ternyata lebih banyak terdaftar di PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia atau Asabri (Persero).
Dana yang dihimpun diperuntukkan ke beberapa jaminan termasuk pensiun dan jaminan hari tua.
Mahfud MD mengatakan jumlah personel kepolisian lebih banyak dibandingkan prajurit TNI yang dihimpun dananya di PT Asabri.
Dia menyebut setidaknya terdapat 600 ribu personel kepolisian tercatat di Asabri. Sedangkan tentara hanya berjumlah 360 ribu prajutit. Dana tersebut dihimpun untuk kebutuhan pensiun, jaminan hati hingga jaminan dana kematian.
Mahfud meminta seluruh prajurit tidak khawatir terhadap jaminan pensiun tersebut. Seluruh proses dugaan adanya korupsi juga telah diatur sesuai peraturan yang ada. Dia menjamin seluruh dana pensiun, kematian maupun jaminan hati tua tetap dijamin.
"Ditangani jangan khawatir, akan berjalan sesuai aturan. Tidak ada seorangpun yang boleh melakukan korupsi dan tidak boleh menuduh," ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto meminta para prajurit tetap cool pasca dugaan korupsi yang mendera PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia atau Asabri (Persero).
Baca Juga:
"Dana prajurit setelah kami pelajari aman. Makanya pak Prabowo sampaikan prajurit harus tetap cool. Tetap santai. Karena dana prajurit aman," kata Staf Khusus Menteri Pertahanan RI Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antara Lembaga, Dahnil Anzar Simanjuntak.
Dia mengatakan beberapa waktu lalu manajemen PT Asabri telah menemui Menhan untuk menjelaskan terkait dugaan korupsi dana parajurit yang beredar. Dari pertemuan tersebut, dana para prajurit masih tetap aman.(Knu)
Baca Juga:
KPK Siap Kerjasama dengan BPK Usut Dugaan Korupsi di Asabri
Bagikan
Berita Terkait
Santunan Kecelakaan dari Jasa Raharja Capai Rp 3,2 Triliun, Ada 153.141 Korban Kecelakaan
Mahfud MD Bela Pandji Pragiwaksono: Tidak Bisa Dijerat KUHP Baru
Perkap Polri 10/2025 Dikritik Mahfud MD, Dinilai Langgar Putusan MK
Mahfud MD Ungkap Akar Kisruh PBNU, Mulai dari Undangan Tokoh Israel hingga Isu Tambang
Momen Garda Medika Hadirkan Fitur Express Discharge Permudah Layanan Rawat Jalan
Jawab Tantangan Mahfud MD, KPK Bakal Proaktif Mandiri Usut Dugaan Korupsi Whoosh
KPK Pastikan Belum Ada Rencana Panggil Mahfud MD Terkait Dugaan Mark Up Proyek Whoosh
KPK Tanggapi Pernyataan Mahfud soal Proyek Whoosh: Kasus Korupsi Bisa Diusut Lewat Case Building
Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-74 untuk Prabowo, Mahfud MD: Negara Akan Maju Jika Pemimpinnya Tambah Bugar
KPK Dorong Mahfud MD Laporkan Dugaan Korupsi Proyek Kereta Cepat Whoosh