AS Konfirmasi 15 Positif Virus Corona

Zulfikar SyZulfikar Sy - Sabtu, 15 Februari 2020
AS Konfirmasi 15 Positif Virus Corona

Evakuasi warga negara AS dan Kanada akibat virus Corona di Bandara Internasional Wuhan Tianhe, Jumat (7/2/2020). ANTARA FOTO/Edward Wang/via REUTERS/wsj.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pejabat kesehatan AS melaporkan kasus virus corona terkonfirmasi ke-15 di Amerika Serikat pada Kamis (13/2). Pernyataan itu disampaikan di tengah kritik Gedung Putih atas kurangnya keterbukaan serta respons terhadap wabah tersebut dari pihak Tiongkok.

Kasus terbaru itu berasal dari seorang pasien warga AS yang turut dievakuasi dari Wuhan di Tiongkok, yang menjadi pusat wabah virus corona. Pasien itu ditempatkan di karantina federal, Pangkalan Angkatan Udara Lackland, San Antonio, Texas, demikian pernyataan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, dikutip Reuters dari Antara.

Baca Juga:

Singapura Informasikan 58 Positif Virus Corona

Kasus terbaru merupakan evakuasi ketiga sekaligus yang pertama terbukti positif di Lackland, kata CDC, seraya mencatatkan bahwa kemungkinan ada kasus lain dari mereka yang baru saja kembali dari Tiongkok.

Pemerintah membawa pulang sekitar 800 orang dari Provinsi Hubei dan banyak di antaranya merupakan pegawai pemerintah beserta keluarga mereka. Mereka lantas menjalani karantina selama 14 hari di pangkalan militer AS.

Tugu peringatan darurat bagi Li Wenliang, dokter yang pertama kali memberi peringatan mengenai wabah virus korona. REUTERS/Stringer/wsj/djo (REUTERS/STRINGER)
Tugu peringatan darurat bagi Li Wenliang, dokter yang pertama kali memberi peringatan mengenai wabah virus korona. REUTERS/Stringer/wsj/djo (REUTERS/STRINGER)

"Pasien itu kini diisolasi dan menjalani perawatan medis di rumah sakit rujukan terdekat," kata CDC, menjadikan Texas negara bagian ke-7 yang melaporkan kasus corona.

Virus yang menyebar cepat itu telah menelan 1.370 korban dan menginfeksi sekitar 60.000 orang lainnya, hampir seluruhnya di Tiongkok, sehingga menghambat ekonomi terbesar kedua di dunia itu dan juga memberikan salah satu ujian paling sulit bagi Partai Komunis berkuasa dalam beberapa tahun.

Baca Juga:

Apple Akan Buka Kembali 5 Store di Beijing? Enggak Takut Virus Corona?

"Kami sedikit kecewa atas kurangnya keterbukaan dari pihak China, angka ini naik turun ... mengejutkan," kata penasihat ekonomi pemerintahan Trump, Larry Kudlow kepada awak media di Gedung Putih.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya memuji upaya mitranya Tiongkok dalam memerangi virus corona, dengan mengatakan "Presiden Xi secara tangguh memimpin apa yang akan menjadi operasi sukses."

Kudlow mengaku secara keseluruhan hubungan AS dan China masih baik. Ditingkat presiden, tambahnya, hubungan "baik-baik saja." (*)

Baca Juga:

Hampir Seratus Hoaks Disebar Terkait Virus Corona

#Amerika Serikat #Virus Corona
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Saksi mata memberi tahu media lokal bahwa mereka melihat seorang pria terlempar dari wahana tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Nidal Malik Hasan divonis bersalah karena telah membunuh 13 rekannya sesama tentara AS di sebuah pangkalan militer di Texas pada 2009.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Indonesia
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
"Mereka juga telah melakukan PHK terhadap 6.000 pekerja Amerika dan menggantinya dengan 6.300 pekerja pemegang visa H-1B," kata Vance.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
Dunia
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Gubernur New York Kathy Hochul resmi menetapkan status darurat bencana akibat ledakan wabah campak hingga 4 November 2026. Simak peringatan penting ini!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Dunia
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Rektor Cornell University menggambarkan dugaan yang disampaikan perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Jane Doe, sebagai hal yang ‘sangat meresahkan’.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Dunia
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Korban mengklaim ia dicekoki ketamin, dianiaya, dan diperkosa tujuh anggota fraternity Chi Phi.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Dunia
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyiapkan pengerahan tambahan pasukan dan pesawat militer ke Israel.
Yusuf Abdillah - Senin, 05 Oktober 2026
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
ShowBiz
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Dugaan kepemilikan zat terlarang dan obat resep ilegal kembali mencoreng reputasi Sean 'Diddy' Combs di penjara.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Dunia
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Trump mengatakan sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan serangan udara dalam beberapa pekan mendatang.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 02 Oktober 2026
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Bagikan