AS kembali Veto Resolusi Gencatan Senjata Gaza, Anggota DK PBB Suarakan Kecaman

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 21 November 2024
AS kembali Veto Resolusi Gencatan Senjata Gaza, Anggota DK PBB Suarakan Kecaman

Dewan Keamanan PBB (DK PBB) dijadwalkan akan mengadakan pertemuan darurat pada Jumat (20/9/2024) sore untuk membahas ledakan massal penyeranta (pager), perangkat komunikasi kecil, di Lebanon, di mana

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - AMERIKA Serikat (AS) mengeluarkan veto keempat kalinyaterhadap resolusi gencatan senjata yang diusulkan untuk Jalur Gaza, Rabu (20/11). Tindakan AS itu memantik kecamanan dari beberapa negara anggota Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Seperti dilansir ANTARA, utusan China Fu Cong mengungkapkan kekecewaannya terhadap hasil pemungutan suara tersebut. Mereka menuduh AS menghalangi harapan rakyat Palestina untuk bertahan hidup, mendorong mereka lebih jauh ke dalam kegelapan dan keputusasaan melalui penggunaan hak veto itu.

“Apakah nyawa rakyat Palestina tidak berarti apa-apa?” tanya Fu retoris. “Berapa banyak lagi orang yang harus mati sebelum mereka (AS) terbangun dari tidur pura-puranya?” lanjutnya.

Fu menilai veto berulang oleh AS telah meruntuhkan otoritas DK PBB dan hukum internasional ke titik terendah sepanjang sejarah. “Kami menyeru kepada AS untuk mengambil tanggung jawabnya sebagai anggota tetap dewan secara serius. AS harus berhenti bersikap pasif dan menghindar,” tegasnya.

Senada, utusan Aljazair Amar Bendjama menyampaikan veto AS mengirimkan pesan ‘jelas’ lainnya kepada rakyat Palestina bahwa meskipun mayoritas dunia mendukung penderitaan mereka, ada pihak lain yang tetap tidak peduli.

Baca juga:

Palestina Kecam AS Kembali Veto Resolusi Penghentian Agresi Israel di Gaza



Utusan Prancis Nicolas de Riviere menyatakan penyesalan mendalam atas penggunaan veto oleh AS dan menekankan bahwa situasi di Gaza memburuk setiap hari. “Hukum humaniter internasional sedang diinjak-injak,” ujarnya. Ia menegaskan satu-satunya respons yang tepat ialah gencatan senjata.

Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia mengatakan tidak mengejutkan AS memveto resolusi tersebut. “Selama berbulan-bulan, AS telah menghalangi dan mempersulit aksi DK untuk menangani situasi bencana di Gaza, berpihak pada satu pihak dalam konflik untuk mendorong kepentingan politiknya sendiri dengan mengorbankan nyawa rakyat Palestina,” katanya.

Lebih jauh, Nebenzia menyebut veto itu sebagai tindakan yang ‘tidak berperikemanusiaan’. “Kami tidak perlu diberi ceramah oleh Amerika Serikat tentang kemunafikan. Kemunafikan ialah apa yang mereka tunjukkan setiap hari dalam berbagai konflik,” imbuhnya.

Sementara itu, utusan Inggris Barbara Woodward, yang juga menjabat Ketua DK PBB untuk November, menyatakan penyesalannya atas veto tersebut. “Hukum humaniter internasional harus dihormati semua pihak,” ujarnya. Utusan Guyana, Carolyn Rodrigues-Birkett, juga menyampaikan penyesalannya dan menyebut pemusnahan rakyat Palestina ialah noda besar pada hati nurani kolektif kita sebagai umat manusia. Rodrigues-Birkett menyebut peluang DK untuk menghapus noda tersebut ‘terhambat oleh veto’.

“Kelanjutan penderitaan yang sangat besar ini tidak boleh menjadi takdir rakyat Palestina,” tegasnya.(*)?

Baca juga:

PBB Setuju Tinjau Ulang Keanggotaan Penuh Palestina yang Ditolak Hak Veto AS

#Israel #Amerika Serikat #Dewan Keamanan Pbb
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Araghchi juga mengungkapkan ketidakpercayaan Iran terhadap proses negosiasi dengan pemerintahan Trump.
Yusuf Abdillah - Senin, 28 September 2026
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Olahraga
Bantai Israel 3-0 Cuma Bonus, 4 Aksi Timnas Irlandia Bela Palestina Permalukan Zionis di UEFA Nations League
Tak sekadar menang telak 3-0 di UEFA Nations League, skuad Republik Irlandia tunjukkan 4 aksi solidaritas berani bela Gaza untuk permalukan Israel!
Wisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Bantai Israel 3-0 Cuma Bonus, 4 Aksi Timnas Irlandia Bela Palestina Permalukan Zionis di UEFA Nations League
Indonesia
Di New York, Menlu Sugiono Galang Dukungan Indonesia untuk DK PBB 2029-2030
Menlu Sugiono memanfaatkan rangkaian Sidang Umum PBB di New York untuk menggalang dukungan bagi pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB 2029-2030.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 25 September 2026
Di New York, Menlu Sugiono Galang Dukungan Indonesia untuk DK PBB 2029-2030
Dunia
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Senat AS menolak resolusi DPR yang memerintahkan Presiden Donald Trump mengakhiri konflik dengan Iran. Ketegangan militer di Selat Hormuz berlanjut.
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Dunia
Indonesia Ikut Aksi Walk Out Saat Benjamin Netanyahu Pidato di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB
Merespons jumlah delegasi yang walk out, Netanyahu justru berseloroh mempersilakan mereka keluar sebelum dia berpidato.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
Indonesia Ikut Aksi Walk Out Saat  Benjamin Netanyahu Pidato di  Sidang ke-81 Majelis Umum PBB
Indonesia
Risiko Pembersihan Etnis Makin Menguat di Tepi Barat Palestina
Mahkamah Internasional (ICJ) telah mengeluarkan tindakan sementara yang mengikat secara hukum dalam perkara terkait penerapan Konvensi Genosida di Jalur Gaza.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Risiko Pembersihan Etnis Makin Menguat di Tepi Barat Palestina
Dunia
Dunia Lebih Besar dari 5 Negara, Presiden Erdogan Usul Hak Veto PBB Dihapus
Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan serukan penghapusan hak veto dan keanggotaan tetap DK PBB demi tatanan dunia yang lebih adil. Simak usulan lengkapnya!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Dunia Lebih Besar dari 5 Negara, Presiden Erdogan Usul Hak Veto PBB Dihapus
ShowBiz
IMDb Mulai Pakai Istilah 'Occupied Palestinian Territories' di Sejumlah Film, Israel Keberatan
IMDb mengubah data sejumlah film Israel menjadi Occupied Palestinian Territories. Namun, distribusi Israel mengajukan keberatan.
Soffi Amira - Selasa, 22 September 2026
IMDb Mulai Pakai Istilah 'Occupied Palestinian Territories' di Sejumlah Film, Israel Keberatan
Indonesia
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Syekh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, menyerukan dibentuknya kerangka kerja keamanan regional yang menyatukan negara-negara Teluk dan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Dunia
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Sebelumnya, Majelis banding Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menolak gugatan Israel atas legalitas penyelidikan ICC terkait dugaan kejahatan perang di Gaza setelah Oktober 2023.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Bagikan