MERAHPUTIH.COM — AMERIKA Serikat dan Iran, pada Senin (20/4), memperingatkan bahwa mereka siap berperang. Waktu berakhirnya gencatan senjata makin mendekat di tengah ketidakpastian terkait dengan perundingan yang sebelumnya diumumkan Presiden AS Donald Trump akan dilanjutkan di Pakistan.
Gedung Putih menyatakan Wakil Presiden JD Vance siap terbang kembali ke ibu kota Pakistan, Islamabad, yang tampak sedang bersiap untuk putaran kedua perundingan guna mengakhiri perang yang telah melanda Timur Tengah dan mengguncang pasar global.
Namun, pemerintah Iran yang dipimpin ulama menolak memastikan partisipasinya dan menuduh Amerika Serikat melanggar gencatan senjata melalui blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran serta penyitaan sebuah kapal.
“Dengan memberlakukan blokade dan melanggar gencatan senjata, Trump ingin mengubah meja perundingan ini menjadi meja penyerahan diri atau membenarkan dimulainya kembali permusuhan, sesuai kehendaknya,” kata Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, yang memimpin delegasi dalam perundingan di Pakistan, dua minggu lalu.
Baca juga:
AS Janji Serang Infrastruktur, Iran Tolak Perundingan di Bawah Ancaman
“Kami tidak menerima negosiasi di bawah bayang-bayang ancaman, dan dalam dua minggu terakhir kami telah bersiap untuk menunjukkan kartu baru di medan perang,” ujarnya di X.
Garda Revolusi Iran juga memperingatkan akan menargetkan setiap kapal yang mencoba melintasi Selat Hormuz tanpa izin.
Trump menuduh Teheran melanggar gencatan senjata dengan mengganggu kapal-kapal di Selat Hormuz. Jalur transit bagi seperlima minyak dunia itu hampir sepenuhnya ditutup Iran sebagai balasan atas perang yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel. Dalam salah satu dari serangkaian unggahan bernada marah di platform Truth Social miliknya, Trump menegaskan blokade tersebut benar-benar menghancurkan Iran dan tidak akan berakhir sampai ada kesepakatan. Amerika Serikat telah menekan Iran untuk memberikan konsesi terkait dengan program nuklir mereka yang kontroversial.
Trump mengatakan kepada PBS News bahwa Iran seharusnya hadir dalam perundingan di Pakistan. “Kami sepakat untuk hadir di sana,” ujarnya, seraya memperingatkan, jika gencatan senjata berakhir, banyak bom akan mulai meledak. Ia juga mengatakan kepada Bloomberg News bahwa sangat kecil kemungkinan ia akan memperpanjang gencatan senjata dua minggu tersebut.
Berdasarkan waktu dimulainya, gencatan senjata itu secara teori berakhir pada Selasa (21/4) malam waktu Teheran. Namun, dalam komentarnya kepada Bloomberg, Trump mengatakan batas akhirnya sehari kemudian, yaitu Rabu (22/4) malam waktu Washington.(dwi)
Baca juga:
Amerika Serikat Bersiap untuk Perundingan dengan Iran, Situasi Selat Hormuz masih Panas