AS Beri Dukungan Tak Terduga untuk Rusia di PBB, Sikap Trump Berubah Drastis

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Selasa, 25 Februari 2025
AS Beri Dukungan Tak Terduga untuk Rusia di PBB, Sikap Trump Berubah Drastis

Presiden AS, Donald Trump. (Foto: Partai Republik AS)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Amerika Serikat dua kali memilih berpihak pada Rusia dalam pemungutan suara di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menandai tiga tahun invasi Rusia ke Ukraina. Sikap ini menunjukkan perubahan drastis kebijakan pemerintahan Donald Trump terhadap perang tersebut.

Pertama, AS dan Rusia sama-sama menolak resolusi rancangan Eropa yang mengecam agresi Moskow dan menegaskan dukungan terhadap integritas wilayah Ukraina. Meskipun begitu, resolusi ini tetap lolos dalam pemungutan suara Majelis Umum PBB (UNGA) di New York.

Kemudian, AS dan Rusia bersama-sama mendukung resolusi rancangan Washington di Dewan Keamanan PBB, yang menyerukan diakhirinya konflik tanpa menyebutkan kesalahan Rusia. Resolusi ini disahkan, tetapi dua sekutu utama AS, Inggris dan Prancis, memilih abstain setelah upaya mereka untuk mengubah isi resolusi diveto.

Di tengah ketegangan ini, Presiden Prancis Emmanuel Macron bertemu Presiden Trump di Gedung Putih untuk membahas perbedaan tajam mereka terkait perang Ukraina. Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer dijadwalkan melakukan kunjungan serupa pada Kamis.

Baca juga:

Macron Bertemu Trump, Bilang Mau ada Perdamaian di Ukraina

Di sisi lain, negara-negara Eropa mengajukan resolusi yang lebih tegas, mengutuk invasi Rusia serta menegaskan dukungan terhadap kedaulatan Ukraina. "Kita harus memastikan bahwa agresi dikutuk dan tidak diberi hadiah," ujar Wakil Menteri Luar Negeri Ukraina, Mariana Betsa, dikutip dari BBC, Selasa (25/2).

Resolusi Eropa akhirnya lolos dengan 93 suara setuju, tetapi yang mengejutkan, AS tidak hanya abstain—mereka justru menolak resolusi tersebut, bergabung dengan Rusia, Korea Utara, Sudan, Belarus, Israel, Hongaria, dan 11 negara lainnya. Sebanyak 65 negara memilih abstain.

Sementara itu, resolusi rancangan AS juga disahkan, tetapi hanya setelah mengalami perubahan untuk menyertakan dukungan terhadap Ukraina—ironisnya, setelah perubahan itu, justru AS yang memilih abstain.

Dinamika ini menandai perubahan besar dalam pendekatan AS terhadap perang Rusia-Ukraina dan semakin menegaskan perbedaan visi antara Washington dan sekutu Eropanya. (ikh)

#Donald Trump
Bagikan
Ditulis Oleh

Ikhsan Aryo Digdo

Learner.

Berita Terkait

Dunia
Ancaman Terbaru Trump, AS Kenakan Tarif 25% ke Negara Rekan Dagang Aktif Iran
Presiden AS Donald Trump mengumumkan kebijakan baru berupa tarif sebesar 25 persen terhadap semua negara yang masih menjalin perdagangan dengan Iran.
Wisnu Cipto - Selasa, 13 Januari 2026
Ancaman Terbaru Trump, AS Kenakan Tarif 25% ke Negara Rekan Dagang Aktif Iran
Dunia
Unggahan di Truth Social, Trump Mengklaim Sebagai Presiden Sementara Venezuela
Tangkapan layar di Truth Social yang dibuat seperti biografi Wikipedia, mengklaim Trump sebagai presiden sementara Venezuela mulai Januari 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Januari 2026
Unggahan di Truth Social, Trump Mengklaim Sebagai Presiden Sementara Venezuela
Dunia
Iran Membara, Trump Masih 'Keep Calm' Belum Kirim Pasukan ke Teheran
Kekacauan di Iran sendiri dipicu oleh ambruknya nilai tukar Rial yang menyebabkan inflasi hebat
Angga Yudha Pratama - Senin, 12 Januari 2026
Iran Membara, Trump Masih 'Keep Calm' Belum Kirim Pasukan ke Teheran
Dunia
Senat AS Loloskan Resolusi Kewenangan Perang, Tolak Ancaman Militer Donald Trump terhadap Venezuela
Keputusan ini menandai sikap tidak setuju atas ambisi Trump yang kian meluas di belahan Barat.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Senat AS Loloskan Resolusi Kewenangan Perang, Tolak Ancaman Militer Donald Trump terhadap Venezuela
Dunia
Presiden AS Donald Trump akan Bertemu Pemimpin Oposisi Venezuela Maria Corina Machado, meski Ogah Bekerja Sama
Meski begitu, Gedung Putih tidak segera memberikan tanggapan ketika dimintai keterangan tambahan terkait dengan pertemuan tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Presiden AS Donald Trump akan Bertemu Pemimpin Oposisi Venezuela Maria Corina Machado, meski Ogah Bekerja Sama
Dunia
Trump Tebar Lagi Ancaman, Siap Serang Iran
AS mengklaim mendukung para pengunjuk rasa damai di seluruh dunia, termasuk di Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Januari 2026
Trump Tebar Lagi Ancaman, Siap Serang Iran
Dunia
Presiden Donald Trump Tarik Keikutsertaan Amerika Serikat dari Puluhan Organisasi Internasional, Sebut tak Melayani Kepentingan Negaranya
Disebut tidak lagi melayani kepentingan Amerika dan mendorong agenda yang tidak efektif atau bersifat bermusuhan.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Januari 2026
Presiden Donald Trump Tarik Keikutsertaan Amerika Serikat dari Puluhan Organisasi Internasional, Sebut tak Melayani Kepentingan Negaranya
Dunia
Gedung Putih Tegas akan Dikte Keputusan dan Penjualan Minyak Venezuela
Trump akan melakukan hal itu dengan mengandalkan blokade laut serta ancaman penggunaan kekuatan lebih lanjut.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Januari 2026
Gedung Putih Tegas akan Dikte Keputusan dan Penjualan Minyak Venezuela
Dunia
Culik Nicolas Maduro, Presiden AS Donald Trump Klaim Venezuela akan Serahkan 50 Juta Barel Minyak kepada AS
Trump mengatakan uang hasil penjualan akan berada di bawah kendalinya dan digunakan untuk kepentingan rakyat Venezuela dan Amerika Serikat.
Dwi Astarini - Rabu, 07 Januari 2026
 Culik Nicolas Maduro, Presiden AS Donald Trump Klaim Venezuela akan Serahkan 50 Juta Barel Minyak kepada AS
Dunia
AS Akan Kontrol Penjualan 50 Juta Barel Minyak Venezuela, Larang Kerjasama Dengan China
Trump mengatakan minyak itu akan dijual pada harga pasar, dan hasilnya akan dikontrol oleh dirinya sebagai Presiden Amerika Serikat.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Januari 2026
AS Akan Kontrol Penjualan 50 Juta Barel Minyak Venezuela, Larang Kerjasama Dengan China
Bagikan