Kesehatan

Apakah Energy Drink Aman Bagi Kesehatan?

annehsannehs - Selasa, 26 Oktober 2021
Apakah Energy Drink Aman Bagi Kesehatan?

Sebaiknya menghindrai mengonsumsi energy drinks. (Foto: Pexels/Breakingpic)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BADANMU sudah merasa letih, pegal, dan mengantuk. Meski begitu, kamu harus sampai tepat waktu, padahal jarak tempuh masih jauh. Supaya energi nendang dan berstamina kuat untuk menyetir berjam-jam, kamu pun melipir ke minimarket terdekat untuk membeli minuman berenergi atau energy drink.

Seketika menenggak sebotol minuman berenergi yang rasanya nikmat dan menyegarkan, tubuhmu langsung terasa enakan, berlimpahkan energi, dan menjadi lebih fokus. Minuman berenergi sering dikonsumsi oleh orang dari berbagai usia dan populer bagi orang-orang yang bekerja di malam hari.

Baca Juga:

Rahasia Membuat Racikan Teh yang Nikmat

Minuman berenergi biasanya memiliki rasa yang enak. (Foto pixabay/Alexas_Fotos)
Minuman berenergi biasanya memiliki rasa yang enak. (Foto: Pixabay/Alexas_Fotos)

Meski begitu, laman Healthline menuliskan bahwa beberapa ahli kesehatan memperingatkan, minuman berenergi bisa jadi memberikan ancaman kesehatan.

Minuman berenergi biasanya mengandung kafein untuk menstimulasi fungsi otak dan meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi. Beberapa kandungan lain yang umum ditemukan pada minuman berenergi yakni gula, vitamin B, turunan asam amino, dan ekstrak herbal.

Walau minuman berenergi bisa membantu orang-orang yang suka berkendara atau shift kerja di malam hari. Penelitian yang dipublikasikan pada PubMed Central, dapat menimbulkan penurunan kualitas tidur. Setelah minum energy drink, kamu bisa mengalami tidur yang tidak nyenyak dan tidak berkualitas.

Tidak hanya itu, laman Insider menuliskan bahwa energy drink bisa berakibat pada gangguan jantung. Ini karena kandungan kafein yang terlalu tinggi. Bahkan, ada 20 ribu kasus Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit yang melibatkan konsumsi minuman berenergi di Amerika Serikat pada 2011.

Baca Juga:

Cara Terbaik Menghibur Teman yang Sedang Berduka

 Hindari minum energy drink secara rutin. (Foto pixabay/Alexas_Fotos)
Hindari minum energy drink terlalu sering. (Foto: Pexels/Renan Mandelo Oliveira)

Ahli diet di Orlando Health, Lauren Popeck, mengatakan kepada Insider bahwa rutin atau sering mengonsumsi minuman berenergi bisa menyebabkan aritmia jantung, sakit kepala, tekanan darah tinggi, dan kecemasan yang meningkat.

Minuman berenergi juga seringkali digunakan sebagai sebagai mixer untuk minuman beralkohol oleh anak muda. Menurut National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH), 25% anak kuliahan mengonsumsi alkohol dan energy drink. Ini adalah tindakan yang berbahaya, karena minuman berenergi mampu mengubah intoxication level, sehingga membuatmu merasa masih berenergi dan kuat minum lagi.

Minuman berenergi juga berbahaya bagi remaja dan orang dewasa muda yang masih tumbuh dan berkembang. Associate professor pada Universitiy of Toledo College of Medicine and Life Science mengatakan kepada Insider bahwa energy drink bisa meningkatkan risiko terkena gangguan kesehatan seperti anomali sistem saraf kardiovaskular, kemampuan kognitif kurang berkembang, dan meningkatkan risiko depresi dan gangguan mental lainnya. (SHN)

Baca Juga:

Kemenkes Akan Hadirkan Aplikasi Rekam Medis, Apa Itu?

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Pria ini membutuhkan prosedur kolonoskopi untuk mengeluarkan perangkat tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Bagikan