Apa Itu Playing Victim? Yuk Pahami Ciri-cirinya
Ilustrasi playing victim. (Foto: Unsplash/Eric Ward)
MerahPutih.com - Tekanan mental yang dirasakan seseorang dapat membuatnya merasa menjadi korban dalam setiap situasi. Kondisi ini dikenal dengan istilah playing victim.
Saat terdesak dan tertekan, seseorang akan mengkalaim dirinya menjadi sosok playing victim. Saat pada kondisi ini, ia akan berusaha untuk membentengi diri dari kesalahan yang ia perbuat.
Baca juga:
Apa itu playing victim?
Playing victim merupakan kondisi seseorang merasa jadi korban pada sebuah situasi, padahal kenyataan menunjukan sebaliknya.
Termasuk masalah kesehatan mental, playing victim dapat memengaruhi hubungan, pekerjaan, dan kesehatan seseorang.
Baca juga:
Situasi yang membuat orang bersikap playing victim
Ada situasi tertentu yang memicu orang bersikap playing victim. Berikut beberapa situasi yang membuat seseorang bertindak playing victim:
-Situasi yang tidak bisa dikendalikan oleh pengidap.
-Mengalami rasa sakit emosional yang terus berlanjut, sehingga membuatnya tidak berdaya.
-Dikhianati orang terdekat, sehingga membuatnya sangat emosional.
Orang yang playing victim juga sering menyalahkan orang lain saat melakukan kesalahan. Ia juga hanya ingin berinteraksi atau bergaul dengan orang yang pemikirannya sama.
Tak jarang pula pengidap playing victim bersikap kritis terhadap orang lain, bahkan diri sendiri. Intinya, ia akan selalu menganggap dirinya menjadi sebuah korban pada setiap masalah. (ikh)
Baca juga:
Bagikan
Berita Terkait
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya