Apa itu Jetlag? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

Soffi AmiraSoffi Amira - Rabu, 25 September 2024
Apa itu Jetlag? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

Penyebab jetlag dan cara mengatasinya. (Foto: Unsplash/Alev Takil)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Jetlag merupakan kondisi yang sering dialami setelah melakukan perjalanan jauh melintasi beberapa zona waktu. Hal ini disebabkan oleh gangguan pada ritme sirkadian tubuh, yang merupakan jam biologis alami kita.

Ketika kita berpindah zona waktu dengan cepat, tubuh membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan waktu lokal, terutama terkait dengan pola tidur, makan, dan aktivitas.

Penyebab utama jetlag adalah ketidakseimbangan antara waktu tubuh dan waktu di tempat tujuan. Semakin banyak zona waktu yang dilintasi, maka semakin parah gejala jetlag yang dirasakan.

Selain itu, perbedaan jam tidur, dehidrasi saat perjalanan udara, dan kurangnya paparan sinar Matahari, juga dapat memperburuk kondisi ini. Beberapa gejala umum jetlag meliputi kelelahan, sulit tidur, sakit kepala, dan gangguan pencernaan.

Baca juga:

Apa itu AFK dan Mengapa Sering Buat Kesal Pemain Mobile Games?

Cara Mengatasi Jetlag saat Bepergian

Cara mengatasi jetlag
Cara mengatasi jetlag. Foto: Unsplash/Abbie Bernet

Berikut ini adalah beberapa cara untuk mengatasi jetlag:

1. Sesuaikan pola tidur sebelum perjalanan. Jika akan terbang ke tempat dengan perbedaan waktu yang signifikan, cobalah menyesuaikan jadwal tidur beberapa hari sebelumnya.

2. Tetap terhidrasi selama penerbangan. Hindari alkohol dan kafein yang dapat memperburuk dehidrasi.

3. Paparan sinar matahari di tempat tujuan membantu tubuh menyesuaikan ritme sirkadian. Cobalah untuk menghabiskan waktu di luar ruangan pada siang hari.

4. Gunakan suplemen melatonin untuk membantu mengatur pola tidur, terutama pada malam hari.

Dengan mengikuti tips ini, kamu bisa mengurangi dampak jetlag dan menyesuaikan diri lebih cepat setelah melakukan perjalanan jauh. (waf)

Baca juga:

Sleep Coach Berikan Tips Memilih Bantal yang Nyaman untuk Tidur

#Kesehatan #Tips #Pola Tidur
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andrew Francois

I write everything about cars, bikes, MotoGP, Formula 1, tech, games, and lifestyle.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Bagikan