Apa itu CEO? Kenali Tugasnya di Perusahaan

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Minggu, 14 April 2024
Apa itu CEO? Kenali Tugasnya di Perusahaan

Ilustrasi seorang CEO. (Foto: Unsplash/Hunters Race)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sudah tahukah kamu apa itu CEO? Setiap Perusahaan memiliki orang yang menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO). Jabatan CEO menjadi paling tertinggi yang dimiliki pada sebuah jajaran manajemen perusahaan.

CEO memiliki andil paling besar untuk menyukseskan sebuah perusahaan. Maka dari itu, tidak mengherankan CEO memiliki gaji paling besar di sebuah perusahaan dibandingkan jabatan lainnya.

Baca juga:

Apa Itu Staycation? Katanya Perlu Banget Dicoba

Apa itu CEO?

Secara umum, tanggung jawab utama seorang CEO termasuk membuat keputusan besar di perusahaan, mengarahkan tenaga kerja dan sumber daya perusahaan menuju tujuan strategis, dan bertindak sebagai titik komunikasi utama antara dewan direksi dan operasional perusahaan.

Menurut laman Investopedia, dalam banyak kasus, CEO berperan sebagai wajah publik perusahaan. CEO juga dipilih oleh dewan dan pemegang sahamnya. Mereka melapor kepada ketua dan dewan, yang ditunjuk oleh pemegang saham.

Baca juga:

Apa Itu Playing Victim? Yuk Pahami Ciri-cirinya

Peran CEO bervariasi dari satu perusahaan ke perusahaan lain tergantung pada ukuran perusahaan, budaya, dan struktur perusahaan. Di perusahaan besar, CEO biasanya hanya menangani keputusan strategis tingkat tinggi dan keputusan yang mengarahkan pertumbuhan perusahaan secara keseluruhan.

Misalnya, CEO mungkin mengerjakan strategi, organisasi, dan budaya. Secara khusus, mereka mungkin melihat bagaimana modal dialokasikan di seluruh perusahaan atau bagaimana membangun tim agar berhasil. Tidak hanya itu, CEO dapat menentukan arah, visi, dan terkadang budaya organisasinya.

Sebuah studi dari Harvard Business Review menganalisis bagaimana CEO menghabiskan waktu mereka. Mereka menemukan bahwa 72 persen waktu kerja CEO dihabiskan untuk rapat. Dari 28 persen sisa waktu kerja, 25 persen dihabiskan untuk hubungan, 25 persen untuk tinjauan unit bisnis dan fungsional, 21 persen untuk strategi, dan 16 persen untuk budaya dan organisasi. (ikh)

Baca juga:

Apa Itu Toxic? Kenali Ciri-cirinya agar Tidak Merugikan Orang Lain

#Bisnis
Bagikan
Ditulis Oleh

Ikhsan Aryo Digdo

Learner.

Berita Terkait

Indonesia
Balai Latihan Kerja Bakal Jadi Tempat Inkubator Bisnis
Transformasi BLK ditujukan agar manfaat pelatihan lebih terasa bagi publik dimana keterampilan yang dipelajari lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 01 Februari 2026
Balai Latihan Kerja Bakal Jadi Tempat Inkubator Bisnis
Fun
Brosur hingga Billboard: Alasan Promosi Offline Masih Efektif Menjangkau Konsumen
Promosi offline tetap relevan di era digital. Kenali jenis media promosi offline, manfaat, dan strategi efektif untuk bisnis dan event.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Januari 2026
Brosur hingga Billboard: Alasan Promosi Offline Masih Efektif Menjangkau Konsumen
Lifestyle
'Summarecon Discovery', Pengalaman Visual Perjalanan 50 Tahun Bisnis Properti
Summarecon Discovery menampilkan perjalanan lima dekade perusahaan properti Indonesia ini.
Dwi Astarini - Jumat, 28 November 2025
'Summarecon Discovery', Pengalaman Visual Perjalanan 50 Tahun Bisnis Properti
Indonesia
Sosok Hans Patuwo yang Jebolan Universitas dan Perusahaan Ternama di AS, Calon ‘Orang Nomor Satu’ di GoTo
Pengangkatan akan diajukan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 17 Desember 2025.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
Sosok Hans Patuwo yang Jebolan Universitas dan Perusahaan Ternama di AS, Calon ‘Orang Nomor Satu’ di GoTo
Indonesia
Alasan Prahara Banyak Startup Bangkrut & Gagal Versi BRIN
BRIN menyoroti ketidaksesuaian antara produk yang dikembangkan startup dengan kebutuhan masyarakat sebagai faktor utama.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 Oktober 2025
Alasan Prahara Banyak Startup Bangkrut & Gagal Versi BRIN
Indonesia
FLEI 2025 Dorong Jenama Lokal Tembus Pasar Global, Kadin Sebut Potensi Ekspor maki Terbuka
Dengan peluang yang sangat potensial, ajang tahunan ini menjadi magnet bagi pelaku usaha waralaba dan kemitraan.
Dwi Astarini - Sabtu, 11 Oktober 2025
FLEI 2025 Dorong Jenama Lokal Tembus Pasar Global, Kadin Sebut Potensi Ekspor maki Terbuka
Indonesia
Dharma Jaya Catat Lonjakan Bisnis 190 Persen Sambil Jaga Ketahanan Pangan
Dharma Jaya mencatat lonjakan bisnis 190 persen sambil menjaga ketahanan pangan.
Soffi Amira - Jumat, 03 Oktober 2025
Dharma Jaya Catat Lonjakan Bisnis 190 Persen Sambil Jaga Ketahanan Pangan
ShowBiz
‘KPop Demon Hunters’ Mewarnai Lorong Camilan di Korea Selatan, dari Mi Instan hingga Cake Bikin Perusahaan Cuan Besar
Perusahaan makanan berebut menggandeng megahit Netflix tersebut.
Dwi Astarini - Rabu, 01 Oktober 2025
 ‘KPop Demon Hunters’ Mewarnai Lorong Camilan di Korea Selatan, dari Mi Instan hingga Cake Bikin Perusahaan Cuan Besar
Lifestyle
Tersangkut Kasus Pajak, Ketua Ferrari Jalani Hukuman Kerja Sosial
John Elkann dan saudara-saudaranya, Lapo dan Ginerva, akan membayar 183 juta euro atau sekira Rp 3,53 triliun kepada otoritas pajak Italia.
Dwi Astarini - Rabu, 10 September 2025
 Tersangkut Kasus Pajak, Ketua Ferrari Jalani Hukuman Kerja Sosial
Indonesia
Unsur Politis Harus Dihindari Dalam Rencana Bisnis Kopdes, Bisa Gagal Jika Ambil Alih Bisnis Eksisting
Kopdes adalah program besar yang mahal dan berisiko, sehingga pemerintah perlu test the water dengan melakukan piloting
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 Juli 2025
Unsur Politis Harus Dihindari Dalam Rencana Bisnis Kopdes, Bisa Gagal Jika Ambil Alih Bisnis Eksisting
Bagikan