Apa Dampak Jika Terlambat Vaksin COVID-19 Dosis Kedua?
Segera lakukan vaksinasi. (Foto: Unsplash/Mat Napo)
ADA istilah lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Hal itu juga berlaku untuk dosis kedua vaksin COVID-19 yang harus didapatkan sesuai rekomendasi waktunya. Tidak masalah jika terlambat dari jadwal waktunya, asal jangan terlewatkan.
Ada beragam alasan yang memungkinkan seseorang terlambat disuntik dosis kedua seperti terpapar COVID-19 dan belum tersedianya vaksin. Bila begini, apakah vaksin masih efektif pada mereka yang terlambat disuntik dosis kedua?
Mengutip ANTARA, Kementerian Kesehatan menyatakan, keterlambatan penyuntikan vaksin dosis kedua selama masih dalam interval yang direkomendasikan para ahli, masih aman dan tidak mengurangi efektivitas vaksin pertama. Untuk vaksin Sinovac, jarak penyuntikan dosis pertama ke dosis kedua yakni 28 haru, sementara AstraZeneca dua sampai tiga bulan.
Baca juga:
Lalu, bagaimana jika melewati interval?
Khusus untuk Sinovac, praktisi kesehatan sekaligus dokter relawan COVID-19 dari Universitas Gadjah Mada (UGM), dr. Muhammad Fajri Adda’i mengatakan, saat ini belum ada penelitian yang menunjukkan berapa lama waktu vaksin memberikan efektivitas yang optimal bila dosis duanya diberikan terlambat.
Di sisi lain juga belum ada penelitian yang mengungkapkan mengenai kadar antibodi yang terbentuk, apakah lebih baik atau justru buruk pada mereka yang terlambat disuntik dosis kedua.
“Pada prinsipnya vaksin Sinovac diberikan jaraknya 0-14 hari atau 28 hari, pada penelitiannya. Jadi kalau diberikan lebih dari itu, kita tidak tahu apakah lebih bagus atau lebih jelek pembentukan kadar antibodi yang dihasilkan,” ujarnya.
Baca juga:
Puluhan Warga Gagal Dapat Vaksin Dosis Kedua, Gibran Minta Maaf
Inilah mengapa kamu sebaiknya tidak terlambat mendapatkan dosis kedua. Jika menang melewati interval misalnya tiga bulan sejak dosis pertama untuk Sinovac, maka segeralah mendapatkan suntikan kedua.
“Masih lebih baik disuntikkan dalam rentang tiga bulan dibandingkan hanya dapat satu dosis saja atau tidak disuntikkan sama sekali untuk dosis kedua. Tetapi lebih bagus taat waktunya,” kata Fajri.
Pemberian vaksin yang dikembangkan China National Pharmaceutical Group itu juga efektif dalam mencegah 96 persen perawatan akibat COVID-19 pada rentang hari yang sama usai dosis kedua diberikan. (and)
Baca juga:
Selebgram Helena Lim Kemungkinan Dapat Vaksin COVID-19 Dosis Kedua
Bagikan
Andreas Pranatalta
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya