Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Antrean Panjang Beli Gas di Pangkalan Resmi, Warga: Stok di Pengecer Kosong

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Rabu, 05 Februari 2025
Antrean Panjang Beli Gas di Pangkalan Resmi, Warga: Stok di Pengecer Kosong

Antrean beli LPG 3 kilogram di Pondok Aren. (Foto: MerahPutih.com/Kanu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kebijakan diperbolehkannya lagi pengecer menjual LPG 3 kilogram rupanya belum berjalan mulus. Sejumlah warga pun masih mengantre di pangkalan resmi, Rabu (5/2) siang untuk mendapatkan LPG tersebut.

Salah satunya di pangkalan LPG di Ceger Raya, Pondok Aren, Tangsel ini. Puluhan warga masih berbaris seraya membawa tabung gas untuk diganti dengan yang baru. Dimas (35) mengaku masih membeli di pangkalan resmi karena belum menemukan gas di pengecer. Meski sudah menunggu sejam, dia hanya bisa pasrah.

“Katanya hari ini sudah boleh beli di pengecer, tapi mayoritas pengecer dekat rumah masih kehabisan stok,” kata Dimas ditemui di lokasi.

Dimas mengaku sudah seminggu terakhir, kesulitan mencari gas di warung-warung terdekat.

“Gas 3 kg sekarang ini langka dan sudah pernah beberapa kali juga begitu. Dulu beli di warung terdekat dengan kisaran Rp 21 ribu , tetapi sekarang tambah mahal dan susah dicari,” jelas Dimas yang juga seorang wiraswasta ini.

Baca juga:

Pemerintah Awasi Ketat Distribusi LPG 3 Kg Hingga ke Pengecer

Warga lainnya, Agus (45) menyebut salah satu penyebab utama kelangkaan LPG 3 kg adalah distribusi yang tidak merata. Baginya, mencari agen resmi tabung gas 3 kg di kawasan Pondok Aren terbilang sulit.

“Apalagi ketersediaan gas di warung eceran tak ada, lalu kami juga kesulitan akses di agen resmi,” jelas Agus.

Dia mengakui kebijakan pemerintah ini membuat rakyat semakin sulit.

“Ini membuat resah, karena di kalangan masyarakat yang bergantung pada elpiji bersubsidi. Akibatnya ya kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari seperti memasak,” sesal Agus yang bekerja sebagai security ini

Baca juga:

Perubahan Pengecer Jadi Sub Pangkalan Diklaim Bakal Tekan Harga Elpiji 3 Kilogram

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membuat kebijakan yakni masyarakat yang ingin membeli gas 3 kg harus menggunakan kartu tanda penduduk (KTP).

Dia mengklaim bahwa pembelian gas 3 kg tersebut menjadi cara agar subsidi gas tepat sasaran.

Bahlil menyebut bahwa pembelian gas elpiji (LPG) 3 kg adalah cara paling efektif agar pendistribusian subsidi gas dapat tersalurkan secara tepat sasaran bagi masyarakat yang menjadi target pemerintah.

Belakangan, kebijakan ini dihentikan sementara dan memperbolehkan pengecer menjual gas LPG 3 kilogram sambil mengurus persyaratan menjadi sub-pangkalan. (Knu)

#Gas LPG 3 Kg #LPG
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Harga Pertamax Naik, DPR Ingatkan Tarif Listrik dan LPG Subsidi Terancam Terdampak
Kenaikan harga Pertamax masih menjadi polemik. DPR mengingatkan tarif listrik hingga LPG subsidi ikut terdampak.
Soffi Amira - Minggu, 14 Juni 2026
Harga Pertamax Naik, DPR Ingatkan Tarif Listrik dan LPG Subsidi Terancam Terdampak
Indonesia
Dolar Terus Meroket, ESDM Pasang Badan Jamin Harga LPG 3 Kg Tidak Naik
Mekanisme impor LPG dan minyak tetap berjalan normal meski kurs rupiah berfluktuasi.
Wisnu Cipto - Senin, 18 Mei 2026
Dolar Terus Meroket, ESDM Pasang Badan Jamin Harga LPG 3 Kg Tidak Naik
Berita Foto
Proyek Penerapan CNG 3 Kg Dipastikan Bukan Pengganti LPG 3 Kg Bersubsidi
Pedagang melakukan bongkar muat tabung gas LPG 3 Kg bersubsidi di Kawasan palmerah, Jakarta Barat, Jum'at (15/5/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 15 Mei 2026
Proyek Penerapan CNG 3 Kg Dipastikan Bukan Pengganti LPG 3 Kg Bersubsidi
Indonesia
Kasus LPG 3 Kg Disulap Jadi 12 Kg Terbongkar, Pertamina: ini Kejahatan Serius
Kasus LPG 3 kg yang disulap jadi 12 kg di Klaten terbongkar. Pertamina menyebutkan, bahwa itu merupakan kejahatan serius.
Soffi Amira - Senin, 04 Mei 2026
Kasus LPG 3 Kg Disulap Jadi 12 Kg Terbongkar, Pertamina: ini Kejahatan Serius
Indonesia
Bareskrim Polri Buru DPO Pemodal Elpiji Subsidi Ilegal, Rugikan Negara Rp 6 Miliar
Pihak kepolisian membuka ruang partisipasi masyarakat untuk membantu penangkapan pelaku lain yang masih buron.
Dwi Astarini - Minggu, 03 Mei 2026
Bareskrim Polri Buru DPO Pemodal Elpiji Subsidi Ilegal, Rugikan Negara Rp 6 Miliar
Indonesia
Bareskrim Bongkar Pabrik Oplos LPG 3 Kg di Klaten, Kerugian Negara Rp 6 Miliar
Bareskrim Polri menggerebek pabrik oplos LPG 3 kg di Klaten. Modus pelaku memindahkan gas subsidi ke tabung non-subsidi, kerugian negara capai Rp6 miliar.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 02 Mei 2026
Bareskrim Bongkar Pabrik Oplos LPG 3 Kg di Klaten, Kerugian Negara Rp 6 Miliar
Indonesia
Pemerintah Nolkan Bea Masuk LPG dan Bahan Baku Plastik, Bantu Tekan Biaya Industri
Pemerintah menurunkan bea masuk LPG dari 5% menjadi 0% untuk menjaga daya beli dan mendukung industri. Kebijakan berlaku selama 6 bulan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 28 April 2026
Pemerintah Nolkan Bea Masuk LPG dan Bahan Baku Plastik, Bantu Tekan Biaya Industri
Indonesia
Pemerintah Siapkan Strategi Kurangi Ketergantungan Impor Elpiji
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan tingginya konsumsi elpiji nasional menjadi tantangan besar.
Dwi Astarini - Senin, 27 April 2026
Pemerintah Siapkan Strategi Kurangi Ketergantungan Impor Elpiji
Indonesia
Penaikan Harga Elpiji Picu Beban Ganda UMKM, Komisi VII Minta Pemerintah Turun Tangan
Pemerintah perlu menghadirkan solusi konkret melalui skema bantuan langsung, kemudahan akses kredit, hingga relaksasi cicilan perbankan bagi pelaku UMKM.
Dwi Astarini - Kamis, 23 April 2026
Penaikan Harga Elpiji Picu Beban Ganda UMKM, Komisi VII Minta Pemerintah Turun Tangan
Indonesia
Harga Naik, Pemprov DKI Pastikan Stok LPG Non Subsidi Tetap Aman
LPG non subsidi 5,5 kg dan 12 kg mengalami kenaikan. Pemprov DKI pun memastikan bahwa ketersediaan stok tetap aman.
Soffi Amira - Rabu, 22 April 2026
Harga Naik, Pemprov DKI Pastikan Stok LPG Non Subsidi Tetap Aman
Bagikan