Antisipasi Gunung Agung Meletus, Warga Besakih Jual Murah Ternak

Eddy FloEddy Flo - Rabu, 20 September 2017
Antisipasi Gunung Agung Meletus, Warga Besakih Jual Murah Ternak

Petugas melakukan pengamatan terhadap Gunung Agung di Bali (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Status Gunung Agung yang meningkat jadi siaga berpengaruh terhadap kehidupan warga di sekitar lokasi. Sejumlah warga Desa Besakih terpaksa menjual ternaknya secara murah guna mengantisipasi Gunung Agung meletus.

"Saya sudah bawa sapi saya ke Pasar Beringkit, Kabupaten Badung, untuk dijual dengan murah atau dibawah harga pasaran," kata salah seorang warga Desa Besakih, Wayan Pasek di Karangasem, Bali, Rabu (20/9).

Menurut dia, sapi yang biasanya harga jualnya mencapai Rp12 juta per ekor terpaksa dijual menjadi Rp9 juta per ekor.

Hal itu terjadi karena membludaknya jumlah sapi kiriman ke Pasar Beringkit sehingga harganya murah. Selain itu, dia juga mengaku terdesak karena kondisi aktivitas Gunung Agung terus meningkat sehingga harus menjual ternaknya dengan harga murah.

Banjar Temukus, Desa Besakih, yang terdiri dari 200 kepala keluarga itu sebagian besar merupakan petani pemelihara sapi dan perkebunan bunga gumitir.

Pihaknya tidak mempermasalahkan sapi peliharaannya dijual murah daripada nanti ketika terjadi bencana semuanya akan hilang. Hal itu juga dilakukan beberapa tetangganya.

Selain itu, dia bersama masyarakat setempat yang berada dalam radius 6 kilometer dari Gunung Agung siap melakukan pengungsian jika diperintahkan oleh pemerintah setempat.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Willem Rampangilei sebagaimana dilansir Antara mengingatkan masyarakat di sekitar kawasan Gunung Agung Karangasem agar hanya mendengarkan informasi perkembangan status vulkanik dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

"Jangan mendengarkan dari media lain karena bisa hoax dan analisis yang tidak tepat," kata Willem Rampangilei di sela-sela mengecek Pos Pengamatan Gunung Api Agung, di Desa Rendang, Amlapura, Karangasem.

Terkait dengan sejumlah masyarakat desa di sekitar Gunung Agung yang telah melakukan evakuasi mandiri, pihaknya bisa memahami karena efek psikologis. Apalagi Gunung Agung sudah pernah mengalami erupsi demikian dahsyat pada 1963.(*)

Simak perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Agung dalam artikel: Begini Penjelasan BNPB Terkait Perubahan Status Gunung Agung Jadi Siaga

#Gunung Agung #Gunung Meletus #Bali #BNPB
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing ke Sumatra-Kalimantan, Ini Daftar Lokasinya
BNPB merencanakan operasi water bombing karhutla pada 18 September 2026 di enam provinsi Sumatra dan Kalimantan. Simak daftar lokasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 18 September 2026
BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing ke Sumatra-Kalimantan, Ini Daftar Lokasinya
Indonesia
94 Orang Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, BNPB Ungkap Penyebabnya
BNPB mengungkap penyebab 94 orang meninggal dunia di pengungsian gempa NTT. Mayoritas merupakan kelompok rentan.
Soffi Amira - Kamis, 17 September 2026
94 Orang Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, BNPB Ungkap Penyebabnya
Indonesia
Kekeringan Mengancam Sejumlah Wilayah, BNPB Siapkan 4 Strategi Antisipasi
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan menjalankan empat strategi utama sebagai antisipasi terhadap kekeringan di sejumlah wilayah Indonesia.
Yusuf Abdillah - Selasa, 15 September 2026
Kekeringan Mengancam Sejumlah Wilayah, BNPB Siapkan 4 Strategi Antisipasi
Indonesia
Update Kebakaran Hutan di Bromo, Semeru, dan Wilayah Jawa Timur Lainnya, Asap Masih Mengepul
Wisata Bromo tutup total gara-gara kebakaran hutan (karhutla) Jatim yang masih berlanjut. Cek update kondisi terkini titik api di Bromo, Semeru, dan Argopuro di sini!
Angga Yudha Pratama - Senin, 14 September 2026
Update Kebakaran Hutan di Bromo, Semeru, dan Wilayah Jawa Timur Lainnya, Asap Masih Mengepul
Indonesiaku
Mereren Fest 2026 Hidupkan Kembali Tradisi Lokal Pererenan dengan Cara Kekinian
Mereren Fest 2026 di Pererenan, Bali, menghidupkan kembali tradisi lokal lewat festival layangan, musik, kreativitas, dan kolaborasi komunitas.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
Mereren Fest 2026 Hidupkan Kembali Tradisi Lokal Pererenan dengan Cara Kekinian
Fun
Noema Resort Pererenan Dukung Minikino Film Week 2026, Ciptakan Ruang Kreatif bagi Komunitas
Kolaborasi dengan Minikino sejalan dengan salah satu pilar Noema yang menempatkan komunitas dan inklusivitas sebagai bagian penting dari identitas resor.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
Noema Resort Pererenan Dukung Minikino Film Week 2026, Ciptakan Ruang Kreatif bagi Komunitas
Indonesia
Inspeksi Pesisir Banten, Alat Deteksi Dini Tsunami Tanjung Lesung Masih Rusak
Inspeksi maraton mencakup wilayah Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, hingga Kota Cilegon dengan mengacu pada indikator standar internasional Tsunami Ready.
Wisnu Cipto - Kamis, 10 September 2026
Inspeksi Pesisir Banten, Alat Deteksi Dini Tsunami Tanjung Lesung Masih Rusak
Indonesia
Anggaran Bencana Bisa Ditambah Tanpa Batas, Purbaya Ungkap Dana BNPB Hampir Rp 1 Triliun
Pemerintah memastikan anggaran penanganan bencana dapat ditambah sesuai kebutuhan. BNPB saat ini memiliki dana hampir Rp 1 triliun.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
Anggaran Bencana Bisa Ditambah Tanpa Batas, Purbaya Ungkap Dana BNPB Hampir Rp 1 Triliun
Indonesia
Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengarah ke Laut Hindia, Lampung hingga Jakarta Lebih Kondusif
BNPB menyebut abu vulkanik Gunung Anak Krakatau cenderung bergerak ke Laut Hindia. Lampung, Banten, Jawa Barat hingga Jakarta lebih kondusif.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengarah ke Laut Hindia, Lampung hingga Jakarta Lebih Kondusif
Indonesia
2026 Banyak Bencana, BNPB Minta Tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 Triliun
BNPB minta tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 triliun ke Kemenkeu untuk mempercepat penanganan bencana 2026. Anggaran rutin Rp 1,08 triliun dinilai tak cukup
Wisnu Cipto - Selasa, 08 September 2026
2026 Banyak Bencana, BNPB Minta Tambahan Dana Siap Pakai Rp 5,67 Triliun
Bagikan