Anies Baswedan Sambut Baik Undangan Debat Capres dari BEM UI

Zulfikar SyZulfikar Sy - Sabtu, 26 Agustus 2023
Anies Baswedan Sambut Baik Undangan Debat Capres dari BEM UI

Arsip - Bakal calon presiden Koalisi Perubahan Anies Baswedan. ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) mengundang ketiga bakal calon presiden (capres) untuk datang dalam acara debat.

Dalam undangan terbuka tersebut, disampaikan diskusi dan adu visi gagasan pembangunan bangsa dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 14 September 2023, di Balairung UI, Depok.

Juru bicara bakal capres Anies Baswedan, Sudirman Said mengatakan Anies menyambut baik undangan dari BEM UI untuk berdiskusi dan adu visi gagasan pembangunan bangsa.

Baca Juga:

SBY Ajak Anies Berbincang di Ruangan Bersejarah bagi Demokrat

"Pak Anies tidak ragu untuk langsung setuju hadir ke UI, bertukar pikiran dengan para mahasiswa, adu gagasan mengenai bagaimana Indonesia yang lebih baik ke depannya," kata Sudirman Said di Jakarta, Jumat (25/8), seperti dikutip Antara.

Sudirman juga mengatakan, Anies sangat memahami peran dan kontribusi dunia pendidikan, khususnya perguruan tinggi, terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Pak Anies sangat dekat dengan dunia pendidikan, bahkan beliau adalah representasi dari seorang guru. Pak Anies sangat memahami bahwa perguruan tinggi adalah tempat yang tepat di mana gagasan-gagasan demi negara yang lebih baik dapat terus disemai," ujarnya.

Baca Juga:

Fadli Zon Sebut Wacana Duet Ganjar-Anies Hanya Gimik Politik

Sudirman juga mengatakan, Anies sangat mendukung para mahasiswa untuk terus terlibat dalam pembangunan negeri ini.

"Sebagai seorang pendidik, Anies tentunya juga ingin melihat muridnya terus berperan dalam membangun negeri ini sehingga Pak Anies sangat menyambut baik undangan dari BEM UI untuk seluruh capres," ujarnya.

Sebelumnya, Mahkamah Konstitusi memutuskan tempat pendidikan dapat digunakan untuk kampanye pemilu. Keputusan itu membuat BEM UI mengundang ketiga capres, Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan.

Selang tiga jam setelah berita tentang undangan BEM UI itu muncul di media, Anies Baswedan yang merupakan bakal capres dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) langsung memberikan respons lewat akun Twitter dengan menulis: "Yuk, kapan?"

Di akun Instagram, Anies Baswedan juga menyampaikan dirinya siap datang ke UI dengan menuliskan "Siap menerima undangan." (*)

Baca Juga:

Anies dan Tim 8 Temui SBY di Cikeas Malam Ini

#Anies Baswedan #Pilpres #Pemilu
Bagikan
Ditulis Oleh

Zulfikar Sy

Tukang sihir

Berita Terkait

Indonesia
Putusan MK soal Kuota Perempuan, Jangan Hanya Sekadar Syarat Administratif
Partai harus melakukan kaderisasi politik perempuan yang serius dan berkelanjutan
Frengky Aruan - Kamis, 28 Mei 2026
Putusan MK soal Kuota Perempuan, Jangan Hanya Sekadar Syarat Administratif
Indonesia
Demokrat Sebut Putusan MK soal Kuota 30 Persen Caleg Perempuan Hanya Pertegas Aturan Lama
Sekjen Partai Demokrat Herman Khaeron buka suara soal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mewajibkan partai politik memenuhi kuota 30 persen caleg perempuan.
Frengky Aruan - Selasa, 26 Mei 2026
Demokrat Sebut Putusan MK soal Kuota 30 Persen Caleg Perempuan Hanya Pertegas Aturan Lama
Indonesia
Komisi II DPR Nilai Putusan MK Jadi Perlindungan Hak Politik Perempuan
MK memutuskan ketentuan keterwakilan perempuan paling sedikit 30 persen dalam pencalonan anggota DPR dan DPRD bersifat wajib dipenuhi partai politik.
Frengky Aruan - Selasa, 26 Mei 2026
Komisi II DPR Nilai Putusan MK Jadi Perlindungan Hak Politik Perempuan
Indonesia
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Jika negara hadir memanfaatkan alat kuasa lewat sekolah sebagai pencetak tenaga kerja, hal yang muncul ialah Indonesia hanya sebagai negara pengguna, alih-alih menghasilkan inovasi lewat lulusannya.
Dwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Indonesia
Pembatasan Uang Tunai di Pemilu, PAN: Perlu Revisi UU dan Sistem Pengawasan Ketat
PAN angkat bicara soal pembatasan uang tunai di Pemilu. Hal itu dinilai membutuhkan revisi UU dan sistem pengawasan.
Soffi Amira - Senin, 27 April 2026
Pembatasan Uang Tunai di Pemilu, PAN: Perlu Revisi UU dan Sistem Pengawasan Ketat
Indonesia
KPK Usulkan Klausul Kaderisasi untuk Pencalonan Presiden hingga Kepala Daerah
KPK mengusulkan klausul kaderisasi dalam pencalonan presiden hingga kepala daerah. Langkah ini dinilai penting untuk mencetak pemimpin berkualitas.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 April 2026
KPK Usulkan Klausul Kaderisasi untuk Pencalonan Presiden hingga Kepala Daerah
Indonesia
KPK Bongkar Celah Korupsi di Parpol, Soroti soal Mahar hingga Biaya Pemilu
KPK mengungkap akar korupsi politik berasal dari internal partai. Soroti mahar politik, biaya Pemilu tinggi, hingga lemahnya transparansi keuangan.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 April 2026
KPK Bongkar Celah Korupsi di Parpol, Soroti soal Mahar hingga Biaya Pemilu
Indonesia
Pemerintah Tunggu Draf RUU Pemilu Dirampungkan DPR, Ingin Semakin Cepat Dibahas
Apabila RUU Pemilu semakin cepat dibahas lantaran idealnya RUU tersebut sudah selesai pada 2 tahun dan 6 bulan masa pemerintahan saat ini.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026
Pemerintah Tunggu Draf RUU Pemilu Dirampungkan DPR, Ingin Semakin Cepat Dibahas
Indonesia
Dasco Sebut DPR Tidak Buru Buru Bahas RUU Pemilu
Meski tahapan untuk Pemilu 2029 semakin dekat, tahapan-tahapan itu masih bisa berjalan dengan menggunakan Undang-Undang Pemilu yang lama.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 April 2026
Dasco Sebut DPR Tidak Buru Buru Bahas RUU Pemilu
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Anies Bagikan Kuota Haji Gratis untuk Umat, Bisa Ganti dengan Uang Tunai jika Tak Mau
Konten yang beredar merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,1 persen.
Dwi Astarini - Sabtu, 18 April 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Anies Bagikan Kuota Haji Gratis untuk Umat, Bisa Ganti dengan Uang Tunai jika Tak Mau
Bagikan