Headline

Anies Bangga Pertumbuhan Ekonomi DKI Jakarta Lebih Tinggi dari Target Nasional

Eddy FloEddy Flo - Rabu, 26 September 2018
Anies Bangga Pertumbuhan Ekonomi DKI Jakarta Lebih Tinggi dari Target Nasional

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (MP/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta pada triwulan II tahun 2018 melebihi angka target pertumbuhan ekonomi nasional yakni sebesar 5,93 persen.

Menurut Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meski mengalami perlambatan namun tetap berada di atas pertumbuhan ekonomi Indonesia secara umum pada perionde yang sama sebesar 5,27 persen.

"Pertumbuhan ekonomi Provinsi DKI Jakarta tumbuh sebesar 6,02 persen selama triwulan I 2018, lebih tinggi sebelumnya sebesar 5,88 persen," kata Anies Baswedan dalam rapat Paripurna DPRD DKI, di Jakarta, Rabu (26/9).

Sementara untuk laju inflasi, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini mengatakan sepanjang triwulan I 2018, tercatat sebesar 3,23 persen yang lebih rendah dibandingkan dengan triwulan IV 2017 yaitu sebesar 3,72 persen.

"Namun, pada Juni 2018, laju inflasi DKI Jakarta sebesar 3,31 persen. Untuk menjaga kestabilan harga, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi DKI Jakarta terus melakukan koordinasi yang lebih baik antar instansi serta melakukan pengamanan stok pangan dengan mengoptimalkan peran BUMD," ujarnya.

Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (MP/Asropih)

Selain pertumbuhan ekonomi dan inflasi, mantan Rektor Universitas Paramadina ini juga mengatakan indikator penting perekonomian DKI lainnya adalah kestabilan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar.

"Selain pertumbuhan ekonomi dan inflasi, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar juga merupakan indikator penting bagi perekonomian DKI Jakarta. Nilai tukar rupiah pada awal 2018 hingga Juni 2018, berada pada kisaran Rp13.290 hingga Rp14.404 per dolar AS," ujarnya.

Anies sebagaimana dilansir Antara juga menyebut pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta 2018 diperkirakan akan berada pada kisaran 6,1-6,5 persen.

"Angka pertumbuhan tersebut masih pada rentang yang sama dengan asumsi awal yang ditetapkan sebelumnya sebesar 6,12-6,52 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan target pertumbuhan ekonomi nasional yang diperkirakan mencapai 5,4 persen," kata Anies.

Adapun laju inflasi dalam Penetapan APBD diproyeksikan sebesar 3,5-4,0 persen, pada Perubahan APBD diperkirakan pada kisaran 3,0-4,0 persen.

Inflasi pada Perubahan APBD ini relatif sama dengan proyeksi nasional yang diperkirakan berada pada angka 3,5 perse.

"Sedangkan untuk nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika pada Perubahan APBD, mengacu pada nilai asumsi nasional pada Rancangan Awal RKP 2019, " tandas Anies Baswedan.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Ganjar Pranowo Belum Terima Penunjukan Sebagai Jurkam Jokowi-Ma'ruf Amin

#Anies Baswedan #Gubernur DKI Jakarta #Pertumbuhan Ekonomi #Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Indonesia
LRT Velodrome-Manggarai Diresmikan Agustus, Gubernur Pramono: Nilai Investasi Mencapai Rp 12,5 Triliun
Rute LRT Velodrome-Manggarai ini akan diperpanjang hingga Dukuh Atas.
Frengky Aruan - Minggu, 21 Juni 2026
LRT Velodrome-Manggarai Diresmikan Agustus, Gubernur Pramono: Nilai Investasi Mencapai Rp 12,5 Triliun
Indonesia
Gubernur Pramono Resmikan Penataan Jalan Rasuna Said, Kini Memiliki Wajah Baru yang Nyaman
Jalan Rasuna Said kini menjadi ikon baru yang lebih rapi dan tertata, nyaman bagi kendaraan, pengguna transportasi umum, pejalan kaki, hingga penyandang disabilitas.
Frengky Aruan - Minggu, 21 Juni 2026
Gubernur Pramono Resmikan Penataan Jalan Rasuna Said, Kini Memiliki Wajah Baru yang Nyaman
Indonesia
Bank Indonesia Yakini Pertumbuhan Ekonomi Tumbuh Tinggi
BI telah membeli SBN senilai Rp 156,5 triliun, setelah sepanjang 2025 merealisasikan pembelian sebesar Rp 332,14 triliun.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 11 Juni 2026
Bank Indonesia Yakini Pertumbuhan Ekonomi Tumbuh Tinggi
Indonesia
Kenaikan Harga Pertamax Bikin Daya Beli Kelas Menengah Tertekan, PKS Ingatkan Risiko Inflasi
Kenaikan harga Pertamax membuat daya beli kelas menengah makin tertekan. PKS pun juga mengingatkan adanya risiko inflasi.
Soffi Amira - Kamis, 11 Juni 2026
Kenaikan Harga Pertamax Bikin Daya Beli Kelas Menengah Tertekan, PKS Ingatkan Risiko Inflasi
Indonesia
Bank Indonesia Ramal Ekonomi Domestik Tumbuh Menggila Hingga Tembus Batas Atas
Pemerintah bersama bank sentral mengantongi modal kuat guna merealisasikan target pertumbuhan tinggi dengan tiga faktor utama
Angga Yudha Pratama - Rabu, 10 Juni 2026
Bank Indonesia Ramal Ekonomi Domestik Tumbuh Menggila Hingga Tembus Batas Atas
Indonesia
DPR Yakin Ekonomi RI Tumbuh 6 Persen di 2027 meski Dunia Bergejolak
Optimisme itu muncul karena sejumlah indikator ekonomi nasional masih menunjukkan performa positif.
Dwi Astarini - Jumat, 22 Mei 2026
DPR Yakin Ekonomi RI Tumbuh 6 Persen di 2027 meski Dunia Bergejolak
Berita
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen, DPR Soroti Dominasi Belanja Pemerintah
Komisi XI DPR RI memberikan apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang naik 5,61 persen.
Soffi Amira - Jumat, 08 Mei 2026
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen, DPR Soroti Dominasi Belanja Pemerintah
Indonesia
Pramono Ungkap RW Kumuh di Jakarta Turun 52 Persen, Tapi Masih Tersisa 211 Titik
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap jumlah RW kumuh di Jakarta turun 52,58% sejak 2017. Masih ada 211 RW kumuh yang jadi fokus penanganan Pemprov DKI.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 07 Mei 2026
Pramono Ungkap RW Kumuh di Jakarta Turun 52 Persen, Tapi Masih Tersisa 211 Titik
Indonesia
Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen Tidak Dirasakan Dunia Usaha, Malah Tekanan Biaya Meningkat
Pelemahan nilai tukar rupiah menjadi salah satu faktor utama yang menekan kinerja usaha, terutama bagi sektor yang bergantung pada bahan baku impor.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 06 Mei 2026
Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen Tidak Dirasakan Dunia Usaha, Malah Tekanan Biaya Meningkat
Indonesia
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Jika negara hadir memanfaatkan alat kuasa lewat sekolah sebagai pencetak tenaga kerja, hal yang muncul ialah Indonesia hanya sebagai negara pengguna, alih-alih menghasilkan inovasi lewat lulusannya.
Dwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Bagikan