Angkatan Udara AS Ciptakan Kontainer Pengantar Pasien COVID-19

Leonard Leonard - Sabtu, 11 Juli 2020
Angkatan Udara AS Ciptakan Kontainer Pengantar Pasien COVID-19

Mengangkut orang dengan kasus virus corona dengan aman. (Foto: news.yahoo)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ANGKATAN Udara AS menggunakan wadah pengiriman yang dimodifikasi untuk mengangkut orang terinfeksi virus corona dengan aman dari satu lokasi ke lokasi lain. Wadah dirancang untuk membawa pasien dengan tandu atau berjalan kaki. Wadah itu akan dimuat ke bagian belakang pesawat angkut berat. Sistem penyaringan udara dirancang khusus guna memastikan virus tidak lolos dari wadah agar tidak mengancam awak udara.

Kontainer yang dikenal sebagai Conexes Bertekanan Negatif (NPC) itu didasarkan pada kontainer pengiriman standar Conex (Container Express). Wadah itu digunakan untuk mengirimkan barang ke seluruh dunia. Kini, kotak-kotak tersebut dimodifikasi dengan kursi keselamatan yang memungkinkan untuk mengangkut hingga 28 penumpang atau 23 pasien rawat jalan.

Setiap wadah dilengkapi sabuk pengaman. Pada model lain, NPC dapat membawa delapan pasien dengan tandu. NPC juga mencakup ruang khusus tempat personel medis dapat keluar masuk dari alat pelindung diri dengan aman.

Baca juga:

Jet Kargo Terbesar Boeing Terbang Perdana Memerangi COVID-19

1
Biasa dimuat ke pesawat transportasi C-5 atau C-17. (Foto: military)

Setelah siap, NPC kemudian dimuat ke transportasi C-5 atau C-17 untuk kemudian diterbangkan ke tujuan. Setiap pesawat transpor bertenaga jet dengan ukuran lebih besar mampu membawa dua NPC. Sementara itu, pesawat C-130J Hercules yang lebih kecil dapat membawa versi yang lebih kecil, NPC Lite.

NPC menggunakan sistem tekanan udara negatif khusus untuk menjaga kru dalam mengangkut wadah dengan aman. Dalam keadaan normal, udara yang terkontaminasi dari kerangka CONEX pasien virus corona bisa bocor. Hal itu menimbulkan risiko bagi awak pesawat. Sistem tekanan udara negatif bekerja terus-menerus menarik udara dari luar. Sistem memompa kembali, tetapi terlebih dahulu menjalankan udara melalui filter.

Angkatan Udara membangun sistem ini setelah menyadari mereka akan membutuhkan wahana untuk memindahkan orang yang terinfeksi virus corona dengan aman. Stars and Stripes melaporkan layanan lain yang awalnya menggunakan sistem serupa, yakni Transport Isolation System.

Pada April, sistem itu dipakai untuk memindahkan tiga kontraktor pemerintah di Afghanistan yang terinfeksi virus ke Pangkalan Angkatan Udara Ramstein di Jerman. Ramstein merupakan pusat medis utama militer AS di Eropa. Pusat Medis Regional Landstuhl mampu merawat personel AS yang paling sakit dan terluka. Pasukan yang terluka parah sering diterbangkan dari Landstuhl ke AS.

Baca juga:

90 Menit Saja dari Paris ke Amsterdam dengan Hyperloop

2
Dimodifikasi dengan kursi keselamatan. (Foto: nationalguard)

Transport Isolation System dibangun untuk hanya mengangkut dua hingga empat pasien sekaligus. Angkatan Udara AS kemudian memutuskan mereka membutuhkan cara untuk membawa lebih banyak lagi pasien. Menurut mereka, NPC berubah dari coretan di kertas menjadi wahana siap digunakan hanya dalam 88 hari.

NPC menyelesaikan misi nyata pertama pada 1 Juli. Dalam misi itu, 12 pasien dari lokasi yang dirahasiakan di area tanggung jawab Komando Pusat AS diangkut ke Landstuhl. Menurut Angkatan Udara AS, misi evakuasi aeromedis membutuhkan waktu 22 jam. Layanan itu telah mengangkut lebih dari 100 pasien selama 18 misi. (lgi)

Baca juga:

Pesawat Terbesar Dunia Dipilih untuk Meluncurkan Kendaraan Hipersonik

#COVID-19 #Amerika Serikat
Bagikan
Ditulis Oleh

Leonard

Berita Terkait

Dunia
Akhirnya, Iran Izinkan Kembali Semua Kapal Dagang Bebas Melintasi Selat Hormuz
Iran resmi membuka kembali Selat Hormuz untuk kapal dagang setelah mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat.
Wisnu Cipto - Rabu, 24 Juni 2026
Akhirnya, Iran Izinkan Kembali Semua Kapal Dagang Bebas Melintasi Selat Hormuz
Olahraga
Zlatan Ibrahimovic Paksa Seluruh Dunia Percaya Timnas AS Bakal Juara Piala Dunia 2026
Skuad Paman Sam dijadwalkan menantang tim peringkat ketiga terbaik di Stadion San Francisco Bay Area pada 2 Juli mendatang
Angga Yudha Pratama - Selasa, 23 Juni 2026
Zlatan Ibrahimovic Paksa Seluruh Dunia Percaya Timnas AS Bakal Juara Piala Dunia 2026
Dunia
Perundingan Teknis Dengan AS Gagal, Iran dan Oman Malah Bikin Komite Bersama Selat Hormuz
otoritas Iran menyatakan sedang mengembangkan mekanisme pelayaran di Selat Hormuz bersama Oman.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 23 Juni 2026
Perundingan Teknis Dengan AS Gagal, Iran dan Oman Malah Bikin Komite Bersama Selat Hormuz
Indonesia
Ketegangan Iran dan AS Mereda, Indonesia Diminta Ambil Pelajaran: hanya Bangsa Kuat yang Bertahan
Pelajaran terbesar dari meredanya konflik Iran dan Amerika Serikat bukan hanya pentingnya perdamaian, melainkan signifikannya kesiapan.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Juni 2026
Ketegangan Iran dan AS Mereda, Indonesia Diminta Ambil Pelajaran: hanya Bangsa Kuat yang Bertahan
Dunia
Departemen Perang AS Butuh Rp 1,42 Kuadriliun Tutupi Biaya Operasi di Iran
Pimpinan Pentagon memperingatkan bahwa mereka mungkin akan kehabisan dana operasional pada musim panas ini
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 19 Juni 2026
Departemen Perang AS Butuh Rp 1,42 Kuadriliun Tutupi Biaya Operasi di Iran
Olahraga
Amerika Serikat vs Australia: Sejarah Pertemuan, Prediksi Pemenang dan Prakiraan Pemain
Amerika Serikat menyapu bersih kemenangan pada dua laga uji coba terakhir lewat performa impresif lini depan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 19 Juni 2026
Amerika Serikat vs Australia: Sejarah Pertemuan, Prediksi Pemenang dan Prakiraan Pemain
Indonesia
14 Kesepahaman Amerika dan Iran Buat Akhiri Perang
Kedua negara dan sekutunya juga berkomitmen untuk tidak memulai perang atau operasi militer, menahan diri menggunakan kekuatan
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 18 Juni 2026
14 Kesepahaman Amerika dan Iran Buat Akhiri Perang
Indonesia
DPR Sebut Perdamaian AS-Iran Bisa Tekan Harga Minyak dan Risiko Inflasi di RI
Penghentian konflik bersenjata jadi langkah penting untuk menjaga keamanan internasional dan mengurangi ketegangan geopolitik di kawasan tersebut.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Juni 2026
DPR Sebut Perdamaian AS-Iran Bisa Tekan Harga Minyak dan Risiko Inflasi di RI
Indonesia
Iran-Amerika Sepakat Akhiri Perang, Komisi I DPR: Israel jangan Rusak Perjanjian Damai
Seluruh pihak harus mendukung penuh kesepakatan penghentian perang tersebut demi menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
Iran-Amerika Sepakat Akhiri Perang, Komisi I DPR: Israel jangan Rusak Perjanjian Damai
Dunia
AS dan Iran Capai Kesepakatan, Harga Minyak Tergelincir
Harga minyak mentah Brent, yang menjadi acuan harga minyak dunia, turun 4,8 persen menjadi USD 83,18 (sekitar Rp 1,36 juta) per barel.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
 AS dan Iran Capai Kesepakatan, Harga Minyak Tergelincir
Bagikan