Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Angkat Seni Tradisi Suku Dayak Kalimantan Tengah, Pertunjukan Bawi Lamus Siap Digelar

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Rabu, 26 September 2018
Angkat Seni Tradisi Suku Dayak Kalimantan Tengah, Pertunjukan Bawi Lamus Siap Digelar

Bawi Lamus menunjukan sisi seni dan budaya Kalimantan Tengah. (Foto: MP/Raden Yusuf Nayamenggala)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

INDONESIA adalah negara yang sangat kaya seni dan budaya. Tak terkecuali dengan pulau Kalimantan yang dikenal menyimpan kekayaan sumber daya alam dan tradisi, dan budaya yang tentunya patut dijaga serta dilestarikan.

Terinspirasi akan pesona alam Kalimantan tengah yang sangat menakjubkan dengan simbol-simbol luhur seni Dayak yang agung, lahir sebuah karya pertunjukan Bawi Lamus yang akan dipentaskan di Gedung Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki pada tangga 13-14 Oktober 2018.

Singkat cerita Bawi Lamus merupakan sebuah pertunjukan seni dan tradisi Suku Dayak Ngaju dan Suku Dayak Manyan dari Kalimantan Tengah. Pertunjukan ini akan berkolaborasi dengan musik orkestra racikan komposer ternama tanah air, Erwin Gutawa dan tata pertunjukan yang dikemas secara modern.

Bawi Lamus mempertunjukan kolaborasi antara tradisional dan modern. (Foto: MP/Raden Yusuf Nayamenggala)

Dalam bahasa Dayak, Bawi Lamus berarti wanita cantik, anggun dan pemberani. Energi yang dipancarakan oleh sosok Istimewa Bawi Lamus diharapkan menjaga kelestarian lingkungan alam serta menata hubungan harmonis antara manusia dengan tetap berserah kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Pementas Bawei Lamus sendiri berawal dari Putra daerah Kalimantan Tengah, Dr. A. Teras Narang, SH, Gubernur Kalimantan Tengah periode 2005-2015, yang berkeinginan kuat mengangkat seni tradisi Suku Dayak Kalimantan Tengah.

Gayung bersambut, ide itu pun direspon positif oleh penulis naskah teater Bawei Lamus, Paquita Widjaja Rustandi. Kemistisan alam, kebijakan budaya, keunikan sejarah dan keindahan manusia Kalimantan berhasil meniupkan pesona inspirasi seni bagi Paquita.

Pertunjukan Bawi Lamus pun Menjadinarasi yang bercerita tentang kondisi Kalimantan, bukan hanya tentang keindahan tapi tentang cita-cita masa depannya.

"Ini adalah pertunjukan multietnik yang tetap mengangkat empat tema utamanya alam, manusia sejarah dan harapan. Itulah yang menjadi pilar pertunjukan Bawi Lamus ini," tutur Paquita.

Sementara itu Jay Subyakto selaku artistik dari Bawi Lamus menuturkan tentang visi misi dari pementasan tentang tradisi Suku Dayak Kalimantan tengah ini, yaitu berdasarkan masalah-masalah yang ada di dunia.

"Mungkin buat saya banyak orang yang ngira ini pertunjukannya seperti apa? Ini adalah pertunjukan. Seni budaya Kalimantan Tengah terutama Dayak. Misinya ada masalah global lingkungan kebudayaan dan masalah yang terjadi di dunia seperti global warming dan pembakaran hutan. Kita tahu Kalimantan salah satu hutan yang kaya akan flora dan fauna yang terkenal di dunia. Buat saya kebudayaan dan seni bisa maju jika kita punya lingkungan yang sehat," tambah Jay.

Poster Bawi Lamus (foto: instagram @bawilamus)

Menurut Teras Narang selaku eksekutif produser, Bawi Lamus, "Jika hal ini sangat positif, karena dapat mengangkat kembali budaya-budaya tanah air. Seni dan bidaya merupakan aset dari bangsa, Kalimantan Tengah pada khususnya dan Kalimantan pada umumnya. Punya potensi dalam bidang seni dan budaya. Saya lihat masih ada yang perlu diangkat ke permukaan, untuk mengangkatnya tentu tak cukup orang-orang di Kalimantan saja tapi juga orang-orang yang peduli serta memahami seni dan budaya."

Pementasan Bawei Lamus merupakan buah karya dari beberapa nama besar yang terlibat di dalamnya. Seperti Jay Subyakto (Artistik), Erwin Gutawa (Musik), Paquita Widjaja Rustandi (Naska & Kostum), Sophia Latjuba (Bintang Tamu), Lea Simanjuntak (Bintang Tamu), Inet Leimena (Sutdara), Edhi Wiluyo & Siko Setyanto (Koreografer), Durga (Seniman Tato), Taba Sanchabakhtiar (Visual), Alfina Teras Narang & LEo Rustadi (Eksekutif Produser) dan Frida Tumakaka (Produser).

Untuk tiketnya dibanderol mulai dari harga Rp300.000 hingga Rp2.500.000 untuk kelas Silver hingga Diamond. Sementara itu tiketnya kamu bisa dapatkan di bawilamus.com. (ryn)

Baca juga yuk artikel menarik yang lainnya Synchronize Fest 2018 Akan Hadirkan 118 Musisi Lintas Genre

#Seni Pertunjukan #Teater #Kalimantan Tengah
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fun
Akhiri Penantian 35 Tahun, Teater Koma Hidupkan Kembali Lakon 'Rumah Sakit Jiwa'
Teater Koma kembali menghadirkan lakon klasik Rumah Sakit Jiwa karya N. Riantiarno setelah 35 tahun. Pertunjukan digelar 30 Juli–2 Agustus 2026 di TIM, Jakarta.
Wisnu Cipto - Sabtu, 11 Juli 2026
Akhiri Penantian 35 Tahun, Teater Koma Hidupkan Kembali Lakon 'Rumah Sakit Jiwa'
Indonesia
Polri Gencarkan Perburuan Bandar Narkoba di Kalteng Usai 3 Anggota Gugur saat Penggerebekan
Polri menggencarkan perburuan bandar narkoba di Katingan, Kalimantan Tengah, setelah tiga anggota gugur saat operasi penggerebekan. Bareskrim meminta dukungan masyarakat.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 06 Juli 2026
Polri Gencarkan Perburuan Bandar Narkoba di Kalteng Usai 3 Anggota Gugur saat Penggerebekan
Lifestyle
Senja Teduh Pelita Penggabungan Musik, Teater, dan Narasi Kuat Membuka Babak Baru MALIQ & D'Essentials.
Sejumlah lagu seperti "Senja Teduh Pelita", "Himalaya", "Aurora", "Jalan Pulang", hingga materi dari album terbaru Begini Begitu diinterpretasikan ulang untuk mengiringi perjalanan emosional para karakter
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 05 Juli 2026
Senja Teduh Pelita Penggabungan Musik, Teater, dan Narasi Kuat Membuka Babak Baru MALIQ & D'Essentials.
Indonesia
Bripda Nopandri Ditemukan Gugur, Bareskrim Polri Tegaskan Kejar Pelaku Penyerangan di Katingan
Bripda Nopandri Ramadhana ditemukan gugur setelah hilang saat operasi narkoba di Katingan. Bareskrim Polri memastikan pengejaran terhadap pelaku penyerangan terus dilakukan.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 04 Juli 2026
Bripda Nopandri Ditemukan Gugur, Bareskrim Polri Tegaskan Kejar Pelaku Penyerangan di Katingan
Indonesia
2 Polisi Hilang Saat Bentrok Penggerebekan Narkoba Kalteng, Diduga Hanyut di Sungai Katingan
Dua anggota Polres Katingan hilang saat operasi penggerebekan narkoba di Desa Tumbang Kalemei. Diduga hanyut di Sungai Katingan, tim gabungan Ditpolairud, Brimob, dan Basarnas masih melakukan pencarian intensif.
Wisnu Cipto - Jumat, 03 Juli 2026
2 Polisi Hilang Saat Bentrok Penggerebekan Narkoba Kalteng, Diduga Hanyut di Sungai Katingan
Indonesia
Bentrok Penggerebekan Bandar Narkoba Kalteng, Bareskrim Siap Bergerak dari Jakarta
Bareskrim Polri turun tangan setelah 1 polisi gugur dan 2 hilang dalam penggerebekan narkoba di Katingan, Kalimantan Tengah. Brigjen Eko Hadi Santoso pastikan dukungan penuh pencarian dan pengamanan.
Wisnu Cipto - Kamis, 02 Juli 2026
Bentrok Penggerebekan Bandar Narkoba Kalteng, Bareskrim Siap Bergerak dari Jakarta
Indonesia
Bentrok Penggerebekan Narkoba di Kalteng: Aipda Yudhi Gugur, 2 Polisi Hilang, 1 Warga Tewas Ditembak
Operasi penggerebekan bandar narkoba di Katingan ricuh. Seorang polisi gugur, dua hilang, dan satu keluarga pelaku tewas. Polisi kerahkan 50 personel tambahan untuk pengamanan.
Wisnu Cipto - Kamis, 02 Juli 2026
Bentrok Penggerebekan Narkoba di Kalteng: Aipda Yudhi Gugur, 2 Polisi Hilang, 1 Warga Tewas Ditembak
Olahraga
Tim Promosi Super League 2026/2027 Adhyaksa FC Berpeluang Bermarkas di Stadion Tuah Pahoe Palangka Raya
Peluang terlihat setelah Presiden klub Eko Setyawan meninjau stadion tersebut.
Frengky Aruan - Jumat, 12 Juni 2026
Tim Promosi Super League 2026/2027 Adhyaksa FC Berpeluang Bermarkas di Stadion Tuah Pahoe Palangka Raya
Berita Foto
Jelang Pementasan Teater Musikal Bertajuk Senja Teduh Pelita, Adaptasi Lagu MALIQ & D’Essentials
Para pemeran mementaskan teater musikal bertajuk "Senja Teduh Pelita' adaptasi lagu MALIQ and D'Essentials dalam konfereni pers di Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 03 Juni 2026
Jelang Pementasan Teater Musikal Bertajuk Senja Teduh Pelita, Adaptasi Lagu MALIQ & D’Essentials
ShowBiz
Drama Musikal 'Mar' Comeback, Hadirkan Panggung 360 Derajat Visualisasi Ciamik Bandung Lautan Api
Pertunjukan drama musikal Mar kembali lagi ke panggung pertunjukan di Ciputra Artpreneur, Jakarta Pusat, pada 15-17 Mei 2026.
Dwi Astarini - Sabtu, 16 Mei 2026
Drama Musikal 'Mar' Comeback, Hadirkan Panggung 360 Derajat Visualisasi Ciamik Bandung Lautan Api
Bagikan