Anggota Komisi III DPR Nyatakan Narkoba Lebih Berbahaya dari Terorisme

Eddy FloEddy Flo - Minggu, 30 Juli 2017
Anggota Komisi III DPR Nyatakan Narkoba Lebih Berbahaya dari Terorisme

Paket narkoba yang gagal diselundupkan ( ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Al Habsyie mengatakan, narkoba lebih berbahaya daripada teroris, karena dampak penggunaan narkoba bisa membuat rusak generasi bangsa dan kehancuran negara serta bangsa.

Habib Aboe Bakar mengatakan itu dalam jumpa pers usai halal bi halal keluarga besar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kalimantan Selatan (Kalsel) di Hotel Golden Tulip Banjarmasin, Sabtu (29/7) kemarin.

Pasalnya, anggota DPR RI tiga periode asal daerah pemilihan Kalsel dari PKS tersebut, dampak penggunaan narkoba bisa membuat rusak generasi bangsa, dan pada gilirannya kehancuran negara serta bangsa itu sendiri.

"Oleh sebab itu menjadi kewajiban dan tanggung jawab kita bersama (termasuk kader/keluarga besar PKS) untuk memberantas atau memerangi narkoba tersebut," ajaknya.

Wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel menyatakan prihatin dan mengaku miris dengan perkembangan narkoba di negeri ini yang seakan tanpa pembatas masuk dari negara lain.

Ramainya masuk narkoba ke Indonesia belakangan ini, menurut dia, karena sikap Presiden Pilifina sekarang yang cukup keras, sehingga membuat orang takut menjual barang tersebut di negara itu.

Sebagai contoh yang terjadi belakangan ini bukan lagi kilogram, tetapi sampai satu ton lebih bahan berbahaya jenis narkoba tertangkan masuk Indonesia, ujarnya.

Ketika Antara Kalsel menanya, apakah Habib Aboe Bakar setujuh kalau sanski terhadap penyalahguna/pengedar atau penjual narkoba dihukum tembah seperti di Pilifina, dia menyatakan sangat setuju asalkan jangan dituduh menggar hak asasi manusia (HAM).

"Hal yang memprihatinkan pula dan membuat kira merasa miris, bisnis narkoba tersebut juga terjadi di dalam Lembaha Pemasyarakatan (Lapas) atau Rumah Tahanan Negara (Rutan)," tuturnya didampingi para fungsionaris DPW PKS Kalsel.

"Mungkin dengan tembak di tempat bagi badar/pengedar narkoba bisa meminimalkan peredaran barang haram yang dapat merusak jasmani dan rohani generasi bangsa tersebut," demikian Habib Aboe Bakar Al Habsyie.(*)

Sumber: ANTARA

#Narkoba #Terorisme #PKS #Komisi III DPR
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
PKS Tidak Ingin Buru-Buru Bahas RUU Perampasan Aset, Banyak Persoalan Harus Diperjelas
salah satu persoalan yang perlu diperjelas adalah siapa yang bertanggung jawab terhadap aset setelah dilakukan penyitaan maupun perampasan.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
PKS Tidak Ingin Buru-Buru Bahas RUU Perampasan Aset, Banyak Persoalan Harus Diperjelas
Indonesia
Alasan Indonesia Legowo Mary Jane Veloso Dapat Pengampunan Mutlak dari Filipina
Kasus Mary Jane Veloso akhirnya menemui titik terang setelah Presiden Filipina memberikan pengampunan mutlak. Simak alasan Pemerintah RI menghormati keputusan ini dan kesepakatan di baliknya!
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 26 September 2026
Alasan Indonesia Legowo Mary Jane Veloso Dapat Pengampunan Mutlak dari Filipina
Indonesia
Bareskrim Gagalkan Penyelundupan 28,3 Kg Sabu Jaringan Internasional di Bengkalis
Bareskrim Polri menggagalkan penyelundupan 28,3 kilogram sabu jaringan internasional di Bengkalis, Riau. Dua kurir ditangkap dan dua pengendali diburu.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
Bareskrim Gagalkan Penyelundupan 28,3 Kg Sabu Jaringan Internasional di Bengkalis
Indonesia
Kepala BNN Ungkap Tren Narkotika Cair, Menyaru Vape
Dalam beberapa bulan terakhir, bentuk narkotika tersebut muncul dalam sejumlah pengungkapan yang dilakukan BNN bersama aparat penegak hukum lainnya.
Dwi Astarini - Rabu, 16 September 2026
Kepala BNN Ungkap Tren Narkotika Cair, Menyaru Vape
Indonesia
RUU Perampasan Aset Bukan untuk Tekan Lawan Politik, DPR: Sasar Kejahatan Terorganisasi
DPR RI menegaskan bahwa RUU Perampasan Aset bukan untuk menekan lawan politik. Masyarakat diminta untuk tak khawatir.
Soffi Amira - Selasa, 08 September 2026
RUU Perampasan Aset Bukan untuk Tekan Lawan Politik, DPR: Sasar Kejahatan Terorganisasi
Indonesia
Komisi III DPR Pastikan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember 2026 meski Ada Penolakan
Pengesahan RUU Perampasan Aset belum tentu membuat kelompok yang selama ini kontra terhadap pemerintah berhenti menyampaikan tuntutan. 

Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Komisi III DPR Pastikan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember 2026 meski Ada Penolakan
Indonesia
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
BNPT mengungkap 620 anak usia 11-18 tahun terpapar kekerasan dan radikalisme. 6 anak di Jakarta diarahkan menjalani rehabilitasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
Indonesia
Polisi Tangkap Bandar Besar Obat Keras di Tanah Abang, Ratusan Ribu Butir Barang Bukti Diamankan
RS (38), pria yang disebut bandar besar obat keras di Tanah Abang, ditangkap polisi setelah masuk DPO. Total tersangka dalam kasus ini menjadi enam orang.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
Polisi Tangkap Bandar Besar Obat Keras di Tanah Abang, Ratusan Ribu Butir Barang Bukti Diamankan
Indonesia
Polda Metro Bongkar Dugaan Industri Rumahan Produksi Etomidate di Jaksel, WN Malaysia Ditangkap
Polda Metro Jaya membongkar dugaan industri rumahan produksi etomidate di Jakarta Selatan. Seorang WN Malaysia berinisial LYL ditangkap.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 01 September 2026
Polda Metro Bongkar Dugaan Industri Rumahan Produksi Etomidate di Jaksel, WN Malaysia Ditangkap
Indonesia
Bareskrim Bongkar Jaringan King_Garden, Ungkap Penyamaran 9,4 Kg Ganja di Paket Tekstil
Petugas menemukan paket berisi 2 kilogram ganja yang dikirim menggunakan mobil ekspedisi dari Medan menuju Pasuruan dan Brebes.
Dwi Astarini - Jumat, 28 Agustus 2026
Bareskrim Bongkar Jaringan King_Garden, Ungkap Penyamaran 9,4 Kg Ganja di Paket Tekstil
Bagikan