MerahPutih.com - RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengungkap kondisi terkini Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus yang menjadi korban serangan teror air keras dari anggota Bais TNI.
"Selama perawatan dalam tiga hari terakhir, tim medis menemukan adanya kondisi iskemia (kekurangan aliran darah) kembali pada area bawah (inferior) sklera mata kanan sekitar 40 persen yang menyebabkan penipisan jaringan di sekitarnya," kata Manajer Hukum dan Humas RSCM Yoga Nara dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Jumat (27/3).
Baca juga:
Profil Letjen Yudi dari Kopassus ke Kabais, Karier Moncer Terjegal Kasus Teror Air Keras
Rabu Jalani Operasi
Berdasarkan evaluasi, tim medis memutuskan untuk melakukan tindakan lanjutan guna menjaga kondisi jaringan dan mendukung proses penyembuhan.
"Pada hari Rabu, 25 Maret 2026, pukul 10.00 WIB, pasien menjalani tindakan operasi terpadu yang melibatkan tim spesialis mata dan bedah plastik di kamar operasi Kencana," ujar Yoga.
Saat operasi, tim dokter melakukan pemindahan jaringan dari area dalam mata untuk menutup area terbuka, penempelan membran amnion, serta pemasangan kembali lensa pelindung mata.
"Tindakan ini bertujuan untuk memperbaiki permukaan bola mata dan mendukung proses penyembuhan jaringan yang lebih optimal," tutur Yoga.
Baca juga:
4 Prajurit TNI Denma BAIS Terduga Penyiram Air Keras Aktivis KontraS Ditahan
Selama operasi itu berlangsung ditemukan pula penipisan jaringan kornea yang bersifat progresif pada bagian atas hingga sisi luar kornea mata kanan korban akibat proses inflamasi yang masih berlangsung.
"Untuk mengatasi kondisi tersebut, dilakukan penempelan membran amnion tambahan serta penjahitan sementara kelopak mata kanan guna melindungi permukaan mata dan memaksimalkan proses pemulihan jaringan," tutur Yoga.
Penanganan Luka Bakar Korban
Dari sisi bedah plastik, Yoga menyebutkan telah dilakukan pembuangan jaringan mati lanjutan (debridement) serta tindakan cangkok kulit pada area mata, dada, dan pundak sebagai bagian dari upaya mempercepat proses penyembuhan luka bakar.
Baca juga:
Komnas HAM Tuntut Anggota Bais TNI Pelaku Teror Aktivis KontraS Diseret ke Pengadilan Umum
Kondisi pasien Andrie Yunus secara umum masih dalam pemantauan ketat tim medis multidisiplin, dengan perawatan yang dilakukan secara komprehensif dan berkesinambungan.
"Saat ini, fokus utama penanganan adalah mempertahankan integritas bola mata kanan serta mengendalikan proses inflamasi agar tidak berkembang lebih lanjut," tutur Yoga, dilansir Antara.
"Evaluasi lanjutan terhadap kondisi luka direncakan akan dilakukan pada hari Sabtu, tanggal 28 Maret 2026," tandas pejabat RSCM itu. (*)