Ancam Jewer Haidar Nashir, Amien Rais Malah "Dijewer" Raja Antoni
Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais (tengah). (ANTARAFOTO/Reno Esnir)
MerahPutih.com - Pemilihan presiden tidak akan lama lagi. Para elite politik telah menetapkan pilihan terhadap paslon tertentu. Begitu juga dengan mantan Ketum PP Muhammadiyah, Amien Rais. Tak hanya itu, Amien pun meminta ormas tersebut bersikap di Pilpres 2019.
Dalam pidatonya saat Tabligh Akbar dan Resepsi Milad ke-106 Masehi Muhammadiyah di Islamic Center Surabaya, Selasa (20/11) kemarin, Amien bahkan mengancam akan 'menjewer' Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir bila kader dipersilakan menentukan pilihannya sendiri.
"Di tahun politik, tidak boleh seorang Haedar Nashir memilih menyerahkan ke kader untuk menentukan sikapnya dalam pilpres. Kalau sampai seperti itu, akan saya jewer," kata Amien seperti dilansir antaranews.com.
Menanggapi sikap Amien, banyak politikus angkat bicara. Salah satunya, Sekjen PSI Raja Juli Antoni. Antoni yang juga merupakan Wakil Sekretaris TKN Jokowi- Ma'ruf menyayangkan pernyataan politisi senior PAN tersebut mengancam Haedar Nashir.
Menurut Antoni, sikap mantan Ketua PP Muhammadiyah itu akan melenyapkan karakter Muhammadiyah yang hampir tidak pernah terlibat langsung dalam politik praktis. "Sikap pak Amien mengubur semangat independensi dan netralitas yang dipegang teguh Muhammadiyah selama ini," kata Antoni kepada wartawan, Rabu (21/11).
Sekjen PSI itu menilai pernyataan Amien Rais yang ingin menjewer Haedar Nashir merupakan blunder karena akan membuat warga Muhammadiyah berang atas sikapnya tersebut.
"Saya berharap Pak Amin fokus mengurus PAN dan kandidatnya Prabowo-Sandi, Muhammadiyah biar diurus oleh Pak Haedar dan pengurus PP Muhammadiyah yang lain," imbau Mantan Ketua Umum PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) itu.
Raja Juli berharap Amien Rais dapat mencontoh pendahulunya yang tidak mau mencampuradukkan kepentingan politik dengan organisasi Muhammadiyah.
"Pak Amien dapat mencontoh mantan ketua umum PP Muhammadiyah yang lain, Buya Syafii Maarif dan Pak Din Syamsuddin, yang setelah tidak menjadi pengurus Muhammadiyah tidak ada keinginan untuk 'cawe-cawe' urusan Muhammadiyah," pungkasnya. (Fdi)
Bagikan
Berita Terkait
Kemenhut Bentuk Tim Percepatan Pembersihan Kayu Hanyut Pascabanjir Sumatra
Satgas PKH Tindak 23 Subjek Hukum Pemicu Bencana Sumatera
Tak Beri Mandat, PP Muhammadiyah Jelaskan Status Hukum Aliansi Muda Muhammadiyah
PP Muhammadiyah Bantah Terlibat Laporan Pemidanaan Komika Pandji Pragiwaksono
Pemuda Pemidana Komika Pandji Klaim Wakili Suara Anak Muda NU dan Muhammadiyah
[HOAKS atau FAKTA]: Raja Juli Jadi Menteri Bencana
Amien Rais, Refly Harun, dan Rismon Datangi PN Solo untuk Sidang Ijazah Palsu
[HOAKS atau FAKTA]: Terus Disinggung soal Kerusakan Alam Jadi Pemicu Bencana Alam di Sumatra, Menhut Raja Juli Antoni Akhirnya Mundur dari Jabatannya
Beri Efek Jera, DPR Minta Menhut Ungkap 12 Perusahaan Penyebab Banjir Bandang Sumatra
Rapat Panas di Komisi IV soal Bencana Sumatra, Rahmat Saleh Minta Menhut Raja Juli Mundur dari Jabatan