Parenting

Anak Mengeluh saat Berpuasa, Hadapi dengan Trik Ini

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 26 Maret 2024
Anak Mengeluh saat Berpuasa, Hadapi dengan Trik Ini

Anak bisa saja mengeluh saat berpuasa.(foto: pexels-rdne-stock-project)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - ANAK-anak memang belum diwajibkan berpuasa Ramadan. Meski demikian, mengajarkan mereka berpuasa sejak dini bukanlah hal yang buruk untuk dilakukan. Anak perlu tahu bahwa berpuasa juga bisa membawa banyak hal baik untuk tubuh mereka.

Tak bisa dimungkiri nih, mengajarkan puasa kepada anak tidak selalu mudah. Namanya juga masih anak-anak ya, si kecil bisa saja mengeluh saat puasa. Biasanya, kondisi itu terjadi ketika anak sudah merasa sangat lapar atau haus.

Di saat kritis ini, Bunda tak perlu langsung ‘bereaksi’ ya. Seperti dilansir Hellosehat, berikut beberapa trik untuk menghadapi keluhan anak saat berpuasa.

Baca juga:

Inneke Koesherawati Kebingungan Ajarkan Anak Puasa

1. Lakukan kegiatan yang disukai anak

Melakukan suatu kegiatan yang disukai dapat membuat anak lupa dengan rasa lapar dan haus yang mungkin muncul saat sedang berpuasa. Sama seperti orang dewasa, saat sedang sibuk beraktivitas, perhatian anak dapat terfokus pada hal tersebut sehingga tidak merasakan atau bahkan lupa dengan rasa lapar.

Contohnya nih, bila anak suka menggambar, orangtua bisa mengajak anak menggambar bersama.

Agar lebih mudah, tanyakan langsung kepada anak kegiatan apa yang mereka sukai atau ingin lakukan. Dengan begitu, kamu dan anak bisa menyusun rencana bersama-sama untuk melakukan kegiatan selanjutnya agar anak tidak merasa bosan dan lupa dengan rasa lapar saat puasa. Pilihan lainnya, kamu bisa mengajak si kecil keluar rumah dan melihat tempat-tempat baru.

Tapi ingat ya, pastikan kegiatan tersebut tidak mengharuskan kamu dan si kecil mengeluarkan tenaga terlalu banyak. Kegiatan yang melelahkan justru dapat membuat anak bertambah lapar.

2. Ajak anak tidur siang

Rasa lapar dan haus muncul saat tubuh mulai kekurangan pasokan energi dan cairan di dalam tubuh. Oleh karena itu, salah satu cara terbaik untuk mengatasi kondisi tersebut ialah dengan beristirahat.

Saat sedang istirahat, tubuh akan mengeluarkan mengeluarkan lebih sedikit energi dan cairan. Salah satu cara terbaik untuk istirahat adalah dengan tidur siang.

Seperti disebut Cleveland Clinic, dengan tidur siang, tubuh dapat merasa lebih bertenaga. Dengan begitu, anak diharapkan tidak banyak mengeluh saat puasa.

Meski begitu, tidur siang dilakukan dalam durasi yang tak berlebih. Tujuannya agar kamu dan anak tidak mengalami gangguan tidur setelahnya, seperti pusing dan merasa kebingungan saat bangun, insomnia, hingga penurunan kualitas tidur di malam hari.

Batasi waktu tidur sekitar 10-20 menit. Tidur siang terlalu lama bisa menimbulkan pusing. Jangan tidur terlalu sore. Tidur setelah oukul 15.00 bisa mengganggu waktu tidur di malam hari.

3. Ajarkan anak untuk mengendalikan emosi

Berpuasa tak melulu menahan lapar ya. Anak juga bisa diajarkan mengendalikan emosi. Rasa lapar dan haus dapat membuat seseorang lebih agresif dan mudah marah. Ini disebabkan oleh pelepasan zat kortisol (hormon stres) dan adrenalin akibat kadar gula darah yang rendah.

Zat-zat tersebut dihasilkan tubuh untuk meningkatkan dan menyeimbangkan kadar gula di dalam darah. Pada anak-anak, kondisi tersebut juga dapat terjadi. Akibatnya, anak mungkin akan mengeluh saat puasa akibat rasa lapar dan haus yang timbul.

Oleh karena itu, salah satu cara untuk mengatasi anak yang mengeluh ketika berpuasa ialah dengan mengajarkan mereka untuk bersabar. Kamu bisa mencoba menghibur si kecil dengan memberikan penjelasan terkait dengan manfaat yang bisa mereka dapatkan dari berpuasa, baik dari segi agama, kesehatan, atau alasan puasa lainnya.

Selain itu, kamu juga dapat membuat anak lebih bersemangat dalam belajar berpuasa dengan menjanjikan hadiah untuk menghargai usahanya.(*)

Baca juga:

Tip agar Tetap Aman Berkendara ketika Berpuasa

#Parenting #Puasa
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Karya Raya 2026, ketika Karya Bertumbuh, Anak Ikut Bertumbuh
Dengan membawa tema Garden of Kindness: Where Creativity Grows on You, Karya Raya menegaskan pertumbuhan bukan hanya tentang banyaknya karya yang dihasilkan.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Karya Raya 2026, ketika Karya Bertumbuh, Anak Ikut Bertumbuh
Lifestyle
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Regulasi penggunaan sosial media pada anak di Indonesia belum seketat negara maju lainnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Lifestyle
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Masyarakat diharapkan lebih kritis dalam menerima informasi, terutama yang disampaikan key opinion leader (KOL) atau figur publik.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Indonesia
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Penggunaan perangkat digital yang berlebihan dapat mengurangi interaksi sosial hingga memengaruhi kesehatan mental peserta didik.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Lifestyle
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Langkah sistematis ini memastikan batas waktu bermain berjalan otomatis tanpa perlu penyitaan perangkat secara fisik
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 Juli 2026
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Fun
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
S-26 Exceptional Journey: Journey Inside The Brain menghadirkan pengalaman edukatif imersif yang mengajak orang tua memahami perkembangan anak.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
Lifestyle
Puasa Arafah Digabung dengan Qadha Ramadan, ini Penjelasan Ulama
Seseorang yang masih memiliki utang puasa Ramadan sebaiknya mendahulukan puasa wajib.
Dwi Astarini - Selasa, 26 Mei 2026
Puasa Arafah Digabung dengan Qadha Ramadan, ini Penjelasan Ulama
Lifestyle
Hari Ini Puasa ke Berapa? 8 Maret 2026 Masuk Hari ke-18 Ramadan 1447 H
Hari ini puasa ke berapa? Minggu 8 Maret 2026 merupakan puasa ke-18 Ramadan 1447 H menurut penetapan Kementerian Agama Republik Indonesia. Simak juga jadwal imsakiyah hingga akhir Ramadan
ImanK - Minggu, 08 Maret 2026
Hari Ini Puasa ke Berapa? 8 Maret 2026 Masuk Hari ke-18 Ramadan 1447 H
Lifestyle
Tak Mampu Bayar Sekaligus, Bolehkah Fidyah Dicicil? Ini Penjelasan Ulama
Apa itu fidyah dan bolehkah dibayar secara dicicil? Simak penjelasan lengkap tentang hukum fidyah, dalil Al-Qur’an, dan pendapat ulama terkait kewajiban ini.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 06 Maret 2026
Tak Mampu Bayar Sekaligus, Bolehkah Fidyah Dicicil? Ini Penjelasan Ulama
Bagikan