Amnesty Soroti Program Bela Negara bagi Massa Demo DPR, Sebut Sarat Intimidasi

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
Amnesty Soroti Program Bela Negara bagi Massa Demo DPR, Sebut Sarat Intimidasi

Polisi Bubarkan Aksi Demo 27 Agustus di Gedung DPR dengan Water Cannon

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Amnesty International menyoroti program Pembekalan Bela Negara Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) bagi warga dan pelajar yang ditangkap saat demonstrasi di kawasan DPR/MPR pada 27 Agustus 2026.

Mereka yang terjaring dalam aksi tersebut disebut dibawa ke barak di kawasan Citeureup, Kabupaten Bogor, untuk mengikuti program bela negara.

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, mengecam keras kebijakan tersebut. Menurut dia, mengirim warga dan pelajar ke barak hanya karena berpartisipasi dalam aksi demonstrasi merupakan tindakan yang melanggar hak asasi manusia (HAM).

“Ini merupakan bagian dari remiliteriasi ruang sipil yang semakin menguat di Indonesia. Kebijakan ini merupakan langkah represif yang harus segera dihentikan,” tegasnya, Kamis (10/9).

Baca juga:

Pelajar Tertangkap Saat Demo Dimasukan Barak, Ikuti Program Pembekalan Bela Negara Korps Kadet Republik Indonesia

Amnesty Sebut Ada Intimidasi dan Pemaksaan

Usman menuturkan, Amnesty International Indonesia menerima laporan kredibel bahwa proses perekrutan untuk mengikuti diklat militer tersebut sarat dengan intimidasi dan pemaksaan.

Menurutnya, praktik tersebut juga bertentangan dengan prinsip-prinsip HAM yang dijamin konstitusi dan undang-undang.

Ia menegaskan, kewajiban mengikuti pelatihan di barak TNI selama 10 hari merupakan bentuk kesewenang-wenangan.

Polisi juga diduga mengancam calon peserta diklat dengan menyebut wajah dan nama mereka sudah didata. Mereka disebut akan menghadapi risiko jika kembali turun dalam aksi demonstrasi.

Kami menegaskan bahwa ini bukanlah program edukasi atau pembinaan, melainkan bentuk intimidasi dan represi dari negara,

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid.

Kritik Dukungan terhadap Program Bela Negara

Usman juga mengecam pernyataan Gubernur Pramono Anung yang ikut mendukung program lintas kementerian tersebut dengan alasan untuk memupuk nasionalisme dan cinta tanah air sejak dini.

Menurut Usman, nasionalisme dan cinta tanah air bukan sekadar soal kepatuhan terhadap perintah.

“Namun bagaimana membangkitkan kesadaran kritis terhadap kesewenang-wenangan dan ketidakadilan yang dilakukan oleh negara, termasuk mengkritisi kebijakan pemerintah yang bermasalah,” urainya.

Ia menilai program semacam itu justru berpotensi menjadi bentuk pembungkaman sistematis terhadap hak-hak konstitusional warga negara.

Terutama, kata Usman, hak untuk berkumpul, berpendapat, serta menyampaikan pendapat melalui aksi damai.

Baca juga:

Amnesty Internasional Tak Puas dengan Dalih ‘Dendam Pribadi’ di Balik Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Amnesty Minta Program Dihentikan

Atas dasar itu, Amnesty International meminta Kementerian Pertahanan, pemerintah DKI Jakarta, dan Polda Metro Jaya segera menghentikan program diklat militer bagi massa aksi demonstrasi tersebut.

Usman menegaskan, upaya menumbuhkan rasa kebangsaan tidak semestinya dilakukan dengan membatasi hak-hak dasar warga negara.

Menurut dia, pendidikan kewarganegaraan justru harus menghormati kebebasan berekspresi, kebebasan berkumpul secara damai, serta partisipasi warga dalam kehidupan publik.

“Jelas bahwa Reformasi memandatkan militer yang harus kembali ke barak, bukan warga negara yang berdemonstrasi,” tutupnya. (Asp)

#Amnesty Internasional #Demonstrasi #Bela Negara
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Ada 53 Aksi Unjuk Rasa di Jakarta Hari Ini, Polda Metro Jaya Siapkan Pengamanan
Polda Metro Jaya mencatat 77 kegiatan di Jakarta pada 28 Oktober 2026, termasuk 53 aksi penyampaian aspirasi. Pengamanan dan rekayasa lalu lintas dilakukan situasional.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 28 Oktober 2026
Ada 53 Aksi Unjuk Rasa di Jakarta Hari Ini, Polda Metro Jaya Siapkan Pengamanan
Indonesia
Aksi Unjuk Rasa di Jakarta 28 Oktober, Ini 4 Kawasan yang Perlu Diwaspadai Pengendara
Sebanyak 14.324 personel gabungan mengamankan aksi di Jakarta pada 28 Oktober 2026. Simak empat kawasan yang diantisipasi padat dan imbauan bagi pengendara.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 28 Oktober 2026
Aksi Unjuk Rasa di Jakarta 28 Oktober, Ini 4 Kawasan yang Perlu Diwaspadai Pengendara
Indonesia
Ada Aksi Demo di Monas dan Balai Kota, Sejumlah Rute Transjakarta Dialihkan
Aksi di kawasan Monas dan Balai Kota membuat sejumlah rute Transjakarta mengalami perpendekan dan pengalihan perjalanan. Simak rute dan halte yang terdampak.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 20 Oktober 2026
Ada Aksi Demo di Monas dan Balai Kota, Sejumlah Rute Transjakarta Dialihkan
Indonesia
Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Saat Demo 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Fokus di Monas dan DPR
Berdasarkan informasi Traffic Management Centre (TMC) Ditlantas Polda Metro Jaya, rekayasa lalu lintas diberlakukan secara situasional mulai pukul 10.00 WIB hingga kegiatan selesai
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Oktober 2026
Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Saat Demo 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Fokus di Monas dan DPR
Dunia
Dari Perancis ke Albania, Gerakan Protes Satu Suara 'Tuntut Pendidikan dan Tekan Biaya Hidup'
Mereka juga menuntut adanya perbaikan fasilitas pendidikan yang layak serta perbaikan sistem penerimaan mahasiswa perkuliahan yang selama ini tidak transparan.
Dwi Astarini - Senin, 19 Oktober 2026
Dari Perancis ke Albania, Gerakan Protes Satu Suara 'Tuntut Pendidikan dan Tekan Biaya Hidup'
Dunia
Macron Tetap Terbang ke Negara Teluk di Tengah Kerusuhan Prancis, Harga BBM Jadi Sorotan
Emmanuel Macron tetap melanjutkan kunjungan ke empat negara Teluk di tengah kerusuhan Prancis akibat lonjakan biaya hidup dan harga BBM. Lebih dari 2.000 orang ditahan.
Frengky Aruan - Senin, 19 Oktober 2026
Macron Tetap Terbang ke Negara Teluk di Tengah Kerusuhan Prancis, Harga BBM Jadi Sorotan
Indonesia
Kerusuhan Demo Prancis Kian Membara, WNI Diimbau Ekstra Waspada!
Gelombang demo pelajar di Paris berujung kerusuhan. Kemlu dan KBRI Paris imbau WNI waspada, hindari kerumunan, dan rilis nomor hotline darurat!
Wisnu Cipto - Minggu, 18 Oktober 2026
Kerusuhan Demo Prancis Kian Membara, WNI Diimbau Ekstra Waspada!
Infografis
Prancis Memanas, Protes Biaya Hidup Berujung Penjarahan, Toko Mewah hingga Apple Store Jadi Sasaran
Gelombang protes biaya hidup di Prancis berubah menjadi kerusuhan dan penjarahan. Toko mewah, supermarket, hingga Apple Store menjadi sasaran massa.
Rezita Kesuma - Minggu, 18 Oktober 2026
Prancis Memanas, Protes Biaya Hidup Berujung Penjarahan, Toko Mewah hingga Apple Store Jadi Sasaran
Dunia
Prancis Memanas! Protes Biaya Hidup Berujung Penjarahan, Toko Mewah hingga Apple Store Jadi Sasaran
Gelombang protes biaya hidup di Prancis berubah menjadi kerusuhan dan penjarahan. Toko mewah, supermarket, hingga Apple Store menjadi sasaran massa.
Frengky Aruan - Minggu, 18 Oktober 2026
Prancis Memanas! Protes Biaya Hidup Berujung Penjarahan, Toko Mewah hingga Apple Store Jadi Sasaran
Dunia
Unjuk Rasa Pelajar Prancis Tuntut Sekolah Layak, Pemerintah Berjanji Bertindak
Gerakan protes yang telah memasuki minggu ketiga ini akhirnya mendapat respons.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
Unjuk Rasa Pelajar Prancis Tuntut Sekolah Layak, Pemerintah Berjanji Bertindak
Bagikan