Headline

Amerika Serikat Diduga Bakal Bekukan Bantuan untuk Palestina

Eddy FloEddy Flo - Sabtu, 06 Januari 2018
Amerika Serikat Diduga Bakal Bekukan Bantuan untuk Palestina

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara dalam sebuah reli di Pensacola, Florida, Amerika Serikat ( ANTARA FOTO/REUTERS/Carlo Allegri)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Sikap keras Amerika Serikat terhadap Palestina masih terus berlanjut. Setelah pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, kini Amerika Serikat kembali ‘menghukum’ Palestina melalui pembekuan bantuan.

Sebagaimana dilansir Axios, Sabtu (6/1) Amerika Serikat membekukan bantuan senilai 125 juta dolar AS atau sekitar Rp 1,6 trilyun kepada badan PBB, yang mengurus pengungsi Palestina. Kabar Pembekuan itu muncul beberapa hari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam menghentikan semua bentuk bantuan kepada Palestina.

Namun, sumber dari Kementerian Luar Negeri mengatakan bahwa belum ada keputusan terkait dana untuk Palestina.

Dana itu, yang nilainya setara dengan sepertiga bantuan tahunan Amerika Serikat kepada badan pengungsi PBB untuk Palestina (UNRWA), seharusnya dikirimkan pada 1 Januari, namun ditunda hingga pemerintah di Gedung Putih menyelesaikan peninjauan ulang kebijakan bantuan untuk Otoritas Palestina, kata Axios mengutip sumber diplomat.

Sementara itu, sumber dari Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat sebagaimana dilansir Antara dari Reuters, mengatakan, "Berita itu sangat menyesatkan."

"Hanya karena mereka berharap uang itu akan dikirim pada 1 Januari, dan mereka tidak mendapatkannya tepat waktu, tidak berarti dana tersebut dibekukan atau dibatalkan," kata Sumber yang tak mau menyebutkan identitasnya.

Sumber Kemenlu AS menyatakan sampai saat ini pihaknya masih terus menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk Palestina.

"Hingga kini kami masih meninjau ulang kebijakan (bantuan terhadap Palestina), dan kami punya waktu sampai pertengahan Januari untuk mengambil keputusan akhir," kata dia.

Saat ditanya apakah keputusan sementara sudah diambil, sumber itu menjawab, "tidak. Dan berita (Axios) itu oleh karenanya salah." Trump pada Selasa mengatakan bahwa dia akan menahan semua uang bantuan untuk Palestina, dan menuding mereka "tidak mau lagi merundingkan perdamaian" dengan Israel.

"Kami telah membayar ratusan juta dolar setiap tahunnya dan tidak pernah dihargai atau pun dihormati. Mereka bahkan tidak mau lagi merundingkan pakta perdamaian dengan Israel," kata dia dalam Twitter resmi.

"Mengingat Palestina tidak lagi berniat untuk merundingkan perdamaian, lalu untuk apa kami harus terus-menerus membayar mereka," kata Trump.

Menurut laman resmi UNRWA, Amerika Serikat adalah penyumbang terbesar badan PBB tersebut dengan bantuan sekitar 370 juta dolar AS sepanjang 2016.(*)

#Palestina #Amerika Serikat #Donald Trump
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
AS Tekor, Fasilitas Intelijen di Timur Tengah Hancur Dibombardir Rudal Iran
Serangan rudal Iran menghancurkan fasilitas intelijen AS di Timur Tengah. Kerugian diperkirakan miliaran dolar AS.
Wisnu Cipto - Rabu, 26 Agustus 2026
AS Tekor, Fasilitas Intelijen di Timur Tengah Hancur Dibombardir Rudal Iran
ShowBiz
Legenda Country Dolly Parton Meninggal Dunia, Donald Trump Perintahkan Bendera Setengah Tiang Selama Satu Pekan
Penyanyi sekaligus aktris musik country asal Amerika Serikat, Dolly Parton, meninggal dunia pada usia 80 tahun.
Yusuf Abdillah - Rabu, 26 Agustus 2026
Legenda Country Dolly Parton Meninggal Dunia, Donald Trump Perintahkan Bendera Setengah Tiang Selama Satu Pekan
Dunia
China Tolak Terlibat Dalam Perang Ekonomi ke Iran, AS Berikan Batas Waktu ke Berbagai Negara
Pemerintah China menyebut hubungan kerja samanya dengan Iran berada dalam kerangka internasional sehingga tidak boleh diganggu, termasuk oleh Amerika Serikat.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 26 Agustus 2026
China Tolak Terlibat Dalam Perang Ekonomi ke Iran, AS Berikan Batas Waktu ke Berbagai Negara
Dunia
Kebakaran Hutan Dekati Reno, Nevada, Hampir 90.000 Warga Diminta Ngungsi
Sekitar 42.000 orang diperintahkan segera mengungsi, sedangkan 45.000 warga lainnya diminta bersiap meninggalkan rumah mereka.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
Kebakaran Hutan Dekati Reno, Nevada, Hampir 90.000 Warga Diminta Ngungsi
Indonesia
Perang Ekonomi Berlanjut, Iran Tetap Akan Blokir Pengiriman Minyak Lewat Selat Hormuz
Perang antara AS dan Iran dimulai pada 28 Februari saat AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 24 Agustus 2026
Perang Ekonomi Berlanjut, Iran Tetap Akan Blokir Pengiriman Minyak Lewat Selat Hormuz
Dunia
Trump Mulai Operasi Serangan Penghancuran Ekonomi Iran
Trump mengatakan AS akan berupaya memutus jalur keuangan dan perdagangan yang memberikan dukungan ekonomi kepada Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 20 Agustus 2026
Trump Mulai Operasi Serangan Penghancuran Ekonomi Iran
Dunia
Permukaan Air telah Capai Rekor Terendah, Kerangka Manusia Bermunculan di Waduk AS
Kekeringan yang sedang berlangsung menyebabkan permukaan air di sejumlah wilayah barat AS terus menyusut.
Dwi Astarini - Kamis, 20 Agustus 2026
Permukaan Air telah Capai Rekor Terendah, Kerangka Manusia Bermunculan di Waduk AS
Dunia
Balas Klaim Trump atas Selat Hormuz, Iran Sebut California Wilayah Barunya
Iran membalas pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyebut Selat Hormuz sebagai "wilayah baru AS".
Yusuf Abdillah - Kamis, 20 Agustus 2026
Balas Klaim Trump atas Selat Hormuz, Iran Sebut California Wilayah Barunya
Indonesia
Eskalasi Meningkat, Iran Dikabarkan Siap Serang Fasilitas Militer AS di Eropa
Pasukan Iran secara terpisah juga telah mengkaji kemungkinan menargetkan kabel serat optik bawah laut di Selat Hormuz jika terjadi eskalasi lebih lanjut, menurut laporan tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 19 Agustus 2026
Eskalasi Meningkat, Iran Dikabarkan Siap Serang Fasilitas Militer AS di Eropa
Dunia
Insiden Kebakaran 51 Jeep Wrangler dan Gladiator Picu Gugatan Hukum di AS
Kasus kebakaran Jeep Gladiator dan Wrangler memicu gugatan hukum di AS. FCA recall 1,07 juta unit akibat masalah konektor listrik pompa power steering. NHTSA catat 51 kebakaran dan 1 cedera.
Wisnu Cipto - Rabu, 19 Agustus 2026
Insiden Kebakaran 51 Jeep Wrangler dan Gladiator Picu Gugatan Hukum di AS
Bagikan