MerahPutih.com - Polresta Surakarta menerjunkan sebanyak 113 personel untuk amankan ibadah paskah yang akan berlangsung mulai Kamis (2/4) hingga Minggu (5/4).
Pengamanan paskah diprioritaskan pada gereja dengan jemaat banyak dan masuk kategori skala prioritas.
Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, melalui Kabagops Kompol Wahyu Joko Nugroho mengatakan, pihaknya melakukan kesiapan penuh dalam mengamankan rangkaian ibadah Paskah umat Nasrani.
Pengamanan ini dilakukan guna memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan aman, tertib, dan kondusif di seluruh gereja yang ada di wilayah Kota Surakarta.
Baca juga:
Polda Metro Kerahkan 4.500 Aparat untuk Amankan Perayaan Paskah 2026
“Ada pola pengamanan akan dilakukan dengan sistem klasifikasi tiga tingkat prioritas gereja.Kita klasifikasikan menurut banyaknya umat serta kegiatan yang ada di gereja,” kata Wahyu, Kamis (2/4).
Ia menjelaskan, untuk gereja prioritas satu akan dilakukan pengamanan selama 24 jam dengan sistem shift. Dalam satu shift, sebanyak enam personel Polri akan berjaga, terdiri dari satu perwira dan lima bintara.
Sementara itu, gereja prioritas dua akan dijaga saat pelaksanaan ibadah oleh jajaran Polsek setempat. Sedangkan gereja prioritas tiga hanya akan dipantau melalui patroli karena umumnya pelaksanaan ibadah bergabung dengan gereja prioritas satu maupun dua.
“Sedangkan prioritas tiga hanya akan dilaksanakan patroli, karena perayaannya bergabung dengan gereja prioritas satu maupun dua,” ucap dia.
Baca juga:
Libur Panjang Paskah 2026, PT KAI Daop 1 Jakarta Sediakan 226 Ribu Tiket Kereta Api
Ia menyebut sebanyak 113 personel Polresta Surakarta disiapkan dalam pengamanan ini, yang juga akan diperkuat oleh unsur TNI, Pemerintah Kota Surakarta, serta pihak internal gereja.
“Sinergi antar instansi sangat diperlukan agar pengamanan dapat berjalan secara optimal,” kata dia
Ia menambahkan, jumlah personel yang diterjunkan masih bersifat dinamis dan akan disesuaikan dengan jumlah gereja yang melaksanakan ibadah Paskah.
Sementara untuk teknis pelaksanaan, pengamanan akan mengacu pada prosedur standar operasional (SOP) seperti pada perayaan Natal, termasuk sterilisasi lokasi sebelum ibadah dimulai.
“Itu SOP ya, tentu kita siapkan sterilisasi,” tegasnya. Kami mengimbau kepada seluruh jemaat agar tidak membawa barang berlebihan saat mengikuti ibadah, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan di sekitar lokasi gereja,” pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

