Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Musik

Alunan Dandgut Ala Silampukau di Single Terbaru ‘Dendang Sangsi’

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Senin, 28 Juni 2021
Alunan Dandgut Ala Silampukau di Single Terbaru ‘Dendang Sangsi’

Silampukau rilis materi baru setelah enam tahun. (Foto: Istimewa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PANDEMI memang memberikan dampak kurang baik segala bidang. Namun bagi mereka yang bekerja di industri kreatif, hal tersebut justru menjadi tantangan tersendiri dalam menciptakan sebuah karya. Salah satunya duo folk asal Surabaya, Silampukau.

Tahun kedua pandemi COVID-19, seakan meledak dengan nada tunggal yang dinamakan distrust atau ketidakpercayaan masyarakat terhadap pengelola negara. Dari isu tersebut, Silampukau coba merangkum runyamnya keadaan dunia dengan merilis sebuah single dangdut berjudul Dendang Sangsi pada 21 Juni 2021.

Baca juga:

Feel Koplo Sulap Lagu 'Gurita Kota' The Panturas Jadi Makin Asyik

View this post on Instagram

A post shared by Silampukau (@silampukau)

“Seluruh permasalahan yang mustahil sekali pun bisa tertanggungkan sementara kita berjoget. Bukan untuk melupakan maslahnya, hanya sekadar meringankan kecematan, dengan sebutir analgesik bagi hidup yang celaka,” ucap Silampukau dalam keterangan resmi yang diterima Merah Puith, Senin (28/6).

Duo folk yang digawangi oleh Kharis Junandharu dan Eki Tresnowening, menggabungkan unsur oplosan dari elemen-elemen musical dari berbagai belahan dunia di single terbarunya. Bagi mereka, Dangdut adalah mekanisme mereka dalam bertahan ditengah hiruk-pikuk pandemi yang belum terlihat kapan selesainya.

Keluh kesah Silampukau diwakilkan dalam lirik yang berbunyi “Pembenaran terus-menerus disemburkan/Dari dubur kekuasaan/Menghancurkan kewarasan/Berdengung mengacau ingatan/Atas kenyataan”.

Bagi kedua personel, cara paling ampuh melupakan sejenak permasalahan, adalah dengan mendengarkan musik dangdut sembari bergoyang dalam hipnotis alunan lagu dangdut.

Pada lagu berdurasi 3.14 menit ini, Silampukau menujuk Samuel Respati sebagai produser yang juga mengisi bagian keyboard.

Selain itu, dalam penggarapanya, Dendang Sangsi juga melibatkan Sondy Priatama sebagai pemain ketimpung, Catur Fredi Wiyogo sebagai pemain suling, Rhesa Filbert pada kontrabas dan Dhimas Lentho pada kentrung.

Baca juga:

Later Just Find Lanjutkan Perjalanan Musiknya dengan ‘Rindu Tak Bertemu’

View this post on Instagram

A post shared by Silampukau (@silampukau)

Berdiri sejak 2009, Silampukau memiliki ciri khas mengalunkan musik sendu dengan lirik-lirik kristis. Mulai dari permasalahan sosial, suasana kota hingga perempuan penghiburnya.

Pada 2015 Silampukau merilis album kedua bertajuk Dosa, Kota & Kenangan. Butuh waktu enam tahun dari album pertama mereka untuk merilisnya. Album yang berisikan 10 lagu di dalamnya berhasil mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat dan kritikus musik.

Hadinya single Dendang Sangsi menjadi momen yang ditunggu, mengingat album penuh kedua yang rilis pada 2015. Single ini menjadi materi terbaru dari Silampukau setelah menunggu enam tahun lamannya. Single Dendang Sangsi sudah bisa didengarkan melalui berbagai platform digital dari Silampukau. (far)

Baca juga:

Sore Kejutkan Penggemar dengan ‘Real, Is It’

#Musik Indonesia #Musisi Indonesia #Musik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Makna Lagu 'Un'estate Italiana', Lagu Tema FIFA World Cup 1990
Liriknya mengisahkan tentang mimpi, harapan, persatuan, dan perjuangan untuk menjadi yang terbaik, selaras dengan semangat yang mewarnai ajang Piala Dunia.
Dwi Astarini - 2 jam, 37 menit lalu
Makna Lagu 'Un'estate Italiana', Lagu Tema FIFA World Cup 1990
ShowBiz
Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD
Lebih dari 20 tahun tersimpan sebagai rekaman legendaris, penampilan bersejarah Discus di ProgSol Festival Swiss akhirnya resmi dirilis dalam format CD.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD
ShowBiz
Lirik 'La Copa de la Vida' dari Ricky Martin, Lagu Tema Piala Dunia yang tak Lekang Waktu
Lagu yang dirilis pada 1998 sebagai bagian dari album Vuelve ini memadukan unsur Latin pop, samba, dan musik dansa dengan irama yang penuh energi.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Lirik 'La Copa de la Vida' dari Ricky Martin, Lagu Tema Piala Dunia yang tak Lekang Waktu
ShowBiz
Resmi! for Revenge Jadi Pengisi Lagu Original Film 'Spider-Man: Brand New Day'
for Revenge resmi dipercaya membawakan lagu original versi Indonesia untuk film Spider-Man: Brand New Day.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Resmi! for Revenge Jadi Pengisi Lagu Original Film 'Spider-Man: Brand New Day'
ShowBiz
Makna Lagu 'When I'm Home', Soundtrack Emosional 'The Odyssey'
The Odyssey hanya menghadirkan satu lagu sebagai soundtrack utama, yakni When I'm Home (2026).
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Makna Lagu 'When I'm Home', Soundtrack Emosional 'The Odyssey'
ShowBiz
Dream Catcher! Tuangkan Kisah Romansa Remaja dalam EP Debut Self Titled
EP yang diproduksi secara independen ini menghadirkan lima lagu yang disusun sebagai sebuah narasi utuh.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Dream Catcher! Tuangkan Kisah Romansa Remaja dalam EP Debut Self Titled
ShowBiz
Miki Matsubara Cetak Sejarah, 'Mayonaka no Door~stay with me' Tembus 500 Juta Streaming
Dirilis sejak 1979, 'Mayonaka no Door~stay with me' Miki Matsubara kembali mencetak sejarah. Lagu City Pop Jepang ini kini telah melampaui 500 juta streaming Spotify.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Miki Matsubara Cetak Sejarah, 'Mayonaka no Door~stay with me' Tembus 500 Juta Streaming
ShowBiz
Supple Rilis Album 'Nothing Can Explain', Hadirkan Eksplorasi Musik yang Lebih Matang
Supple membuka fase baru lewat album Nothing Can Explain. Delapan lagu dalam rilisan ini membawa pendengar menyusuri penyangkalan, obsesi, tekanan sosial, hingga survivor's guilt.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Supple Rilis Album 'Nothing Can Explain', Hadirkan Eksplorasi Musik yang Lebih Matang
Indonesia
Pencatatan Hak Cipta Lagu Kini Gratis, DJKI Berlakukan Tarif Rp 0 Mulai 1 Agustus 2026
Mulai 1 Agustus 2026, pencatatan hak cipta lagu dan musik resmi digratiskan. DJKI berharap kebijakan ini mendorong lebih banyak musisi mendaftarkan karya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Pencatatan Hak Cipta Lagu Kini Gratis, DJKI Berlakukan Tarif Rp 0 Mulai 1 Agustus 2026
ShowBiz
The Jansen Tutup Trilogi Lewat Album 'Romantisasi Impulsif', Angkat Kisah Johan dan Marni
The Jansen resmi memperkenalkan album kelima, Romantisasi Impulsif, sebagai penutup trilogi setelah Banal Semakin Binal dan Durja Bersahaja.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
The Jansen Tutup Trilogi Lewat Album 'Romantisasi Impulsif', Angkat Kisah Johan dan Marni
Bagikan