Ali Khamenei dan Petinggi Meninggal, Menlu Iran Tegaskan Kemampuan Militer Tidak Berubah

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 02 Maret 2026
Ali Khamenei dan Petinggi Meninggal, Menlu Iran Tegaskan Kemampuan Militer Tidak Berubah

Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. ANTARA/Andolu Ajansi/pri.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pada Sabtu (28/2), Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangkaian serangan gabungan terhadap target-target di wilayah Iran, termasuk di Teheran, dengan laporan terjadi kerusakan dan jatuhnya korban sipil.

Televisi pemerintah memastikan wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Selain itu, para petinggi militer juga menjadi korban dan meninggal.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, Minggu (1/3) menyatakan Iran kehilangan sejumlah komandan militer dalam serangan bersama Amerika Serikat dan Israel, namun kemampuan militer negara itu tidak mengalami perubahan.

“Kami memang kehilangan beberapa komandan, itu fakta, dan nama-namanya sudah diumumkan. Namun fakta lainnya adalah tidak ada yang berubah dalam kemampuan militer kami,” ujar Araghchi kepada penyiar ABC.

Baca juga:

Geopolitik di Tingkat Global dan Perang Iran, Tingkatkan Resiko Harga Saham

Saat ditanya mengenai kemungkinan penyelesaian konflik dengan Amerika Serikat melalui perundingan, Araghchi mengatakan, Teheran memiliki pengalaman pahit dalam bernegosiasi dengan Washington.

Ia menambahkan bahwa tindakan yang dilakukan Amerika Serikat merupakan bentuk agresi.

“(Sementara) apa yang kami lakukan adalah tindakan membela diri. Ada perbedaan besar antara keduanya,” katanya.

Iran merespons serangan bersama itu dengan menembakkan rudal ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah sebagai tindakan untuk membela diri.

Di mana, diklaim sedikitnya 560 personel militer AS tewas dan luka-luka dalam serangan Iran terhadap pangkalan-pangkalan Amerika di seluruh Timur Tengah,


"Pangkalan militer AS di Bahrain diserang oleh dua rudal balistik, dan pangkalan-pangkalan lain juga digempur serangan tanpa henti, yang sejauh ini mengakibatkan 560 tentara Amerika tewas atau luka-luka,"
sebut pernyataan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Laporan itu juga menyebutkan empat serangan pesawat tak berawak terhadap pangkalan angkatan laut Bahrain, yang menyebabkan "kerusakan serius" pada pusat komando dan dukungan.

Teheran menargetkan pangkalan angkatan laut AS Ali Al-Salem di Kuwait, mengganggu operasinya, serta tiga objek pangkalan angkatan laut Mohammed Al-Ahmad di sana.

#Iran #Perang #Amerika Serikat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Dunia
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Gubernur New York Kathy Hochul resmi menetapkan status darurat bencana akibat ledakan wabah campak hingga 4 November 2026. Simak peringatan penting ini!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Dunia
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Donald Trump menyinggung kemungkinan Iran melancarkan serangan terhadap kota di AS.
Yusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Dunia
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Rektor Cornell University menggambarkan dugaan yang disampaikan perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Jane Doe, sebagai hal yang ‘sangat meresahkan’.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Dunia
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Korban mengklaim ia dicekoki ketamin, dianiaya, dan diperkosa tujuh anggota fraternity Chi Phi.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Dunia
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyiapkan pengerahan tambahan pasukan dan pesawat militer ke Israel.
Yusuf Abdillah - Senin, 05 Oktober 2026
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
ShowBiz
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Dugaan kepemilikan zat terlarang dan obat resep ilegal kembali mencoreng reputasi Sean 'Diddy' Combs di penjara.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Dunia
Masuk Selat Hormuz Matikan Pelacak, 2 Kapal Minyak Supertanker Uni Emirat Arab Meledak
Dua kapal supertanker meledak di Selat Hormuz usai mematikan alat pelacak dan melanggar aturan navigasi di tengah ketatnya kendali maritim Iran.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Masuk Selat Hormuz Matikan Pelacak, 2 Kapal Minyak Supertanker Uni Emirat Arab Meledak
Dunia
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Trump mengatakan sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan serangan udara dalam beberapa pekan mendatang.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 02 Oktober 2026
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Dunia
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Gedung Putih sebelumnya mengharapkan adanya kemajuan dalam perundingan dengan Iran pada Senin pagi.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Dunia
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Araghchi juga mengungkapkan ketidakpercayaan Iran terhadap proses negosiasi dengan pemerintahan Trump.
Yusuf Abdillah - Senin, 28 September 2026
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Bagikan