Alasan Mengapa Seseorang Mencari Kebahagiaan

P Suryo RP Suryo R - Kamis, 27 Oktober 2022
Alasan Mengapa Seseorang Mencari Kebahagiaan

Hubungan itu indah ketika dua orang utuh bertemu dan berbagi kehidupan. (Pexels/Asad Photo Maldives)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

HAMPIR semua orang mencari kebahagiaan. Mereka mencari benda dan materi untuk mengisi kekosongan di tengah dada. Nilai-nilai konsumerisme kapitalis mempromosikan perolehan materi dengan mengorbankan kesejahteraan emosional.

Dengarkan narasi budaya yang dominan, “Beli X, itu akan membuatmu bahagia.” Padahal, ketika mencari kebahagiaan melalui objek material, kamu tidak akan pernah menemukannya.

Berikut ada tiga cara lain yang biasanya digunakan seseorang untuk mencari kebahagiaan menurut Startup Executive Psychologist Matthew Jones, PsyD yang dijelaskan di quora.com.

Baca Juga:

Alasan Sejumlah Orang Berhenti Mencari Kebahagiaan

bahagia
Kebahagiaan sejati dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari yang biasa-biasa saja. (Pexels/Te lensFix)

Hubungan


Jika kamu bergantung pada orang lain untuk merasa baik-baik saja tentang diri sendiri, maka kamu mencari kebahagiaan di tempat yang salah. Hubungan itu indah ketika dua orang utuh bertemu dan berbagi kehidupan mereka, tetapi bermasalah ketika orang menggunakan orang lain untuk menghindari masalah mereka.

"Kamu dapat menutupi ketidakbahagiaan, tetapi tidak untuk waktu yang lama. Penderitaan selalu mencari ekspresi," ujar Jones.

Pengalaman


Jalan-jalan dan petualangan merupakan salah satu harta terbesar dalam hidup, pengalaman itu memperkaya hidup tapi bukan sumber dari semua kepuasan.

"Ketika kamu bergantung pada peristiwa eksternal untuk bahagia, sulit untuk menciptakan keadaan positif tanpa pengalaman yang menyenangkan," ujar Cofounder CoachAuthor tersebut. Kebahagiaan sejati dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari yang “biasa-biasa” saja.

Baca Juga:

Menjadi Bahagia lewat Ilmu Kebahagiaan?

bahagia
Ketika tidak menerima aliran perhatian yang konstan, kamu terpaksa duduk dengan ketidakbahagiaan. (Pexels/cottonbro)

Pujian, pengakuan, dan persetujuan


Banyak orang mencari kebahagiaan dengan mengejar kesuksesan. Apakah keamanan finansial atau promosi, kita berpikir bahwa jika orang menyukai, kita akan merasa puas.

"Sebagai mantan pecandu Instagram, saya dapat berbicara tentang fakta bahwa likes, perhatian, dan kekaguman memang membuat kamu merasa lebih baik dalam jangka pendek. Sayangnya, ketika tidak menerima aliran perhatian yang konstan, kamu terpaksa duduk dengan ketidakbahagiaan yang mendasari hidupmu. Ketenaran dan pengakuan tidak membawa kebahagiaan abadi," dia menjelaskan.

"Kita mencari kebahagiaan karena dicuci otak. Pengkondisian budaya kita memberi tahu bahwa kebahagiaan adalah sesuatu yang eksternal. Kita diberitahu bahwa diri sendiri, tidak cukup," Jones menegaskan.

Entah itu melalui hubungan, pengalaman menarik, kekaguman, atau objek material, kita berpikir bahwa jika memperoleh sesuatu di luar diri sendiri, kita akhirnya akan merasa lengkap. Padahal tidak demikian menurut Jones. (aru)

Baca Juga:

Bagaimana Visualisasi Negatif Menjadikan Kamu Lebih Positif

#Lipsus Oktober Bahagia #Kesehatan #Kesehatan Mental
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Sekitar 2 persen orang dewasa di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Olahraga
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Raphael Varane mengaku dirinya mengalami depresi saat masih membela Real Madrid. Ia menceritakan itu saat wawancara bersama Le Monde.
Soffi Amira - Rabu, 03 Desember 2025
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Bagikan